Keluar Harian

Kalau sudah mudah dapat tulisan, makan enak setiap hari, keluar masuk hotel, status sosial spesial, seperti yang saya ceritakan di tulisan sebelumnya, lantas kenapa saya keluar dari media harian?

pengunduran-diri
Dok: mommiesdaily.com

Setahun cukup sudah buat saya jadi reporter. Pertama, jujur saja, gajinya kecil! Saya ingat betul pernah ikutan demo buruh di Monas, mereka menuntut UMR naik di angka sekian. Yang diminta buruh itu, masih lebih tinggi dari gaji saya. Sedih rasanya. Saya liputan kan kasarnya buat bantu memperjuangkan para buruh supaya isu kenaikan UMR naik dan memerahkan telinga pengusaha sekaligus pemerintah. Tapi saya sendiri siapa yang perjuangkan?

Lanjutkan membaca “Keluar Harian”

Masuk Harian

Pernah setahun dalam hidup saya, berkarir menjadi seorang reporter di sebuah Harian Ekonomi Jurnal (bukan nama sebenarnya), sebuah surat kabar nasional yang usianya sudah puluhan tahun. Kantornya di Menteng, Jakarta. Waktu tepatnya itu Oktober 2012 – Oktober 2013. Ini cerita saya selama jadi reporter, siapa tahu ada yang berminat untuk tahu…. Lanjutkan membaca “Masuk Harian”

Hikikomori: Ditakuti Jepang, Diikuti Remaja Indonesia

wsj
Dok: Wall Street Journal

Tiga orang teman yang saya tanya, tahu tidak Hikikomori itu apa? Mereka semua tidak. Yang mereka tahu, Hikikomori itu adalah istilah dalam Bahasa Jepang. Jadi, memang ini fenomena yang belum lazim ada di Indonesia, tapi cukup popular di Jepang. Saya juga baru tahu setelah menonton sebuah film dokumenter di Youtube.

Kalau didefinisikan secara istilah, menurut Wikipedia, Hikikomori artinya Lanjutkan membaca “Hikikomori: Ditakuti Jepang, Diikuti Remaja Indonesia”