Perpanjang Paspor: Mudah, Tidak Perlu Calo

Ini pengalaman saya sendiri, bukan bagus-bagusin Imigrasi. Betul deh.

WhatsApp Image 2020-02-04 at 15.13.35

Karena prosesnya mudah, urus sendiri saja. Tidak perlu minta cuti, cukup izin saja sama kantor.

Awalnya, saya install aplikasi yang namanya “Layanan Paspor Online”. Register dulu, terus bisa buat antrian paspor. Pesan teman saya, kalau mau buat antrian di Jakarta, mulai hari Jumat jam 2 siang. Kalau sesudah itu, kemungkinan kuota pendaftarnya habis. Dan setahu saya, daftarnya harus lewat apps, tidak bisa dengan daftar manual di Kantor Imigrasi. Saya coba gagal terus, baru menjelang maghrib bisa. Mungkin rebutan kali ya, jadi sistemnya macet. Pilih Kantor Imigrasi mana (apps baca GPS, otomatis apps akan berikan opsi yang terdekat) dan mau tanggal berapa.

Kebetulan saya dapatnya hari Selasa pukul 11.01 – 12.00. Jadi memang sistemnya sudah baca jumlah pendaftar dan sudah membaginya otomatis ke jam berapanya. Keren ya! Jadi, tidak perlu datang pagi-pagi untuk rebutan antrian.

WhatsApp Image 2020-02-04 at 15.10.57

Selasa 10.30 saya datang ke Kantor Imigrasi Jakarta Selatan. Parkiran terbatas karena ruang parkir kecil. Motor akan disuruh antri untuk dapat parkir. Jadi kita nungguin yang mau keluar, baru bisa masuk. Kalau saya, parkir di gedung sebelahnya.

Walau belum jam 11, tapi saya sudah dilayani, diberi nomor antrian, diberi semacam tanda pengenal, diarahkan ke lantai 2. Alur pendaftaran sudah tertata rapi, barisnya rapi, tidak rebutan. Petugas yang ditanya, menjawab dengan baik.

Ruang tunggu di lantai 2 juga baik. Pengantri tidak ada yang berdiri, jumlah kursi cukup. Ada beberapa layar yang menunjukkan sudah antrian nomor berapa. Waktu itu saya dapat antrian B-244. Yang berjalan baru B-127. Jadi harus nunggu 117 nomor. Untuk itu, saya menunggu 2,5 jam. Bisa dirata-ratakan 1 nomor tunggu setara dengan 1,5 menit. Loketnya banyak, jadi lumayan cepat.

WhatsApp Image 2020-02-04 at 14.52.19
Ruang tunggu Kantor Imigrasi Jakarta Selatan

WhatsApp Image 2020-02-04 at 14.52.20

Kondisi saya itu, terbilang kurang beruntung. Teman saya cerita, seminggu sebelumnya, di Kanim yang sama, dia hanya antri beberapa menit saja. Jadi soal menunggu ini, ya soal keberuntungan juga.

Dipanggil, saya langsung bawa syarat-syaratnya:

  1. Paspor lama
  2. Fotocopy KTP dan KTP aslinya

Ditanya-tanya sedikit: kerja di mana? Bagian apa? Mau e-paspor apa yang biasa?

Disuruh pose foto. Disuruh cetak sidik jari (semua jari). Sudah. Mungkin hanya 5 menit prosesnya.

WhatsApp Image 2020-02-04 at 14.52.19 (3)
Bukti Pengantar Pembayaran

Petugas memberikan selembar kertas “Bukti Pengantar Pembayaran”. Isinya data saya dan jumlah yang harus dibayar. Bisa langsung bayar di bank di lantai 1 (gedung yang sama). Pembayaran bisa dilakukan lewat transfer juga, dari berbagai bank. Biayanya Rp350 ribu untuk paspor biasa, dan Rp650 ribu untuk e-paspor.

