Arsip untuk Juni, 2008

30
Jun
08

Obat Herbal, Bahayakah?

Semuanya punya plus minus, termasuk obat herbal

Semuanya punya plus minus, termasuk obat herbal

Dalam satu bulan ke belakang, gencar kita dengar di berbagai media tentang kasus penyitaan berbagai jenis jamu di berbagai wilayah oleh BPOM. Jamu-jamu tersebut terindikasi merusak satu atau lebih organ dalam tubuh manusia karena konsentrasinya melewati dosis aman. Dengan gencarnya pemberitaan tersebut, masyarakat yang biasa mengonsumsi jamu industri berpikir dua kali untuk meneruskan kebiasaannya itu. Tidak hanya jamu-jamu industri, obat-obat herbal juga kena getahnya. Sebagian masyarakat tradisional akhirnya ikut-ikutan mengucapkan selamat tinggal pada kebiasaannya menggunakan tanaman herbal. Padahal, mereka sudah menggunakan herbal bertahun-tahun dengan tidak ada efek bahaya yang dirasakan.

Latifah K Darusman, Kepala Pusat Studi Biofarmaka, menyayangkan hal tersebut. ”Sebetulnya kebiasaan mereka itu baik. Apalagi sudah dilakukan sejak dahulu kala oleh nenek moyang mereka. Tentunya dengan pengalaman tersebut, dosis telah sesuai dengan manusia. Mereka kan juga tidak terus-terusan menggunakan tanaman herbal tersebut. Kalau habis datang bulan, minum rebusan ini, kalau batuk, minum rebusan itu. Semua itu hanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu, jadi aman,” jelas Latifah.

Jadi, sudah jelas bahwa tanaman-tanaman herbal yang biasa digunakan nenek moyang kita itu tidak berbahaya untuk dikonsumsi. Bahkan, banyak cerita yang menyebutkan obat herbal lebih ampuh dari obat-obat sintetis dari apotek.

Penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian payung yang bertujuan mengamati efek klinis pada kelinci akibat pemberian beberapa obat herbal. Berawal dari penelitian-penelitian seperti inilah obat-obatan kedokteran muncul.

30
Jun
08

Hak Asasi Hewan

kalau mengikuti regulasi yang berlaku, ilmu pengetahuan dan kehewanan tidak akan berbenturan

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa dunia medis selalu bergulir seperti bola salju. Semakin lama, pengetahuan manusia tentang medis semakin tinggi. Namun, itu tidak membuat manusia semakin kenyang, tetapi keinginan-keinginan memperdalam wawasan medis justru semakin tinggi. Sedikitpun tidak ada yang salah dengan hal tersebut. Namun, banyak aktivis di luar sana yang ternyata mengecam aktivitas ilmuwan tersebut. Mereka mengecam kebiadapan ilmuwan yang suka menggunakan hewan coba dalam proyek penelitiannya.

Sang ilmuwan beralasan ini untuk ilmu pengetahuan. Kalau tidak dilakukan pengujian dengan hewan coba (in vivo), maka akan sulit sekali menemukan obat untuk berbagai penyakit. Pegujian obat dengan metode in vitro tidak akan mewakili kompleksnya metabolisme dalam tubuh manusia. Terbukti banyak sekali penyakit yang dapat ditangani dengan baik akibat dilakukannya uji in vivo. Malaria, polio, demam berdarah, dan masih banyak lagi penyakit yang ternyata ditemukan penyelesaiannya setelah uji in vivo.

Mendengar hal tersebut, sang aktivis tetap berprinsip bahwa hak asasi hewan betul-betul harus diusung. Lalu, bagaimana masalah ini dapat diselesaikan?

