Taman Piknik – Tempat Rekreasi Gratis di Jakarta

IMG20180614164038
Tulisan ketka masuk Taman Piknik

Siapapun yang mengaggas adanya taman ini, saya ingin berterima kasih. Keren banget!

Sebetulnya ada beberapa taman gratis di Jakarta yang juga keren, seperti Taman Ayodya dan Taman Suropati. Tapi si Taman Piknik ini paling dekat dengan lokasi saya tinggal, yaitu di daerah Kalimalang rada masuk sedikit di Kodam. Hanya sekitar 5 menit naik kendaraan atau 15 menit jalan kaki.

Kenapa keren? Pertama, taman ini gratis. Kedua, ada mainan anaknya seperti kuda-kudaan, perosotan, dan panjat-panjatan. Ketiga, ada semacam kolam yang ada teratainya. Keempat, asik buat jogging. Kelima, banyak spot bagus untuk foto-foto, termasuk sebuah patung tulisan besar “PIKNIK”.

IMG20180614162208

IMG20180614161742
Tulisan “PIKNIK” untuk foto
IMG20180614161610
Kolam berisi teratai di Taman Piknik

Sekali saya ajak anak saya yang umur 4 tahun untuk main ke Taman Piknik, dia langsung ketagihan. “Besok ke Taman Piknik lagi ya,” kata dia.

Dari taman, kita bisa lihat jalan tol Becakayu.

Dari taman, kita bisa lihat pesawat yang mau mendarat di Halim Perdanakusuma.

IMG20180614163401
Terlihat pesawat yang mau mendarat di Halim

Sekali lagi, terima kasih ya buat penggagas Taman Piknik.

Iklan

Resensi Buku ONDEL ONDEL NEKAT KELILING DUNIA Luigi Pralangga

IMG20180527171141Yang saya tangkap, ini adalah blog yang dibukukan. Bahasanya sangat sehari-hari dan sangat Jakarta, jadi saya yang besar di Jakarta bisa begitu menikmati buku ini.

Ini adalah cerita asli dari hidupnya Luigi, seorang peacekeeper. Yang saya tahu, Luigi bekerja di UN. Disebutnya banyak bagian di UN, tapi saya belum bisa membedakannya. Pokoknya UN lah. Atau Bahasa Indonesia-nya PBB – Perserikatan Bangsa-Bangsa. Lanjutkan membaca “Resensi Buku ONDEL ONDEL NEKAT KELILING DUNIA Luigi Pralangga”

Resensi Buku PINCALANG Idris Pasaribu

IMG20180507052341Saya langsung terbius membaca buku ini. Tidak tebal, sehingga cepat sekali habis. Idris Pasaribu menuliskan kisah hidup seorang Pincalang bernama Amat. Pincalang adalah manusia perahu, yang seumur hdupnya tinggal di perahu. Walaupun tidak betul-betul seumur hidup, karena sering juga berlabuh ke pulau beristirahat.

Kejahatan tidak hanya ada di kehidupan darat, juga ada di kehidupan laut. Lanjutkan membaca “Resensi Buku PINCALANG Idris Pasaribu”

Resensi Buku LITTLE PRINCES Connor Grennan

IMG20180507052324
Little Princess by Connor Grennan

Ini adalah cerita perjalanan seorang backpacker asal Amerika, Connor, yang niat awalnya keliling dunia tapi kemudian di tengah perjalanannya terpanggil untuk membantu anak-anak korban perdagangan manusia di Nepal. Anak-anak itu sejatinya adalah anak baik-baik dari keturunan baik-baik. Mereka adalah anak-anak desa yang oleh orang tuanya dititipi ke seseorang untuk dipindahkan dari desanya, ke tempat manapun yang aman.

Kalau anak-anak itu tetap di desanya, mereka sangat mungkin akan diminta paksa ikut dalam semacam gerakan separatis, yang ingin menggulingkan pemerintahan Nepal. Lanjutkan membaca “Resensi Buku LITTLE PRINCES Connor Grennan”

Mengenal Pekanbaru

Project baru, kota baru, pengalaman baru….

Sejak awal April 2018, entah sampai kapan, mungkin September, saya ditempatkan di Pekanbaru. Ini pertama kalinya saya ke Pekanbaru. Landing pertama kali di bandara Pekanbaru (Sultan Syarif Kasim II), saya pakai taksi untuk langsung menuju kantor di Jalan Rambutan. Taksinya pakai argo dan tidak ada pungutan bandara seperti di Cengkareng. Saya lihat ada juga halte Trans Metro Pekanbaru (TMP) –seperti Trans Jakarta di Jakarta- di bandara. Tapi kalau sudah malam, TMP tidak ada lagi.

IMG20180428082001
Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP)

Lanjutkan membaca “Mengenal Pekanbaru”

Yahya Umar: Istana Para Kuli

IMG20180407190700
Yahya Umar: Istana Para Kuli

Ini adalah cerita hidup seorang Yahya Umar yang besar di lingkungan “ndeso” di salah satu pedalaman Pulau Madura. Yahya dan keluarganya percaya bahwa sebisa mungkin pendidikan harus diperjuangkan setinggi mungkin. Hal ini agak berbeda dengan pendapat yang beredar di lingkungannya: sekolah tidak usah tinggi, yang penting bisa segera siap untuk jadi TKI di Malaysia Lanjutkan membaca “Yahya Umar: Istana Para Kuli”

Review 6 Bulan di Hotel Pandanaran

IMG20180407131008
Gedung depan Hotel Pandanaran

Sabtu 7 April 2018 adalah hari terakhir saya tinggal di Hotel Pandanaran, Semarang. Enam bulan sudah saya tinggal di sini untuk mengerjakan project IT di sebuah BUMN. Minggu depan saya dipindah lagi ke Pekanbaru untuk memulai project lain lagi.

Cepat atau lambat, yang saya yakini, pengelola Hotel Pandanaran akan melihat tulisan ini. Kalau melihat ada review buruk dari tulisan ini yang bisa menjadi bahan perbaikan, silakan diambil. Kalau melihat ada review bagus, itu bukan karena saya dibayar. Ini murni review subjektif saya.

Jadi kenapa kantor tempat saya bekerja memilih menempatkan di Hotel Pandanaran? Lanjutkan membaca “Review 6 Bulan di Hotel Pandanaran”