WhatsApp Image 2020-02-04 at 14.52.19 (1)
Cara pembayaran paspor lewat ATM

Kabarnya, paspor jadi 3 hari setelah pembayaran. Pembayaran harus dilakukan paling lambat 7 hari kerja setelah pengajuan. Realitanya, teman saya langsung bayar di hari pengajuan, tetapi baru bisa diambil 7 hari kerja kemudian (bukan 3 hari). Karena santai, saya baru ambil 8 hari kemudian.

WhatsApp Image 2020-02-04 at 14.52.19 (2)
WAGS sebagai media komunikasi, bisa juga untuk cek proses perpanjang paspor sudah sampai mana
WhatsApp Image 2020-02-04 at 14.52.19 (4)
Syarat pengambilan paspor

Proses pengambilan gampang banget. Sebetulnya tinggal bawa dua hal:

  1. Bukti Pengantar Pembayaran, yang diberikan ketika pengajuan
  2. Bukti pembayaran

Lima menit kemudian, saya dipanggil, langsung dikasih paspor baru dan paspor lama yang sudah dibolongi. Sudah. Hanya lima menit.

Sayangnya, di “Bukti Pengantar Pembayaran” saya, tidak tercantum nomor permohonan paspor. Yang ada hanya barcode nya saja. Jadi harus naik ke lantai 2 dulu untuk dituliskan nomor permohonan paspor. Kalau ada yang perlu diperbaiki Kanim Jaksel, ya inilah. Kenapa tidak sejak awal dicetak Bukti Pengantar Pembayaran yang sudah ada nomor permohonan paspor nya?

Tapi di luar kekurangan itu, saya merasa puas dengan proses perpanjang paspor. Tidak perlu calo dan tidak ada biaya tambahan macam-macam. Terima kasih Kantor Imigrasi Jakarta Selatan.

SIM A Nembak Rp850.000

WhatsApp Image 2019-12-17 at 17.09.33
Saya merasa anjuran ini semu dan sangat sulit digapai

Kebutuhan SIM adalah keniscayaan buat saya (dan buat banyak orang!). Tidak bisa tidak. Namun, kalau menjalankan prosedur pembuatan SIM tanpa calo, sudah tahu sama tahu, bahwa itu sangat susah. Dulu pengalaman saya buat SIM C sampai bolak-balik tiga kali. Habis waktu saya tiga hari. Itu dulu, waktu masih lajang, yang waktunya masih agak senggang. Datang yang ketiga, langsung diumumkan, “Bagi yang mau ‘dibantu’ silakan ke depan.” Saya ingat sekali dulu bayar Rp200.000, sepuluh tahun lalu.

Sekarang, saya sudah punya dua anak. Sangat butuh waktu untuk keluarga. Bisa saja mengorbankan cuti sampai beberapa hari (hampir pasti tidak cukup sehari selesai), tapi saya lebih butuh waktu beberapa hari itu ketimbang uang Rp850.000 (Segini terbilang mahal, saya tanya yang bareng saya rata-rata Rp700ribu).

Coba deh tanya ke orang-orang sekitar, berapa banyak yang buat SIM tanpa nembak? Saya sudah tanya belasan teman, semua nembak. Semua juga beralasan “waktu lebih mahal dibanding uang tembak”. Ironis yah…

Buat apa saya menulis ini? Agar “pemantau” polisi paham praktek yang berjalan selama ini. Sama sekali tidak ada niat menyulitkan pembuat SIM tembak karena cara yang akan saya sampaikan di bawah ini mungkin menjadi tidak bisa dilakukan lagi. Saya justru sangat berharap pembuatan SIM dipermudah, sehingga orang tidak merasa perlu menghubungi calo. Tapi selama prakteknya masih sama, maka tulisan ini untuk memberi wawasan pembuat SIM yang butuh info seperti saya sebelumnya.

Jadilah saya googling bagaimana membuat SIM tembak, berapa harganya. Saya masuk ke salah satu thread yang sangat popular, yang menjual jasa buat SIM. Populer banget, tidak sampai 5 menit saya sudah WA ybs. Responnya pun cepat. Dalam waktu singkat, uang langsung saya transfer lalu booking hari di akhir 2019.

