Penanggungan via Tamiajeng 2017

Perjalanan ini dilakukan pada Sabtu, 26 Agustus 2017 dengan 3 teman saya. Kami start dari Pandaan (Kabupaten Pasuruan) dengan mobil sendiri pukul 00.30. Lewat Trawas, hanya setengah jam sudah sampai Pos 1 Perizinan (search google map: Pos 1 Perizinan Pendakian Gunung Penanggungan).

Pos 1 ini ada yang jaga. Kita diminta bayar iuran masuk Rp10.000 per orang. Kemudian diberi briefing sekitar 5 menit. Kami berempat belum ada yang pernah mendaki Penanggungan, tapi kata penjaganya tidak apa-apa, track bisa ditebak. Kami juga diberi selebaran yang isinya anjuran dan larangan selama naik Penanggungan. Ya standard sih, seperti tidak boleh bawa miras, narkoba, dsb. Baru sekali ini naik gunung ada briefing-nya J

Terlihat banyak motor yang parkir di Pos 1. Puluhan. Mobil yang parkir hanya mobil saya. DI akhir saya baru tahu bahwa parkir mobilnya bayar Rp25.000. Kirain cuma Rp10.000.

Juga ada beberapa warung yang ada tempat santai-santainya, bisa untuk tidur kalau bawa sleeping bag. Harga di warung normal. Misalnya mi rebus pakai telur Rp6.000. Ada nasi juga, lumayan banyak pilihannya. Jadi kalau tidak rencana masak di atas gunung, bisa saja bawa bekal dari Pos 1.

Mulailah kami berjalan, dengan senter dua buah. Satu di paling depan, satu di paling belakang. Kira-kira lama perjalanan kami 2,5 jam dengan detail sbb:

Pos 1 – Pos 2 : 25 menit

Pos 2 – Pos 3 : 15 menit

Pos 3 – Pos 4 : 45 menit

Pos 4 – Puncak Bayangan : 60 menit

IMG-20170826-WA0039
Puncak Bayangan. Dok: Naim Rohatun

Waktu-waktu tersebut tidak termasuk istirahat di tiap pos. Kami duduk santai di tiap pos yang bentuknya seperti gubuk. Pas buat duduk-duduk. Paling lama kami istirahat di Pos 4, sekitar 1 jam. Ini karena pesan ketika briefing: jangan terlalu cepat sampai ke puncak bayangan, terlalu banyak angin. Nanti kedinginan.

Mengenai track yang dilalui, Pos 1 ke Pos 2 santai. Banyak bonus, malah ada jalan menurun. Pos 2 ke Pos 3 agak naik. Banyak tangga, banyak batu. Pos 3 ke Pos 4 makin menanjak. Pos 4 ke Puncak Bayangan banyak pasir, mudah membuat orang terlepeset. Tidak ada sumber air di sepanjang jalur.

Dan benar saja, di Puncak Bayangan itu sangat berangin. Sampai bikin kelilipan karena anginnya membuat pasir beterbangan. Kami cari semak-semak yang kira-kira bisa menghalangi angin. Supaya bisa masak juga.

Kami sholat subuh berjamaah dengan wudhu pakai Aqua. Sajadahnya ya seadanya, ada yang jas hujan, ada yang jaket. Setelah sholat saya kok rasanya malas lihat sunrise, karena tempat lihatnya itu di lokasi terbuka, yang sangat berangin.

Jadi masak saja sudah. Diawali masak air untuk Energen. Lalu masak sarden dan mi rebus. Nasi sudah bawa dari rumah. Apa saja nikmat kalau sudah di gunung.

Pukul 7 pagi kami sudah mulai turun. Pukul 8.30 sudah sampai mobil. Istirahat sebentar. Pulang. Sampai Pandaan 9.30. Jadi orang pada masih banyak yang belum bangun karena weekend, kita sudah naik gunung dan turun lagi J

Iklan

Penulis: Iqbal

cinta dunia jurnalistik dan rekayasa genatika...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s