Cari Damai di Kebun Teh Jamus

jamus
Rute ke Jamus, 4 kali naik kendaraan dari Semarang

Sudah lama saya berencana ingin ke Kebun Teh Jamus (Ngawi, Jawa Tengah). Kebetulan lagi kerja di Semarang, jadi dimanfaatkan untuk ke Jamus, yaitu pada Sabtu, 10 Februari 2018. Dari Semarang saya naik bus ke Solo. Naiknya dari Sukun. Sukun ini secara de jure bukan terminal, tapi secara de facto terminal. Ibarat kalau di Jakarta itu UKI yang dulu (sekarang sudah ditertibkan). Busnya patas, cukup nyaman. Seingat saya berhenti hanya di beberapa tempat, termasuk Bawen. Lanjutkan membaca “Cari Damai di Kebun Teh Jamus”

Solo – Sukoharjo Jalan Kaki

Screenshot_2018-02-25-09-46-55-55Niat awalnya sih, saya mau lari dari Solo sampai Sukoharjo. Betulan lari. Atau minimal, banyakan larinya daripada jalannya. Tapi tidak kuat ternyata. Jarak dari tempat saya menginap di Solo sampai rumah teman saya di Sukoharjo itu sekitar 16 km, kata Google Maps. Dulu saya pernah ikut lari Half Marathon (21 km), itu bisa separuh lebih lari. Masak yang ini jaraknya lebih pendek gak bisa. Gitu awal mikirnya. Tapi apa daya, ternyata kuat larinya cuma 5 km pertama saja, sisanya jalan.

Sukoharjo itu, menurut saya, semacam kota satelitnya Solo. Mirip dengan Bogor-nya Jakarta atau Sidoarjo-nya Surabaya. Banyak yang berrumah di Sukoharjo, tetapi sehari-hari kerjanya di Solo. Lanjutkan membaca “Solo – Sukoharjo Jalan Kaki”

Dua Jam di Jepara

Sebetulnya saya sudah punya rencana rapi dari Semarang ke Pantai Kartini Jepara, nyeberang ke Pulau Panjang, sewa tenda dan bermalam di sana. Lalu besoknya balik lagi ke Semarang. Tapi ternyata kapal tidak ada yang berangkat.

Berangkat dari Pandanaran, Semarang, saya pakai Trans Semarang yang tiketnya sama dengan Trans Jakarta: Rp3.500, sampai Terminal Terboyo. Di sini mudah ditemui mini bus menuju Jepara. Semacam metro mini kalau di Jakarta. Nah saya naik itu. Penumpang sebelah wanita muda, saya tanya ongkosnya berapa sampai Jepara? Dia bilang biasanya Rp15.000. Jadi waktu kernet nagih ongkos, saya kasih uang pas. Pengalaman dulu-dulu, suka kena ongkos lebih mahal karena kelihatan bukan orang setempat.

IMG20180127143909
Terminal Jepara. Bus pink baru datang dari Semarang

Lanjutkan membaca “Dua Jam di Jepara”

Terbang

Buat saya, 2017 adalah tahun dengan intensitas terbang paling tinggi. Sekitar 50 kali. Kalau dirata-ratakan, yaa sekitar 1 minggu sekali terbang, sepanjang tahun. Ini karena saya dapat proyek di luar Jakarta, padahal base kantornya di Jakarta, jadi dapat benefit hometrip tiap dua minggu.

Trayek paling sering adalah Jakarta – Surabaya. Selain itu juga Jakarta – Singapore, Jakarta – Batam, Jakarta – Semarang, dan Jakarta – Solo. Pesawat yang paling sering saya pakai adalah Citilink. Beberapa kali saja pakai Batik, Lion, Sriwijaya, Garuda, Jetstar, Tiger, Air Asia, pernah 2 kali pakai Singapore Airlines (SQ).

Baru tahun ini Lanjutkan membaca “Terbang”

Lari di Semarang

Sekarang saya jadi senang lari.

Jadi waktu ditugaskan ke Semarang, ada waktu senggang, ya lari. Dari tempat saya menginap di daerah Pandanaran, menuju Lawang Sewu. Lanjut ke Jalan Pemuda, sampai Kota Lama Semarang. Baliknya lewat Jalan Gajah Mada, sampai Simpang Lima.

Yang menarik adalah, saya ketemu beberapa mading koran. Semacam mading atau papan pengumuman di pinggir jalan, yang isinya koran yang ditempel-tempel. Ahh.. sayangnya saya lupa lihat, itu koran basi atau koran hari itu. Kelihatannya beginian sih bagus ya, karena saya lihat ada saja tuh yang baca.

IMG20171118064004
Mading koran di Semarang

Lanjutkan membaca “Lari di Semarang”

Baluran, Taman Nasional yang Tak Biasa

BWI DSC_2196 miftah
Rusa liar di Baluran. Foto: Miftah

Disebut tak biasa karena kita bisa ketemu langsung dengan beberapa hewan liar dari dalam mobil. Jadi begini, bayangkan sebuah luasan taman nasional, yang di tengah-tengahnya dibuatkan jalan untuk mobil lewat. Sebetulnya jalan yang dibuat itu adalah jalan yang digunakan oleh hewan-hewan liar yang ada dalam taman nasional. Tapi mungkin karena terlalu sering mobil lewat, orang lewat, motor lewat, jadi hewan-hewannya juga malas lewat jalan itu kali ya.. Hanya sedikit Lanjutkan membaca “Baluran, Taman Nasional yang Tak Biasa”

Taksi di Atas Gunung Ijen

Ada yang terasa berbeda di perjalanan ke Ijen kali ini, 22 September 2017. Keramahan pemilik homestay, dan cerita-ceritanya, membuat saya banyak ber-wah.

Coba googling map “Kawah Ijen Inn” di Jalan Kenjo Glondok, Licin, Banyuwangi. Nah di situ saya bermalam. Lebih tepatnya di depannya, ada rumah saudaranya Pak Paing. Sebut saja nama pemiliknya Pak Budi Luhur (lupa nama yang sebenarnya). Dulunya Pak Budi adalah seorang penambang belerang, yang bisa tidak pulang selama sebulan. Jadi dari dia berangkat sampai pulang lagi itu sebulan. Waktu itu harga belerang masih Rp350 per kg. Sekarang sudah Rp925 per kg. Dijual ke PT Candi Ngrimbi yang pabriknya di Desa Tamansari.

Lanjutkan membaca “Taksi di Atas Gunung Ijen”