Sehari sebelum pembuatan SIM, saya di-WA oleh si calo:

Gan/sis, untuk kloternya dijadwalkan Hari xxx xx ****ber 2019 (besok). Jika ada perubahan lagi, akan kami infokan segera. Namun, jika tidak ada info lagi, berarti tidak ada perubahan hari dan kemudian prosedur lengkapnya (info teknisnya) akan kami infokan malam ini pukul 21:00. Silahkan siapkan KTP Asli, KK Asli (bagi yang menggunakan resi e-KTP dari kelurahan), FC KTP 4 lbr, Pas Foto 4×6 2 lbr (warna background bebas), pulpen dan pensil 2B. Tks.

Untuk Lokasi dan Waktu:

Satpas Daan Mogot Pukul 07:00 WIB

Pas foto dan pensil 2B ternyata tidak saya pakai.

Lalu malamnya saya di-WA lagi:

Gan/Sis, besok pukul 07:00 pagi datang ke Satpas Daan Mogot (JANGAN TELAT!!! TELAT = TIDAK DILAYANI = ANGUS). Bawa KTP asli, KK asli (Khusus yang menggunakan Resi e-KTP), Fotocopy ktp 4 lembar, Pas Foto 4×6 2 lembar (warna background bebas), pulpen, & pensil 2B.

Titik kumpulnya adalah di Indomaret Daan Mogot yang sejajar dengan Pom Bensin Shell. Kl sudah sampai, langsung telepon Pak Mantul (08138310xxxx). Lalu ikuti prosedur yang diberikan hingga selesai.

Lokasi Indomaret Daan Mogot:

https://goo.gl/maps/5fmTnXaaD562

Harap sabar menunggu panggilan ya Gan/Sis. Saat ini Satpas sedang ramai. Disarankan menyiapkan waktu sehari. Estimasi waktu selesai maksimal pukul 4 sore (Jika ada kendala sistem). Namun jika lancar2 saja, setengah hari sudah selesai. 

Note:

  1. Jangan menggunakan Kaos, Celana Pendek, dan Sandal.
  2. Jika besok nomor HP diatas belum bisa dihubungi/diangkat, mohon dicoba terus. Pasti diangkat, karena yang menelepon banyak, jadi harus bersabar. 
  3. Biasanya di dalam Satpas akan ada orang yang menawarkan untuk skip tes praktek dengan biaya berkisar antara 50rb s.d. 100rb. Layanan tersebut bukan merupakan layanan kami. Agan/Sista silahkan mau diambil atau tidak. Namun kami informasikan, walaupun Agan/Sista mengikuti tes praktek, tetap akan lulus juga. 
  4. Jika besok satpas daan mogot steril, pembuatan SIM akan dialihkan ke satpas tangerang. Untuk transportasi telah disediakan.

Tks.

Jam 7 pagi tepat saya sudah di Indomaret lalu menelepon Pak Mantul. Diarahkan untuk jalan masuk gang sebelah Indomaret, sampai ketemu plang dokter praktek sebelah kiri. Saya masuk, langsung ditanya, “Cari Pak Mantul ya?”

WhatsApp Image 2019-12-17 at 17.09.34
Tempat tunggu pembuat sim tembak

Satu per satu didaftarkan namanya, lalu dipanggil, diberikan uang Rp150.000 untuk pembuat SIM A. Itu untuk pembuatan Sim A baru (Rp120.000) dan biaya cek kesehatan (Rp30.000). Lalu dipesani, “Tidak usah beli asuransi.”

WhatsApp Image 2019-12-17 at 17.09.36
Tarif sebenarnya

Kemudian dapat kabar bahwa Satpas Daan Mogot sedang steril, maka kami yang berjumlah puluhan orang diantar ke Satpas Tangerang. Dilepas untuk ngantri sendiri. Dipesani, “Nanti kalau sudah foto, langsung kembali ke mobil. Jangan ikut tes teori dan praktek.”

