Miracle in The Andes

Kisah nyata kecelakaan pesawat di pegunungan Andes. Penulisnya, Nando Parrado, adalah salah satu korban yang selamat dari kecelakaan tersebut. Mereka yang ada dalam pesawat tersebut adalah para pemain Rugby yang ingin tanding ke negara tetangga. Pesawat berhasil mendarat dengan baik di pegunungan dengan perut pesawat mendatar, sehingga korban meninggal minim. Dari 45 orang hanya 32 yang masih hidup.

Pada awalnya mereka bertahan di tempat tersebut dengan mengandalkan perbekalan seadanya yang itu minim sekali. Satu per satu meninggal karena tidak kuat dengan cuaca yang sangat dingin. Suatu saat bekal mereka habis dan tidak ada apapun yang bisa dimakan. Di sekeliling mereka hanya ada salju dan salju. Akhirnya mereka, dengan sangat berat hati, memutuskan untuk memakan daging dari kawan-kawan mereka sendiri yang telah mati. Ini bagian yang paling menghebohkan buatku. Orang makan orang!

Tapi mau bagaimana lagi? Tidak ada pilihan lain untuk bertahan hidup. Mereka memakan hampir seluruh bagiannya sampai hati dan jantung. Menjijikan ya? Itulah bagian cerita yang paling kontroversial.

Mereka mampu bertahan sampai 72 hari! Itu tinggal 16 orang, termasuk Nando. Nando dan salah seorang kawannya lah yang berjalan berminggu-minggu sampai bertemu dengan kehidupan manusia. Pertolongan segera datang menjemput kawan-kawannya yang 14 orang lagi.

Dari sini kita bisa melihat betapa dahsyatnya perjuangan hidup mereka. Tidak ada yang menyangka mereka masih hidup. Hebatnya, konflik antar personal tidak begitu hebat sehingga mereka bisa bekerja sama layaknya sebuah tim.

Kawanku mengatakan kisah ini telah diangkat ke dalam sebuah film, tapi aku belum pernah melihatnya.

Iklan