Kuntum Farm Field untuk Anak Senang

Tidak banyak pilhan buat saya yang tinggal di Jakarta, yang kalau dapat libur itu hanya Sabtu Minggu, untuk bisa liburan jauh dan lama. Tidak bisa jauh karena terbatas dana. Tidak bisa lama ya karena itu tadi, hanya Sabtu Minggu. Bandung masih memungkinkan, tapi bakal capek di jalan. Yang paling mungkin itu ya Bogor. Tapi Bogor yang kota, bukan yang puncak. Kalau yang puncak, males juga macetnya.

Jadilah kemarin, Sabtu 11.08.2018, saya ke Kuntum Farm Field, sama anak istri. Ini kayaknya yang punya anak IPB deh, mungkin kakak kelas saya. Bogor, agrowisata, peternakan, perkebunan, siapa lagi?

Awalnya saya pikir luangan waktu kami 3 jam di Kuntum itu kurang, eh ternyata malah kelebihan, karena anak saya sudah minta pulang padahal baru 2 jam.

IMG20180812105802
Tiket masuk Kuntum Farm Field Rp50.000 di hari libur/weekend

Tiket masuk Rp50.000 karena weekend. Kalau weekdays Rp45.000. Anak kecil di atas 2 tahun bayar. Kelihatannya baru naik, karena sebelumnya saya cek di beberapa blog dan vlog itu masih Rp40.000. Uang segitu hanya untuk tiket masuk, belum termasuk ngasih makan hewan.

Awal masuk, yang kelihatan pertama adalah kolam-kolam ikan. Ada ikan mas, ada ikan patin, ada ikan lele. Yang gak ada adalah Arapaima Gigas. Tempatnya bersih, kolamnya juga bersih-bersih, jadi enak dilihat.

Agak masuk lebih dalam lagi, ketemu dengan “pusat atraksi” yang artis utamanya adalah kambing, sapi, dan kelinci. Di sekeliling mereka ada anak-anak yang memberi makan atau minum. Makanan dan minuman itu dibeli oleh orang tua dari anak-anak itu, untuk diberikan ke hewan yang ada di situ.

IMG20180811155743
Memberi minum kambing di Kuntum Farm Field

Bagus juga bisnis mereka ya. Kita dipersilakan memberi makan hewan ternak mereka dengan uang kita sendiri yang ditukarkan dengan pakan yang mereka jual. Dan untuk melakukan itu, kita juga disuruh bayar (tiket masuk). Terus saya mau. Hehee.

IMG20180811155458
Sebotol susu untuk kambing dihargai Rp5.000 di Kuntum Farm Field

Tapi apalah saya, kalau sudah urusan anak, kelihatannya sulit buat menolak. Anak saya happy banget, padahal cuma kasih minum kambing dan kasih makan kelinci. Untuk setengah botol susu untuk kambing, mereka jual Rp5.000. Harga yang sama untuk sebakul sayuran untuk makanan kelinci. Yang beda adalah harga sebotol susu buat anak sapi, yaitu Rp10.000.

IMG20180811154909
Memberi makan kelinci di Kuntum Farm Field

Waktu di kandang kelinci, ada anak kecil yang lagi asik ngasih makan kelinci. Dia sambal jongkok. Tetiba ada yang mengendus kaki bagian belakangnya. Pas dia lihat, hadirlah seekor kelinci. Doi panik langsung histeris dan badannya kaku. Nangisnya kejer banget. Saya ketawa haha, tapi enggak gede-gede, takut digampar emaknya.

Sempat saya mau cari makan di dalam areal Kuntum. Ketemu resto yang apa-apa enggak ada. Cordon Bleu gak ada, padahal di menunya ada. Selain ayam gak ada. Mau pesan gado-gado katanya rebus dulu lama, mau nunggu? Aduh saya keluar aja deh. Dekat parkiran ada resto yang pilihan makanannya banyak.

Sempat saya sholat di areal Kuntum, tempatnya bagus terawat. Enak buat nongkrong-nongkrong.

Sempat saya ke Kuntum ini sekitar 3 tahun lalu, reuni angkatan kuliah. Dulu ada acara nangkap ikan. Ikannya ikan mas. Setelah ditangkap boleh dibawa pulang. Saya dapat tangkapan tapi malas bawa pulang, mending beli yang sudah digoreng di kaki lima.

Sempat saya baca-baca, di Kuntum juga ada arena berkuda dan arena berkebun. Tapi gak tau tepatnya di mana.

Jadi sebetulnya gak banyak kesan yang saya dapat. Yang menang banyak mungkin anak saya, tapi dia belum bisa nulis blog. Gimana dong?

Iklan

Resensi Buku LITTLE PRINCES Connor Grennan

IMG20180507052324
Little Princess by Connor Grennan

Ini adalah cerita perjalanan seorang backpacker asal Amerika, Connor, yang niat awalnya keliling dunia tapi kemudian di tengah perjalanannya terpanggil untuk membantu anak-anak korban perdagangan manusia di Nepal. Anak-anak itu sejatinya adalah anak baik-baik dari keturunan baik-baik. Mereka adalah anak-anak desa yang oleh orang tuanya dititipi ke seseorang untuk dipindahkan dari desanya, ke tempat manapun yang aman.

