Review Hotel Evo Pekanbaru

Sejak terakhir proyek dari Semarang, saya pindah proyek ke Pekanbaru. Sekitar lima bulan tinggal di Pekanbaru. Pulang ke Jakarta hanya dua minggu sekali. Nah, di Pekanbaru saya tinggal di Hotel Evo, yang posisinya persis di Jalan Sudirman, pas di ujung Jalan Nangka. Seberang hotel ada Gramedia. Antara hotel dan Gramedia ada fly over. Jalan di fly over itu termasuk jalan yang bebas dari mobil ketika car free day di hari Minggu. Jadi kita yang nge-gym di hotel kalau minggu pagi pemandangannya ya orang-orang yang lagi jogging di fly over.

IMG20180926071225
Gym di Hotel Evo lantai 5

Review ini saya buat setelah tidak tinggal di Evo lagi. Terakhir di sana tanggal 26 September 2018, lalu saya dipindah ke Aceh.

Pertama saya mau review kamarnya. Beberapa kamar saya tinggali sampai satu bulan, sebagian lagi hanya satu dua minggu. Kamar selalu bersih dan nyaman. Saya pulang kantor paling cepat jam 6 sore, itu selalu sudah bersih. Kan ada tuh hotel yang house keeper nya lupa bersihin. Setelah ditegur baru dibersihin. Nah, Evo tidak begitu. Evo selalu bersih.

IMG20180926071128
Kamar terakhir yang saya tinggali di Hotel Evo: 508

Semua TV di kamar berlayar flat, tidak ada TV tabung. Pilihan channel-nya juga cukup beragam. Ada satu meja dan satu kursi kecil, hanya cukup untuk satu orang. Jadi biasanya teman saya kerja di meja, saya di kasur pangku laptop atau turun ke lobi.

Lampu di kamar cukup. Ada lampu khusus di meja, ada lampu khusus baca di Kasur, ada juga lampu besar. Nah, saklar yang dekat kasur ada untuk lampu baca di kasur dan lampu besar. Saklar untuk lampu di meja tidak ada, jadi terkadang kalau sudah rebahan agak malas turun kasur buat matikan lampu di meja. Kalau ada juga saklarnya di dekat kasur, akan lebih bagus karena tidak perlu turun kasur. Dasar saya malas memang.

Tidak ada lemari untuk baju. Yang ada hanya gantungan baju dan semacam kotak kecil pendek yang bisa ditaruh baju atau sepatu.

AC bagus. Saya tidak menemukan ada kamar yang AC nya kurang bagus.

Shower ada di kamar mandi. Airnya lancar, tidak pernah mogok. Air panas dan dinginnya juga berjalan baik. Sabun cair nempel dekat shower. Untuk sampo ya pakai cairan itu juga. Tapi yang mungkin perlu perbaikan adalah aliran air dari shower ke pembuangan, itu lambat turunnya, jadi di beberapa kamar air mudah menggenang. Saya sering angkat sumpal pembuangannya supaya air bisa lebih lancar mengalir.

Setiap hari, disediakan sikat gigi, kopi-kopian, dan air mineral. Sikat gigi hotel tidak pernah bagus, termasuk yang di Evo. Jadi saya beli sikat ggi sendiri. Kopinya Nescafe, Teh-nya Prendjak, dan juga ada gula serta creamer.

Heater ada di tiap kamar, jadi gampang kalau mau bikin kekopian, juga gampang kalau mau bikin mie instan, hehe. Teman saya ada yang masak mie di heater, sekaligus makannya di situ juga, karena agak repot kalau minjam piring ke hotel.

kamar evo
Kamar di Hotel Evo

Tentang sarapan, alhamdulillah jenis makanannya cukup. Makanan utama selalu ada nasi ayam dan sayur. Tambahannya berganti, kadang bihun, kadang mie, kadang telur, kadang ikan. Masih makanan utama, selalu ada bubur ayam. Di samping bubur ayam ada juga sayur apa gitu (jarang ambil). Juga ada sup-supan yang bergant tiap hari, favorit saya sup cream jagung dan soto daging. Juga ada semangkuk raksasa dengan isi berganti: bubur kacang hijau, kolak, bubur kacang hitam, bubur sum-sum.

Rerotian ada kalau tidak salah 3 jenis selai, tapi jarang saya sentuh rerotian karena tidak ada meses/cokelat. Ada pojok buah, selalu 3 jenis buah, biasanya: pepaya, semangka, dan nanas. Ada pojok puding dan kue-kue kecil, favorit saya kalau ada roti jala gulung dengan selai durian, ohya, sama pisang cokelat.

Ada gerobak khusus yang isinya rebusan: pisang, jagung, ubi. Masih di gerobak yang sama, ada makanan utama yang sering berganti: nasi kuning, nasi uduk, dll.

Minuman ada di pojokan sendiri, ada air mineral, ada infused water, ada jus, dan ada susu, tapi susunya terasa dicampur air. Kopi dan teh juga punya tempat sendiri.

Wah pokoknya urusan sarapan memuaskan lah. Tapi karena saya terlalu lama di hotel jadi sesekali ada perasaan bosan.

Transportasi ke kantor dan ke bandara sudah difasilitasi hotel, antar jemput. Tapi kalau sudah malam (misalnya pas lembur) ya tidak dijemput. Driver-nya namanya Bang Ridho. Ini orang service oriented banget, pas lah kalau kerj adi hotel. Bang Ridho selalu membantu kami, selain urusan jemputan, juga urusan lain. Kami kalau tanya tentang Pekanbaru ya ke dia.

Selain transportasi, fasilitas lain yang saya dapat adalah laundry. Satu kamar maksimal lima potong per hari. Taruh saja di dalam kamar, nanti diambil. Besoknya sudah rapi terbungkus sudah diseterika. Kadang-kadang malah sorenya, di hari yang sama, sudah selesai. Tapi sayangnya, kadang-kadang baju tertukar masuk ke kamar lain.

Password wifi diganti hampir setiap hari. Beberapa kal kurang lancar, tapi pada umumnya lancar dan cepat. Sangat mendukunglah buat kerja. Malah saya lebih senang kerja di hotel karena jaringan lebih stabil dibanding di kantor.

Sekian review saya. Secara umum saya puas tinggal di Evo, dan saya rekomendasikan untuk menginap di Evo kalau ke Pekanbaru.

Penulis: Iqbal

cinta dunia jurnalistik dan rekayasa genatika...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s