Resensi buku DRUPADI Ardian Kresna

IMG20180319063415Saya tidak pernah suka nonton wayang, tetapi lewat buku ini, saya jadi suka cerita wayang. Sering kan kita dengar Pandawa Lima, Kurawa, Yudhistira, Bima, Nakula, Sadewa, Arjuna, Gatot Kaca, dsb. Nama-nama itu buat saya, sebelum baca buku ini, hanya seperti nama-nama terkenal saja. Tanpa tahu hubungan antartokoh itu. Buku ini membuatnya lebih jelas.

Dengan plot cerita yang menarik, intrik-intrik kehidupan yang tak terduga, dan bahasa yang mengalir, saya nyaman sekali baca buku ini. Ceritanya besarnya: Drupadi dan Pandawa Lima diusir dari negerinya karena Yudhistira (kakak tertua Pandawa Lima) kalah berjudi dengan Kurawa. Yudhistira mempertaruhkan semua hartanya, bahkan sampai adik-adiknya dan isterinya (Drupadi) ikut dipertaruhkan.

Seketika setelah Drupadi menjadi milik Kurawa, dengan binalnya Kurawa memberahi Drupadi. Drupadi sampai hampir ditelanjangi di depan umum, termasuk di depan suami dan adik-adik iparnya (Pandawa). Hatinya hancur sembari bersumpah tidak akan menggelung rambutnya sampai rambut tersebut dikeramasi darahnya Dursasana (salah satu Kurawa).

Belasan tahun mereka hidup dalam keterasingan. Kurawa mensyaratkan mereka untuk pergi dan tidak boleh menunjukkan jati dirinya. Drupadi ikut dan tetap setia dengan suaminya, walaupun telah mempertaruhkannya di meja judi. Yudhistira yang sebetulnya adalah pria baik-baik, merasa sangat menyesali perbuatannya. Mereka hidup di dalam hutan agar tetap terasing.

Sampai menjelang waktu batas keterasingannya hampir habis, mereka pindah ke sebuah kota dengan menyamar. Bahkan Arjuna menyamar menjadi seorang banci di istana. Ketika saatnya perang besar melawan Kurawa, saat itu juga waktu mengasingkan dirinya habis. Dengan kekuatan masing-masing (terutama Bima dan Arjuna) menghajar habis-habisan Kurawa.

Bima membunuh Dursasana dan segera menampung darahnya sebelum membeku. Darah tersebut dikeramasi ke rambut Drupadi, kakak iparnya.

Buku ini pas sekali untuk orang seperti saya, yang tidak mengerti dunia pewayangan tapi ingin memulai mendalami ceritanya. Saya mencoba mencari di Youtube dengan kata kunci Ardian Kresna, penulis novel ini. Tapi tidak ada jejak, Begitu juga di Instagram. Mudah-mudahan lain kali bisa ketemu dan ngobrol.

Iklan

Penulis: Iqbal

cinta dunia jurnalistik dan rekayasa genatika...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s