02
Jan
17

Melewati Sang Batas: Entikong (Bagian 1/4)

Perjalanan ini dilakukan pada Agustus 2015 tapi baru ditulis Jaunuari 2017. Ini tentang apa yang saya rasakan selama perjalanan menuju Entikong, bermalam. Menuju Serian (Malaysia), bermalam. Lalu menuju Kuching (Malaysia), tidak bermalam, langsung kembali ke Indonesia.

Saya dapat project di Tayan (Kalimantan Barat) selama 4 bulan. Untuk sampai ke Tayan, perlu perjalanan 2 jam lagi dari tempat pesawat mendarat di Supadio, Pontianak. Sepanjang perjalanan Pontianak – Tayan ini, saya beberapa kali melihat bus besar jurusan Pontianak – Brunei. Saya pikir, wah, sudah dekat Brunei nih. Kalau ada waktu saya mau main ke sana ah…

Tapi waktu tak kunjung datang. Libur saya cuma Sabtu-Minggu. Itu tidak cukup untuk jalan-jalan ke Brunei. Dengan libur 3 hari pun tidak cukup. Perjalanan ke Brunei saja bisa 24 jam penuh sendiri, dengan bus international. Jadi saya ubah haluan, menuju Kuching.

Hari pertama, 15 Agustus 2015. Saya nebeng teman ke simpang tiga Tayan (yang satu menuju Pontianak, yang satu Tayan, satu lagi Entikong). Info yang saya dapat, travel ke Entikong baru ada sore, padahal waktu itu masih sekitar jam 11. Sambil makan di suatu rumah makan, saya ngobrol dengan sesama pengunjung. Rupanya dia agak sejalan dengan saya. Dia ke Sanggau, jadi saya bisa ikut sampai Sosok. Dia ajak bareng, wah pas banget.

Jalan Tayan-Sosok ini wih… hancur lebur! Berdebu dan banyak batu. Kepala goyang-goyang terus. Heran… jalan antar Negara bisa rusak parah begini, berkilo-kilo lagi. Di Sosok inilah saya pisah. Tiba-tiba dia minta uang. Dua ratus ribu. Padahal di depan diam-diam saja. Padahal kalau pakai kendaraan umum biasanya seratus ribu saja. Penganiayaan ini namanya.

Ya sudah, saya turun di Sosok. Di sini banyak orang jualan masakan ber-babi. Jadi sebelum memilih tempat makan, saya tanya dulu, halal kah?

Sekitar satu sampai dua jam saya tunggu bus yang lewat menuju Entikong. Saya nunggu di halte sederhana, ditemani anjing yang melihat saya terus. Jalan sedikit, lihat saya lagi. Julurkan lidah, lihat saya lagi. Jalan lagi, lihat saya lagi. Kurang kerjaan itu anjing.

Lama nunggunya memang, tapi akhirnya dapat bus. Tarifnya murah, cuma sekitar Rp20.000. Busnya seperti Metro Mini di Jakarta. Agak lebih besar sedikit. Masalah ugal-ugalannya sama, tapi bedanya di sini jalanan sepi, jadi tidak terlalu ketara kalau bus berjalan dengan brutal.

img-20150814-00536

Mini Bus dari Sosok ke Balai Karangan

Di bagian kiri depan bus ada tulisan CV Yudha Pratama. Mungkin itu nama perusahaan bisnya. Tapi saya googling kok alamat perusahaannya di Surabaya??

Pintu bus ada dua. Satu di kiri depan dengan bagian atas tertulis “In” dan satu di bagian kiri belakang dengan tulisan “Out”. Tapi jelas itu meaningless. Kalau mau turun naik ya bisa dari depan bisa dari belakang. Bagian atas bus penuh dengan barang yang diselubungi terpal. Termasuk ada motor dan ada ban bus. Mungkin ban cadangan. Di dalam bus, penumpang dijejali bersama karung dengan isi penuh. Entah isinya apaan.

Di tengah jalan, bus mogok tidak kuat nanjak. Semua penumpang turun tanpa diperintah. Semua menunggu di  tengah-tengah hutan yang tidak lebat. Untung tidak hujan. Kru bus langsung memasukkan kepalanya lewat roda kiri depan. Entah dia mencari apa. Tapi 10 menit kemudian mesin bus bisa nyala kembali. Kami penumpang yang kerjaannya cuma bisa nonton kru bus wara wiri, kembali naik ke atas bus. Tancap!

Tapi di tancap juga kok jalannyasegitu-segitu saja. Cuma sekitar 20 km/jam. Kadang-kadang kalau jalan lurus bisa sampai 40 km/jam.

Karena suasana sudah agak gelap, dan saya tahu bahwa untuk lewat batas Negara cuma bisa sampai sore saja, saya putuskan untuk turun dan menginap di Balai Karangan dulu. Balai Karangan adalah nama Kecamatan yang letaknya cukup dekat dengan Kecamatan Entikong. Sekitar 30 kilometer sebelum perbatasan di Entikong.

#Bersambung ke Melewati Sang Batas: Entikong (Bagian 2/4)


0 Responses to “Melewati Sang Batas: Entikong (Bagian 1/4)”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Januari 2017
S S R K J S M
« Nov    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

%d blogger menyukai ini: