SIM A Nembak Rp850.000

WhatsApp Image 2019-12-17 at 17.09.33
Saya merasa anjuran ini semu dan sangat sulit digapai

Kebutuhan SIM adalah keniscayaan buat saya (dan buat banyak orang!). Tidak bisa tidak. Namun, kalau menjalankan prosedur pembuatan SIM tanpa calo, sudah tahu sama tahu, bahwa itu sangat susah. Dulu pengalaman saya buat SIM C sampai bolak-balik tiga kali. Habis waktu saya tiga hari. Itu dulu, waktu masih lajang, yang waktunya masih agak senggang. Datang yang ketiga, langsung diumumkan, “Bagi yang mau ‘dibantu’ silakan ke depan.” Saya ingat sekali dulu bayar Rp200.000, sepuluh tahun lalu.

Sekarang, saya sudah punya dua anak. Sangat butuh waktu untuk keluarga. Bisa saja mengorbankan cuti sampai beberapa hari (hampir pasti tidak cukup sehari selesai), tapi saya lebih butuh waktu beberapa hari itu ketimbang uang Rp850.000 (Segini terbilang mahal, saya tanya yang bareng saya rata-rata Rp700ribu).

Coba deh tanya ke orang-orang sekitar, berapa banyak yang buat SIM tanpa nembak? Saya sudah tanya belasan teman, semua nembak. Semua juga beralasan “waktu lebih mahal dibanding uang tembak”. Ironis yah…

Buat apa saya menulis ini? Agar “pemantau” polisi paham praktek yang berjalan selama ini. Sama sekali tidak ada niat menyulitkan pembuat SIM tembak karena cara yang akan saya sampaikan di bawah ini mungkin menjadi tidak bisa dilakukan lagi. Saya justru sangat berharap pembuatan SIM dipermudah, sehingga orang tidak merasa perlu menghubungi calo. Tapi selama prakteknya masih sama, maka tulisan ini untuk memberi wawasan pembuat SIM yang butuh info seperti saya sebelumnya.

Jadilah saya googling bagaimana membuat SIM tembak, berapa harganya. Saya masuk ke salah satu thread yang sangat popular, yang menjual jasa buat SIM. Populer banget, tidak sampai 5 menit saya sudah WA ybs. Responnya pun cepat. Dalam waktu singkat, uang langsung saya transfer lalu booking hari di akhir 2019.

Sehari sebelum pembuatan SIM, saya di-WA oleh si calo:

Gan/sis, untuk kloternya dijadwalkan Hari xxx xx ****ber 2019 (besok). Jika ada perubahan lagi, akan kami infokan segera. Namun, jika tidak ada info lagi, berarti tidak ada perubahan hari dan kemudian prosedur lengkapnya (info teknisnya) akan kami infokan malam ini pukul 21:00. Silahkan siapkan KTP Asli, KK Asli (bagi yang menggunakan resi e-KTP dari kelurahan), FC KTP 4 lbr, Pas Foto 4×6 2 lbr (warna background bebas), pulpen dan pensil 2B. Tks.

Untuk Lokasi dan Waktu:

Satpas Daan Mogot Pukul 07:00 WIB

Pas foto dan pensil 2B ternyata tidak saya pakai.

Lalu malamnya saya di-WA lagi:

Gan/Sis, besok pukul 07:00 pagi datang ke Satpas Daan Mogot (JANGAN TELAT!!! TELAT = TIDAK DILAYANI = ANGUS). Bawa KTP asli, KK asli (Khusus yang menggunakan Resi e-KTP), Fotocopy ktp 4 lembar, Pas Foto 4×6 2 lembar (warna background bebas), pulpen, & pensil 2B.

Titik kumpulnya adalah di Indomaret Daan Mogot yang sejajar dengan Pom Bensin Shell. Kl sudah sampai, langsung telepon Pak Mantul (08138310xxxx). Lalu ikuti prosedur yang diberikan hingga selesai.