Kalau anak-anak itu tetap di desanya, mereka sangat mungkin akan diminta paksa ikut dalam semacam gerakan separatis, yang ingin menggulingkan pemerintahan Nepal. Lanjutkan membaca “Resensi Buku LITTLE PRINCES Connor Grennan”

Naik Kereta Api Padang

Kalau di Jawa, akses kereta api sudah begitu mudah dan banyak pilihannya. Jawa dari ujung ke ujung sudah terakses kereta. Juga sudah ada pembagian kelas: eksekutif, bisnis, dan ekonomi. Tinggal duitnya sanggup berapa. Ini berbeda sekali dengan kereta api di Sumatera.

Ada tiga titik lokasi jalur kereta api di Sumatera: Medan, Padang, dan Lampung-Sumsel. Tahun 2011 saya sudah pernah naik yang di Medan dan yang di Lampung-Sumsel. Yang saya ingat, kereta yang di Lampung tidak terasa seperti kereta Sumatera karena penumpangnya berbicara bahasa Jawa. Jadi keriuhannya ya keriuhan Bahasa Jawa. Sementara kereta di Medan, yang saya ingat, tiketnya murah dan penumpangnya sepi. Itu saja.

stasiun Padang
Jalur Kereta Padang – Pariaman

Lanjutkan membaca “Naik Kereta Api Padang”

Cari Damai di Eling Bening

IMG20180301171936
Eling Bening

Pas lagi ada meeting di Banaran Resort, saya mampir ke Eling Bening. Ini adalah tempat wisata mata. Buat yang matanya suntuk-suntuk, melihat layar laptop melulu, nah di sini pas untuk cuci mata. Pemandangannya luar biasa, ada hamparan Danau Rawa Pening di bawah sana, dengan latar bermacam-macam gunung, mungkin salah satunya Gunung Merbabu. Jalan raya dengan mobil-mobil yang melintas jarang-jarang, membuat pemandangan semakin hidup. Lanjutkan membaca “Cari Damai di Eling Bening”

Cari Damai di Kebun Teh Jamus

jamus
Rute ke Jamus, 4 kali naik kendaraan dari Semarang

Sudah lama saya berencana ingin ke Kebun Teh Jamus (Ngawi, Jawa Tengah). Kebetulan lagi kerja di Semarang, jadi dimanfaatkan untuk ke Jamus, yaitu pada Sabtu, 10 Februari 2018. Dari Semarang saya naik bus ke Solo. Naiknya dari Sukun. Sukun ini secara de jure bukan terminal, tapi secara de facto terminal. Ibarat kalau di Jakarta itu UKI yang dulu (sekarang sudah ditertibkan). Busnya patas, cukup nyaman. Seingat saya berhenti hanya di beberapa tempat, termasuk Bawen. Lanjutkan membaca “Cari Damai di Kebun Teh Jamus”

Solo – Sukoharjo Jalan Kaki

Screenshot_2018-02-25-09-46-55-55Niat awalnya sih, saya mau lari dari Solo sampai Sukoharjo. Betulan lari. Atau minimal, banyakan larinya daripada jalannya. Tapi tidak kuat ternyata. Jarak dari tempat saya menginap di Solo sampai rumah teman saya di Sukoharjo itu sekitar 16 km, kata Google Maps. Dulu saya pernah ikut lari Half Marathon (21 km), itu bisa separuh lebih lari. Masak yang ini jaraknya lebih pendek gak bisa. Gitu awal mikirnya. Tapi apa daya, ternyata kuat larinya cuma 5 km pertama saja, sisanya jalan.

Sukoharjo itu, menurut saya, semacam kota satelitnya Solo. Mirip dengan Bogor-nya Jakarta atau Sidoarjo-nya Surabaya. Banyak yang berrumah di Sukoharjo, tetapi sehari-hari kerjanya di Solo. Lanjutkan membaca “Solo – Sukoharjo Jalan Kaki”

Dua Jam di Jepara

Sebetulnya saya sudah punya rencana rapi dari Semarang ke Pantai Kartini Jepara, nyeberang ke Pulau Panjang, sewa tenda dan bermalam di sana. Lalu besoknya balik lagi ke Semarang. Tapi ternyata kapal tidak ada yang berangkat.

Berangkat dari Pandanaran, Semarang, saya pakai Trans Semarang yang tiketnya sama dengan Trans Jakarta: Rp3.500, sampai Terminal Terboyo. Di sini mudah ditemui mini bus menuju Jepara. Semacam metro mini kalau di Jakarta. Nah saya naik itu. Penumpang sebelah wanita muda, saya tanya ongkosnya berapa sampai Jepara? Dia bilang biasanya Rp15.000. Jadi waktu kernet nagih ongkos, saya kasih uang pas. Pengalaman dulu-dulu, suka kena ongkos lebih mahal karena kelihatan bukan orang setempat.

IMG20180127143909
Terminal Jepara. Bus pink baru datang dari Semarang

Lanjutkan membaca “Dua Jam di Jepara”