Bermalam di Changi

Di tahun ini juga, saya pernah punya pengalaman seru tentang terbang dan bandara. Kalau lagi ada workshop di Singapore, saya biasa dikasih fligh berangkat minggu malam JKT-SIN, pulang lagi Jumat malam SIN-CGK. Weekend di Jakarta. Nah, kebetulan ada jadwal sertifikasi di Jakarta di hari Kamisnya. Tapi Jumatnya tetap harus masuk ke kantor Singapore.

Jadi Senin sampai Rabu kerja di Singapore. Rabu malam saya terbang SIN-JKT. Kamis siang ikut sertifikasi di Jakarta. Kamis malam terbang JKT-SIN. Jumat pagi kerja di Singapore. Jumat malam terbang lagi SIN-JKT. Jadi saya ke Changi 3 kali dalam 3 hari berturut-turut.

Sayangnya, Lanjutkan membaca “Bermalam di Changi”

Iklan

Terbang

Buat saya, 2017 adalah tahun dengan intensitas terbang paling tinggi. Sekitar 50 kali. Kalau dirata-ratakan, yaa sekitar 1 minggu sekali terbang, sepanjang tahun. Ini karena saya dapat proyek di luar Jakarta, padahal base kantornya di Jakarta, jadi dapat benefit hometrip tiap dua minggu.

Trayek paling sering adalah Jakarta – Surabaya. Selain itu juga Jakarta – Singapore, Jakarta – Batam, Jakarta – Semarang, dan Jakarta – Solo. Pesawat yang paling sering saya pakai adalah Citilink. Beberapa kali saja pakai Batik, Lion, Sriwijaya, Garuda, Jetstar, Tiger, Air Asia, pernah 2 kali pakai Singapore Airlines (SQ).

Baru tahun ini Lanjutkan membaca “Terbang”

Lari di Semarang

Sekarang saya jadi senang lari.

Jadi waktu ditugaskan ke Semarang, ada waktu senggang, ya lari. Dari tempat saya menginap di daerah Pandanaran, menuju Lawang Sewu. Lanjut ke Jalan Pemuda, sampai Kota Lama Semarang. Baliknya lewat Jalan Gajah Mada, sampai Simpang Lima.

Yang menarik adalah, saya ketemu beberapa mading koran. Semacam mading atau papan pengumuman di pinggir jalan, yang isinya koran yang ditempel-tempel. Ahh.. sayangnya saya lupa lihat, itu koran basi atau koran hari itu. Kelihatannya beginian sih bagus ya, karena saya lihat ada saja tuh yang baca.

IMG20171118064004
Mading koran di Semarang

Lanjutkan membaca “Lari di Semarang”

Tinggal di Batumas Pandaan

Di daerah Pandaan, Jawa Timur, komplek perumahan yang terkenal paling elit adalah Taman Dayu. Dulu rencananya saya dan 3 teman saya mau menyewa rumah di Taman Dayu, tapi terlalu mahal. Untuk rumah dengan 3-4 kamar disewakan Rp40 juta per tahun. Ini cerita tahun 2017.

Lanjutkan membaca “Tinggal di Batumas Pandaan”

Baluran, Taman Nasional yang Tak Biasa

BWI DSC_2196 miftah
Rusa liar di Baluran. Foto: Miftah

Disebut tak biasa karena kita bisa ketemu langsung dengan beberapa hewan liar dari dalam mobil. Jadi begini, bayangkan sebuah luasan taman nasional, yang di tengah-tengahnya dibuatkan jalan untuk mobil lewat. Sebetulnya jalan yang dibuat itu adalah jalan yang digunakan oleh hewan-hewan liar yang ada dalam taman nasional. Tapi mungkin karena terlalu sering mobil lewat, orang lewat, motor lewat, jadi hewan-hewannya juga malas lewat jalan itu kali ya.. Hanya sedikit Lanjutkan membaca “Baluran, Taman Nasional yang Tak Biasa”

Taksi di Atas Gunung Ijen

Ada yang terasa berbeda di perjalanan ke Ijen kali ini, 22 September 2017. Keramahan pemilik homestay, dan cerita-ceritanya, membuat saya banyak ber-wah.

Coba googling map “Kawah Ijen Inn” di Jalan Kenjo Glondok, Licin, Banyuwangi. Nah di situ saya bermalam. Lebih tepatnya di depannya, ada rumah saudaranya Pak Paing. Sebut saja nama pemiliknya Pak Budi Luhur (lupa nama yang sebenarnya). Dulunya Pak Budi adalah seorang penambang belerang, yang bisa tidak pulang selama sebulan. Jadi dari dia berangkat sampai pulang lagi itu sebulan. Waktu itu harga belerang masih Rp350 per kg. Sekarang sudah Rp925 per kg. Dijual ke PT Candi Ngrimbi yang pabriknya di Desa Tamansari.

Lanjutkan membaca “Taksi di Atas Gunung Ijen”

Cerita Pulau Tabuhan Banyuwangi

Yang saya lihat menarik di Pulau Tabuhan adalah kuatnya masyarakat lokal dalam mengelola pembagian tugas bersama, untuk ekonomi bersama. Eh maaf, sebetulnya bukan di Pulau Tabuhan-nya, karena Pulau Tabuhan itu tanpa penghuni. Ada sih, rajungan dan umang-umang, juga beberapa manusia di dalam tenda. Yang saya maksud adalah pengelola Pulau Tabuhan-nya, yaitu penduduk lokal yang mengelola Pantai Kampe

IMG-20170926-WA0001
Pantai Kampe. Foto: Naim Rohatun

Lanjutkan membaca “Cerita Pulau Tabuhan Banyuwangi”