Lokasi Indomaret Daan Mogot:

https://goo.gl/maps/5fmTnXaaD562

Harap sabar menunggu panggilan ya Gan/Sis. Saat ini Satpas sedang ramai. Disarankan menyiapkan waktu sehari. Estimasi waktu selesai maksimal pukul 4 sore (Jika ada kendala sistem). Namun jika lancar2 saja, setengah hari sudah selesai. 

Note:

  1. Jangan menggunakan Kaos, Celana Pendek, dan Sandal.
  2. Jika besok nomor HP diatas belum bisa dihubungi/diangkat, mohon dicoba terus. Pasti diangkat, karena yang menelepon banyak, jadi harus bersabar. 
  3. Biasanya di dalam Satpas akan ada orang yang menawarkan untuk skip tes praktek dengan biaya berkisar antara 50rb s.d. 100rb. Layanan tersebut bukan merupakan layanan kami. Agan/Sista silahkan mau diambil atau tidak. Namun kami informasikan, walaupun Agan/Sista mengikuti tes praktek, tetap akan lulus juga. 
  4. Jika besok satpas daan mogot steril, pembuatan SIM akan dialihkan ke satpas tangerang. Untuk transportasi telah disediakan.

Tks.

Jam 7 pagi tepat saya sudah di Indomaret lalu menelepon Pak Mantul. Diarahkan untuk jalan masuk gang sebelah Indomaret, sampai ketemu plang dokter praktek sebelah kiri. Saya masuk, langsung ditanya, “Cari Pak Mantul ya?”

WhatsApp Image 2019-12-17 at 17.09.34
Tempat tunggu pembuat sim tembak

Satu per satu didaftarkan namanya, lalu dipanggil, diberikan uang Rp150.000 untuk pembuat SIM A. Itu untuk pembuatan Sim A baru (Rp120.000) dan biaya cek kesehatan (Rp30.000). Lalu dipesani, “Tidak usah beli asuransi.”

WhatsApp Image 2019-12-17 at 17.09.36
Tarif sebenarnya

Kemudian dapat kabar bahwa Satpas Daan Mogot sedang steril, maka kami yang berjumlah puluhan orang diantar ke Satpas Tangerang. Dilepas untuk ngantri sendiri. Dipesani, “Nanti kalau sudah foto, langsung kembali ke mobil. Jangan ikut tes teori dan praktek.”

WhatsApp Image 2019-12-17 at 17.09.33 (1)
Mobil yang membawa kami dari Daan Mogot ke Satpas Tangerang

Sebagian ngedumel karena merasa sudah bayar mahal kok tetap ngantri? Mungkin harapannya tinggal foto saja. Memang sih, antrinya itu menyebalkan. Ada beberapa kali antri:

  1. Antri daftar dan bayar tes kesehatan
  2. Antri tes kesehatan
  3. Antri bayar SIM A baru
  4. Antri ambil form pendaftaran
  5. Antri foto
WhatsApp Image 2019-12-17 at 17.09.34 (1)
Antri, semua antri

Rata-rata tiap jenis antri itu menghabiskan waktu satu jam! Yang paling lama adalah antri foto, sekitar 3 jam. Gimana enggak, wong nomor antrian saya 648, sementara waktu itu baru sampai 200-an. Tapi memang sekali masuk ruang foto sekitar 40 orang.

antrian
Nomor antrian 648, masih jauh!

Total waktu di Satpas Tangerang itu 6 jam. Dari jam 8 pagi, sampai jam 2 siang. Pulang kembali ke tempat awal kumpul yang plang dokter praktek tadi, dengan mobil yang sama.

Diinfo bahwa, SIM baru jadi malam hari. Silakan bagi yang mau tunggu, tapi bisa sampai tengah malam. Bisa juga nanti dikirim pakai Go Send, bayar masing-masing. Atau datang besok paginya.

Begitulah realita pembuatan SIM di Jakarta!