WhatsApp Image 2019-12-17 at 17.09.33 (1)
Mobil yang membawa kami dari Daan Mogot ke Satpas Tangerang

Sebagian ngedumel karena merasa sudah bayar mahal kok tetap ngantri? Mungkin harapannya tinggal foto saja. Memang sih, antrinya itu menyebalkan. Ada beberapa kali antri:

  1. Antri daftar dan bayar tes kesehatan
  2. Antri tes kesehatan
  3. Antri bayar SIM A baru
  4. Antri ambil form pendaftaran
  5. Antri foto
WhatsApp Image 2019-12-17 at 17.09.34 (1)
Antri, semua antri

Rata-rata tiap jenis antri itu menghabiskan waktu satu jam! Yang paling lama adalah antri foto, sekitar 3 jam. Gimana enggak, wong nomor antrian saya 648, sementara waktu itu baru sampai 200-an. Tapi memang sekali masuk ruang foto sekitar 40 orang.

antrian
Nomor antrian 648, masih jauh!

Total waktu di Satpas Tangerang itu 6 jam. Dari jam 8 pagi, sampai jam 2 siang. Pulang kembali ke tempat awal kumpul yang plang dokter praktek tadi, dengan mobil yang sama.

Diinfo bahwa, SIM baru jadi malam hari. Silakan bagi yang mau tunggu, tapi bisa sampai tengah malam. Bisa juga nanti dikirim pakai Go Send, bayar masing-masing. Atau datang besok paginya.

Begitulah realita pembuatan SIM di Jakarta!

Naik Kereta dari Merak ke Jakarta

Sudah beberapa bulan ini saya tinggal di Cilegon dan kerja di Merak. Biasanya setiap Jumat malam pulang ke Jakarta pakai mobil kantor, barengan teman kantor. Tapi rasanya kurang sreg kalau belum coba pakai transportasi umum dari Merak ke Jakarta.

Jadilah saya tanggal 18 Oktober 2019 coba kereta dari Merak. Konon katanya dulu ada kereta langsung Merak – Tanah Abang (tidak ganti kereta). Sekarang, harus ganti kereta di Rangkas Bitung.

Sekitar 16.15 saya keluar kantor di MCCI yang tidak jauh dari pintu tol Merak. Naik angkot merah sekitar 15 menit sampai Stasiun Merak. Ongkosnya Rp5.000.

Supir angkot menurunkan saya di pinggir rel, lalu diarahkan, “Masuk lewat jalan kecil itu.”

IMG20191018162423

Jalannya memang kecil, hanya untuk pejalan kaki. Juga sepi.

IMG20191018162307
Jalan setapak menuju Stasiun Merak

Masuk stasiun, juga sepi. Saya terlalu cepat datang. 16.40 sudah sampai stasiun. Padahal jadwal berangkat 17.20. Ada tempat duduk-duduk untuk penumpang menunggu.

Harga tiket Merak – Rangkas Bitung itu murah banget. Cuma TIGA RIBU PERAK! KAI apa tidak rugi ya?

IMG20191018162638
Tiket Merak – Rangkas Bitung hanya Rp3.000

Kereta datang. Penumpang masuk. Tepat 17.20 kereta berangkat. On time banget. Sebelum kereta bergerak, saya sempat ngintip ke loket tiket. Tidak ada antrian. Jadi lain waktu kalau mau naik kereta ini lagi, mepet mepet juga bisa. Tidak perlu takut tiket habis.

Di dalam kereta, penumpangnya sepi. Berhubung tidak ada nomor kursi, ya saya cari yang kosong. Model kursinya 2-3 berhadap-hadapan, seperti kereta ekonomi ke seantero Jawa. Saya duduk di kursi 2. Maksudnya, kursi yang muat 2 orang. Selonjorkan kaki ke kursi hadapannya. Sejak berangkat sampai ke Rangkas Bitung kursi di depan saya kosong.

Kereta tiga ribuan ini ber-AC loh! Dan ada colokan di setiap pinggiran kursi.