Setelah berembug sana-sini, lahirlah suatu aturan main yang betul-betul harus dipegang erat oleh ilmuwan ketika menggunakan hewan coba, yaitu konsep 3R: reduce, replace, dan refine. Reduce di sini maksudnya adalah sebisa mungkin mengurangi penggunaan jumlah hewan dalam penelitian. Replace maksudnya cobalah gunakan alternatif lain, misalnya kultur sel. Kemudian refine artinya mengembalikan hewan coba ke kondisi semula, dalam arti memproduksi lagi sejumlah hewan coba yang digunakan. Konsep 3R ini sudah lama dilakukan. Ternyata efektif.

Di Indonesia sendiri, Depkes mengeluarkan Pedoman Nasional Etik Penelitian Kesehatan, yang terkenal dengan konsep 5 Freedom, yaitu bebas dari rasa lapar, rasa haus, rasa sakit/penyakit, rasa tidak nyaman yang kronis, bebas dari cekaman, dan juga dapat mengekspresikan sifat alamiahnya.

Namun, permasalahannya sekarang, lampu hijau penggunaan hewan coba ini sering disalahartikan oleh ilmuwan nakal. Mereka mengeksploitasi hewan untuk kesenangan atau bahkan kejahatan. Inilah yang harus diawasi.

06
Jun
08

Backpackers Indo Juga Banyak

Backpacker belajar dari lingkungan

Backpacker belajar dari lingkungan

Banyak orang yang suka banget sama yang namanya jalan2. Tapi kebanyakan dari mereka cuma punya duit yang terbatas dengan angan2 tak terbatas. Maka muncullah istilah backpackers. Orang-orang yang suka melanglang buana kemana2 dengan make backpack yang segede bagong kayak tas gunung.

Semakin banyak orang2 yang demen jalan2 semakin banyaklah backpackers. Sampe suatu hari ada yang bikin komunitas backpackers se dunia. Mereka boleh nginep gratis di tempat sesama backpackers dalam satu komunitas itu. Mereka juga dikasih trik buat ngurangin biaya jalan-jalannya sama anggota komunitas yang tinggal di daerah yang bakalan dikunjungin. Tentunya mereka juga harus siap rumahnya dijadiin tempat nginep sementara oleh petamasya2 itu. Dan mereka juga diwajibkan ngasih informasi buat bikin tamasya yang murah di daerah tempat tinggalnya. Biaya yang harus dikeluarin biar dapet makan murah, losmen murah, aturan2 adat daerah situ, apa aja yang harus disiapin, dsb dsb.

Informasi tentang promo daerah wisata ini itu udah jadi makanan tiap hari anggota komunitas ini. Yang gak promo aja ada apalagi yang promo. Misalnya ini nih:

Nah buat yg mau backpackers di Bali, info2 berikut mudah2an bisa membantu yah.

– Mendingan pake pesawat deh kalo ke Bali. Dari Jkt kan banyak yg murah2 kayak air asia. Waktu lebih efektif drpd naek bus umum.

– Penginapan pilih yg didaerah Gang Poppies I atau Poppies II. Disini banyak losmen yg harganya mulai dr IDR50rb-100rb tergantung keinginan. Kondisinya lumayanlah, ada kipas angin, dapat breakfast kopi+roti.

-Sewa motor utk transportasi. Harga motor jenis bebek atau matic cuman IDR 40rb.-/hari (24 jam) tanpa bensin. Tapi pastikan bahwa itu motor ga bermasalah kalo dijalanin. Kalo masalah rute, tinggal bawa ajah map yg banyak disediakan di hotel2. Jalan di Bali tidak terlalu sulit kok. Yg penting diperhatikan saat naik motor adalah memakai helm standard yg nutupin ampe kepala belakang. Kalo ga, abis deh ditilang ma Pak Polisi. Trus tidak semua belok kiri yg ada lampu merah itu bisa jalan terus, watch the sign!!. Kalo nyasar, tanya ajah ama penduduk. Nanya yg sopan tp, matikan motor, turun dari motor, dan tanyakan. Kalo anda nanya dalam keadaan motor hidup dan andanya masih diatas motor, dicuekin bro…kalopun dikasi tau, pasti arah yg ngawur hehehe…

-Ttg makanan, gampang kok cari makanan kelas kaki lima. Banyak warung Jawa tersebar dgn gaya warteg. Paling 6000.-/porsi plus es the 1500.-. Kalo mau clubbing, tinggal mampir ke circle K ambil brosur What’s Up Bali…atau Beat Magazine. Info lengkap ada disitu.

