Resensi buku DRUPADI Ardian Kresna

IMG20180319063415Saya tidak pernah suka nonton wayang, tetapi lewat buku ini, saya jadi suka cerita wayang. Sering kan kita dengar Pandawa Lima, Kurawa, Yudhistira, Bima, Nakula, Sadewa, Arjuna, Gatot Kaca, dsb. Nama-nama itu buat saya, sebelum baca buku ini, hanya seperti nama-nama terkenal saja. Tanpa tahu hubungan antartokoh itu. Buku ini membuatnya lebih jelas.

Dengan plot cerita yang menarik, intrik-intrik kehidupan yang tak terduga, dan bahasa yang mengalir, saya nyaman sekali baca buku ini. Ceritanya besarnya: Drupadi dan Pandawa Lima diusir dari negerinya karena Yudhistira (kakak tertua Pandawa Lima) kalah berjudi dengan Kurawa. Yudhistira mempertaruhkan semua hartanya, bahkan sampai adik-adiknya dan isterinya (Drupadi) ikut dipertaruhkan.

Lanjutkan membaca “Resensi buku DRUPADI Ardian Kresna”

Cari Damai di Eling Bening

IMG20180301171936
Eling Bening

Pas lagi ada meeting di Banaran Resort, saya mampir ke Eling Bening. Ini adalah tempat wisata mata. Buat yang matanya suntuk-suntuk, melihat layar laptop melulu, nah di sini pas untuk cuci mata. Pemandangannya luar biasa, ada hamparan Danau Rawa Pening di bawah sana, dengan latar bermacam-macam gunung, mungkin salah satunya Gunung Merbabu. Jalan raya dengan mobil-mobil yang melintas jarang-jarang, membuat pemandangan semakin hidup. Lanjutkan membaca “Cari Damai di Eling Bening”

Cari Damai di Kebun Teh Jamus

jamus
Rute ke Jamus, 4 kali naik kendaraan dari Semarang

Sudah lama saya berencana ingin ke Kebun Teh Jamus (Ngawi, Jawa Tengah). Kebetulan lagi kerja di Semarang, jadi dimanfaatkan untuk ke Jamus, yaitu pada Sabtu, 10 Februari 2018. Dari Semarang saya naik bus ke Solo. Naiknya dari Sukun. Sukun ini secara de jure bukan terminal, tapi secara de facto terminal. Ibarat kalau di Jakarta itu UKI yang dulu (sekarang sudah ditertibkan). Busnya patas, cukup nyaman. Seingat saya berhenti hanya di beberapa tempat, termasuk Bawen. Lanjutkan membaca “Cari Damai di Kebun Teh Jamus”

Krisis Keuangan Pasti Datang

korjak
http://www.ebooks.gramedia.com

Koran Jakarta kemarin (11 Maret 2018) headline-nya: Krisis Keuangan Pasti Datang, Hanya Soal Waktu. Judul ini membuat saya agak bergidik. Yang namanya krisis ekonomi itu tidak enak. Bank bisa tutup, orang dibatasi pengambilan uangnya di ATM hanya maksimal 60 Euro per hari, ini terjadi di Yunani. PHK dilakukan, padahal utang masih banyak. Uang tidak punya harganya lagi seperti di Zimbabwe, jadi pada pakai emas untuk alat tukar, karena nilainya lebih stabil.

Kengerian itu yang muncul waktu baca Koran Jakarta. Lalu saya cek video-video di Youtube tentang krisis ekonomi di US. Banyak pengamat yang berpendapat sama dengan headline Korjak. Kalau krisis 2008 masih bisa ditolong dengan quantitive easing-nya US, jadi dana murah gampang didapat. Untuk krisis berikutnya tidak bisa begitu (kata Korjak). Lanjutkan membaca “Krisis Keuangan Pasti Datang”