Satu minggu penuh saya ikut meliput Jakarta Fashion Week 09/10 di Pacific Place lewat blog ini. Fashion adalah suatu hal yang sangat baru buat saya. Sesuatu yang glamor, penuh hura-hura, dan tidak terakses dengan baik. Paling tidak, itu yang tampak di TV.
Begitu pula pendapat teman-teman sekitar saya tentang fashion. Ada yang menambahkan, fashion Indonesia tidak kuat, hanya berkiblat ke Milan dan Paris. Ada juga yang berkomentar, kain Indonesia itu tidak cuma batik, banyak yang lain yang tidak diketahui para desainer. Bermacam komentar tentang fashion.
Seminggu liputan membuat pola pikir saya berubah. Walaupun, dunia fashion ya tetap dunia fashion yang tidak pernah lekang dengan kesan kekinian dan glamor. Tapi di balik itu, beberapa desainer top Indonesia konsisten terus-menerus mengeksplorasi kain Indonesia, motif Indonesia, budaya Indonesia. Ada yang mengangkatnya murni, ada yang mencampurnya dengan budaya luar Indonesia. Kadang hasil karya mereka membuat saya merinding. Sebegitu hebatnya eksplorasi dan modifikasi yang mereka lakukan untuk menghasilkan karya baru. Karya yang tidak terbersit sama sekali dalam pikiran saya. Kain dan motif Indonesia diangkat dan dimodifkasi sedemikian rupa tanpa meninggalkan budaya aslinya.
Para desainer kita sudah banyak yang sadar dan berkomitmen dengan budaya Indonesia; Anne Avanti dengan cita-citanya menggabungkan batik se-Jawa Tengah, Merdi Sihombing yang rela riset ke daerah-daerah pelosok untuk mengangkat kembali kain tenun daerah; Ghea Panggabean yang lengkap dengan pencitraan etnik khas Indonesia; Bakat-bakat baru secara mencengangkan ikut andil dalam mengangkat ragam kain Indonesia pada Lomba Perancang Mode; dan sebagainya.
Sepertinya semua sepakat dengan apa yang dikatakan Iwan Tirta dalam Reader’s Digest Indonesia edisi November, Ia berpesan pada desainer muda Indonesia, “The more Indonesia you are, the more successful you will be abroad. Kalau main fashion Barat juga, walah, lebih banyak yang lebih pintar dari Anda!”
Jadi, kesimpulannya, kita harus kembali ke potensi diri kita sendiri yang memang sejak lama sudah ada. Eksplorasi budaya dan kain Indonesia adalah satu-satunya cara paling efektif menembus pasar internasional. Selamat berjuang desainer-desainer Indonesia. Katakan pada Milan dan Paris bahwa Indonesia sudah kreatif sejak dilahirkan!

Hidup fashion Indonesia! Dok: Iqbal.



















Komentar Terakhir