Manstab kan informasinya?! Detail dan ngena… Hohoho, semakin ingin ber backpacker ria? Sok, mangga dicari informasi lebih dalem lagi tentang backpacker, tanya aja sama om gugel. Kmungkinan besar orang Indo udah bikin komunitas backpacker sendiri.

02
Jun
08

Demo Flashmob (?)

flashmob, cara elegan untuk mengaspirasikan suara hati

flashmob, cara elegan untuk mengaspirasikan suara hati


Apa yang lo bayangin kalo tiba2 puluhan orang joget2 di tengah kota? Atau tiba-tiba 200 orang datang ke lobi hotel Hyatt sambil tepuk tangan selama 15 detik? Orang gila? Weits, jangan nilai buku dari sampulnya mas. Kalo sendirian joget trus gak pake baju ya mungkin, tapi kalo gerombolan gini bisa jd itu flasmobers….

Tersebutlah seorang lelaki yang agak kelebihan otaknya, Bill Wasik. Dia yg katanya sih bikin flash mob untuk pertama kalinya. Kamus webster milenium udah masukin kata flashmob dlm perbendaharaan katanya, yang artinya: kumpuulan orang yang diorganisir lewat internet dan dengan cepat berkumpul di tempat umum, ngelakuin hal-hal aneh, trus kabur aja gitu. Nah, kalo berdasarkan definisi kamus inggris-indo dari gramed yg khas dengan tiga corengan warna kuning-ijo-merah-nya itu, gak ada kata flashmob di sini. Indonesia memang ketinggalan sekali dalam hal-hal beginian. Tapi bukan itu bahasan kali ini.

Flashmob ini bukan tanpa tujuan. Misalnya flashmobers di Rumania yang janjian ngumpul trus menutup mulut dengan selotip sambil jogging bareng di tengah kota. Maksudnya mereka nyindir pemerintahan Rumania yang ngebuat rakyatnya harus ”Do what you are told and do not comment!”. Atau sekumpulan orang yg ngumpul di depan McD sambil makan pisang yang ternyata nyindir manajemen McD situ yang belum manfaatin komoditas lokal mereka sendiri, yaitu pisang.

Flashmobing pertama yang diatur sama Wasik di Manhattan, May 2003. Dia ngumpulin sekitar 100 orang di sebuah toko pada waktu tertentu. Setiap didekati pelayan toko, mungkin mo nanya mo beli apa kali ya, si flashmobers selalu bilang, ”Gw tinggal di daerah sini, di gudang2 pinggiran New York. Kami ke sini mau belanja love rug.” Gw juga gak tau love rug di situ maksudnya apa. Tapi dari serangan itu, sepertinya mereka mau bilang kalo boleh2 aja bisnis di daerah NY tapi perhatiin juga dong orang-orang di daerah pinggiran.

Ada lagi contoh lain. Di London, suatu hari tepat pukul 7.18 pm, gerombolan orang joget2 sambil dengerin lagu What You Do-nya Biig Bass. Mereka memang sudah diinstruksiin untuk bawa iPod yang ada lagu What You Do-nya dan mereka juga diinstruksiin buat nyetel lagu itu sambil joget2 pk 7.18pm.

Demo2 di Indo bisa seperti itu gak ya? Tentunya dengan menghilangkan maksud2 politik tertentu dan memelekkan mata orang Indo dengan internet. Mungkin gak ya?

Jadi, kita gak perlu bakar2 ban lagi. Atau bertindak pengecut ngeblokir jalan depan kampus yg giliran dikejar polisi kabur ke dalam kampus dengan memanfaatkan hak wilayah kampus yang gak boleh dimasukin polisi.




Juni 2008
S S R K J S M
« Apr   Sep »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30