IMG20191018163653
Beberapa AC dalam satu gerbong kereta Merak

Hati-hati ya dengan jadwalnya. Kereta dari Merak ke Rangkas Bitung sehari ada enam kali keberangkatan: 5.00; 6.30; 10.20; 11.45; 15.35; 17.20. Sedangkan dari Rangkas Bitung ke Merak juga ada enam kali keberangkatan: 3.50; 7.45; 09.05; 12.45; 20.00.

IMG20191007050633
Jadwal kereta Merak – Rangka Bitung dan sebaliknya

Sampai Rangkas Bitung, saya harus keluar stasiun dulu untuk tap e-money. Lalu masuk lagi untuk naik Commuter Line sampai Tanah Abang. Ada hampir tiap jam. Dari Tanah Abang lanjut ke Manggarai, terus ke Buaran. Pengurangan e-money nya dari Rangkas Bitung ke Buaran itu Rp10.000.

Pengalaman ini memunculkan simpulan di kepala saya: kereta sekarang sangat nyaman. Tepat waktu. Adem. Murah. Walaupun masih ada kurangnya: lambat.

Pengalaman Mengurus Akta Kelahiran Anak di Kelurahan Cipinang Melayu

IMG20190514102545
Beberapa persyaratan urusan administratif di Keluarahan Cipinang Melayu. Kertas ini tinggal diambil untuk dibawa pulang.

Ini sebetulnya untuk catatan pribadi saya saja, siapa tahu nanti dikasih anak lagi, jadi tinggal buka tulisan ini. Tapi siapa tahu kan juga berguna buat orang tua yang lain. Lanjutkan membaca “Pengalaman Mengurus Akta Kelahiran Anak di Kelurahan Cipinang Melayu”

Pengalaman Melahirkan Normal RSU Bhakti Asih

Biaya Kelas II Normal Rp6.215.000

IMG20190502090136
Antri di loket kasir RSU Bhakti Asih

HPL istri saya sebenarnya 27 April 2019, tapi belum kunjung mules, sehingga baru lahir pada 1 Mei 2019 pukul 2:27 dini hari. Saya mau bagikan cerita tentang pengalaman dan biaya yang saya keluarkan selama proses persalinan istri. Saya dan istri punya BPJS, tetapi memilih untuk tidak menggunakannya. Mau cash saja. Lanjutkan membaca “Pengalaman Melahirkan Normal RSU Bhakti Asih”

Nyicip Kereta Api Aceh

Minggu 7 Oktober 2018 saya iseng-iseng cobain naik kereta di Aceh. Kebetulan lagi main ke rumah kakek di Krueng Mane (masih sekitar 30 menit naik mobil ke Utara Lhokseumawe, Aceh). Stasiun Krueng Mane itu berjarak sekitar 20 menit jalan kaki dari rumah kakek.

IMG20181007090536
Stasiun Krueng Mane

Sudah jam 9 pagi tapi suasana Stasiun Krueng Mane masih sepi, padahal kereta berangkat jam 9.15. Hanya ada saya dan seorang ibu-ibu (menjelang nenek-nenek). Harga tiketnya Rp1.000. Ini yang benar saja, harga tiketnya serius hanya seribu perak? Si petugas wanita muda mengulang lagi, “Tiketnya seribu.” Lanjutkan membaca “Nyicip Kereta Api Aceh”

Taman Piknik – Tempat Rekreasi Gratis di Jakarta

IMG20180614164038
Tulisan ketka masuk Taman Piknik

Siapapun yang mengaggas adanya taman ini, saya ingin berterima kasih. Keren banget!

Sebetulnya ada beberapa taman gratis di Jakarta yang juga keren, seperti Taman Ayodya dan Taman Suropati. Tapi si Taman Piknik ini paling dekat dengan lokasi saya tinggal, yaitu di daerah Kalimalang rada masuk sedikit di Kodam. Hanya sekitar 5 menit naik kendaraan atau 15 menit jalan kaki. Lanjutkan membaca “Taman Piknik – Tempat Rekreasi Gratis di Jakarta”