Naik Kereta Api Padang

Kalau di Jawa, akses kereta api sudah begitu mudah dan banyak pilihannya. Jawa dari ujung ke ujung sudah terakses kereta. Juga sudah ada pembagian kelas: eksekutif, bisnis, dan ekonomi. Tinggal duitnya sanggup berapa. Ini berbeda sekali dengan kereta api di Sumatera.

Ada tiga titik lokasi jalur kereta api di Sumatera: Medan, Padang, dan Lampung-Sumsel. Tahun 2011 saya sudah pernah naik yang di Medan dan yang di Lampung-Sumsel. Yang saya ingat, kereta yang di Lampung tidak terasa seperti kereta Sumatera karena penumpangnya berbicara bahasa Jawa. Jadi keriuhannya ya keriuhan Bahasa Jawa. Sementara kereta di Medan, yang saya ingat, tiketnya murah dan penumpangnya sepi. Itu saja.

stasiun Padang
Jalur Kereta Padang – Pariaman

Nah, tahun 2011 itu saya sebetulnya menarget naik kereta di Padang juga, tapi tidak kesampaian. Baru kesampaian 25 Maret 2018 lalu. Alhamdulillah bisa juga naik kereta dari Padang ke Pariaman. Itu sudah dari ujung ke ujung. Jalurnya memang hanya itu. Sependek itu. Sekitar 56 km kalau kata google. Nama keretanya Sibinuang. Dalam satu hari, ada empat kali keberangkatan, baik Padang-Pariaman, maupun Pariaman-Padang.

IMG20180325064459
Stasiun Padang

Hasil googling, kereta paling pagi adalah jam 6.00 dari Padang. Saya sudah stand by di loket jam 5.30. Tapi loket tiket masih saja tertutup. Jam 6.00 juga masih tutup. Baru buka jam 6.15. Rupanya jadwal kereta paling pagi, khusus hari minggu, adalah jam 7.30. Hanya hari minggu. Hari-hari lainnya tetap jam 6.00.

Loket buka, langsung dipenuhi antrean. Tapi antrinya paling hanya 20 orang. Kalau di Jakarta kan, antrinya bisa ratusan orang, apalagi pas musim mudik. Antri sore untuk nunggu loket buka besok paginya.

Harga tiket kereta di Padang ini hanya Rp5.000. Mau dekat mau jauh ya segitu. Tidak ada kelas-kelasan. Semua satu kelas. Tiket hanya bisa dibeli sekitar 1,5 jam sebelum keberangkatan. Pas saya ngantri jam 6.15 itu, ada juga yang ngantri untuk beli tiket pemberangkatan kedua sekitar jam 9.10. Ya belum bisa. Dia pulang lagi. Tiket untuk pemberangkatan jam 9.10 baru dijual sekitar jam 7.30.

IMG20180325061620
Warung Lontong Sayur dekat Stasiun Padang. Sepiring Rp7.000

Habis beli tiket, sambil nunggu kereta, saya sarapan dulu, lontong sayur. Asli masakan padang dong, penuh dengan rempah. Harganya hanya Rp7.000 sudah kenyang. Di warung itu ada juga jajanan khas Sumatera Barat yang namanya sala. Bentuknya bulat berwarna kuning habis digoreng. Kalau di Jawa ada tempe dan tahu, nah kalau di Padang ada sala.

Kereta jalan persis jam 7.30, sesuai tiket. Stasiun demi stasiun dilewati. Penumpang terus bertambah, tetapi tetap saja tidak mengisi seluruh kursi yang ada. Ada satu stasiun yang bikin saya ketawa karena namanya: Stasiun Alai. Rupanya, Alai adalah nama sebuah wilayah, mungkin setingkat kelurahan. Kemudian saya menemukan ke-Alai-an yang lain: Pasar Alai, Puskesmas Alai, dst….

IMG20180325091732
Penampakan dalam Kereta Api Padang – Pariaman

Dalam jalur ke Pariaman, kereta melewati rumah-rumah dengan kolam ikan di sebelahnya, tanah-tanah kosong tak terurus, sungai-sungai di bawah jembatan yang dilewati kereta, sawah-sawah yang menghijau menguning, dan yang seru: pegunungan di sebelah kanan kereta. Itu adalah pegunungan (atau perbukitan) dari Taman Nasional Kerinci Seblat.

Sedikit cerita, sehari sebelum naik kereta ini, saya naik travel ke Bukittinggi dari arah Padang. Pemandangannya membuat mata segar. Itu adalah juga pemandangan dari Taman Nasional Kerinci Seblat. Juga ketemu dengan Air Terjun Lembah Anai yang letaknya di pinggir jalan, kelihatan dari travel. Juga ketemu dengan sebuah jalan lembah yang di sebelah kirinya Gunung Singgalang dan sebelah kanannya Gunung Marapi. Juga ketemu dengan jalur-jalur kereta yang sudah tertimbun tanah, muncul lagi, tertimbun tanah lagi, lalu tertimbun rumah, ruko, dst. Mungkin zaman belanda ada jalur kereta ke Bukittinggi.

Kalau dari bukunya Marah Rusli yang judulnya Marah Rusli, dia bercerita naik kereta setelah lulus dari sekolahnya di Bukittinggi menuju rumahnya di Padang. Itu dengan setting waktu sekitar 1908. Mungkin memang benar dulu pernah aktif jalur kereta Bukittinggi-Padang dan mungkin juga manjadi transportasi andalan.

IMG20180325133712
Tiket kereta Padang – Pariaman Rp5.000

Kembali ke jalur menuju Pariaman. Saya tiba di Pariaman tepat seperti yang tertulis di tiket, yaitu jam 9.01. Lalu saya turun dan langsung membeli tiket kembali ke Padang jam 9.20. Jadi memang niat saya naik kereta bukan mau ke mana-mana. Cuma mau merasakan naik kereta saja.

Kereta kembali ke Padang yang jam 9.20 itu, ya keretanya itu-itu juga. Cuma dipindah lokomotifnya dari depan ke belakang, atau dari belakang ke depan, tergantung kita mendefinisikan mana yang depan.

IMG20180325091019
Pantai Gandoriah, Pariaman

Sisa bersih 10 menit di Pariaman itu saya manfaatkan dengan langsung lari ke pantai. Namanya Pantai Gandoriah. Di situ banyak terlihat tenda-tenda yang menunggu orang untuk duduk lalu memesan sesuatu. Saya tarik napas panjang-panjang, supaya bisa meresap ke ingatan bahwa saya pernah ke Pariaman walau hanya 10 menit. Lalu berlari kembali ke kereta. Kereta berjalan tepat jam 9.20 sesuai yang tertulis di tiket. Lalu saya mengagumi TN Kerinci Seblat kembali dan mensyukuri karena di kereta ada colokan di setiap bangku.

 

Iklan

Penulis: Iqbal

cinta dunia jurnalistik dan rekayasa genatika...

One thought on “Naik Kereta Api Padang”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s