20
Sep
15

Singapura – Kuala Lumpur 6 Hari Bersama Bayi; Day 3/6

Perjalanan saya, istri, dan anak umur 1,5 Tahun selama travelling di Singapura dan Kuala Lumpur pada September 2015

Hari Pertama – Changi Airport Singapura, Merlion Park, Helix Bridge, Garden By The Bay, Singapore Flyer

Hari Kedua – Singapore Botanical Garden, Orchard Road, Bugis Street, Harbour Front

Hari Keempat – Kuala Lumpur Sentral, Batu Caves, Muzium Negara, Dataran Merdeka, Pasar Seni, Petaling Street

Hari Kelima – KLCC, Little India, Pasar Seni, Petaling Street

Hari Keenam – KLIA, Soekarno Hatta Airport

Hari Ketiga – Sentosa Island, Johor Baru Sentral

Istri saya mengajak kembali ke Sentosa Island. Tapi hari ketiga ini sebetulnya jadwal langsung ke Johor Baru untuk lanjut ke Kuala Lumpur. Jadilah kami bawa semua bawaan sekalian ke Sentosa Island, supaya tidak perlu bolak-balik ambil tas ke Tanah Merah. Saya bawa tas carrier digemblok belakang dan backpack di gemblok depan. Istri saya bawa tas oleh-oleh sambil dorong stroller. Kalau dibawa enjoy, jadinya enjoy-enjoy saja jadinya J

USS, Sentosa Island

USS, Sentosa Island

Makan siang di KFC Harbour Front lagi, ambil satu rice bucket lagi plus soft drink, $5 alias Rp50.000. Setelah puas makan, kami naik ke atas untuk naik monorail Sentosa Express. Monorail ini punya beberapa pemberhentian di Sentosa Island. Tiketnya $4/orang. Bayi gratis. Uang segitu sudah termasuk untuk naik Sentosa Express dan tiket masuk Sentosa Island.

Ini baru masuk Sentosa Island-nya saja loh ya, belum masuk ke wahana-wahana yang ada di dalamnya, seperti USS, Adventure Cove Waterpark, dan SEA Aquarium. Apa-apa bayar di sini mah, dan muahal. Tiket USS saja itu $70-an, atau sekitar Rp700 ribu. USS ini seperti Dufan kalau di Jakarta. Nah, Sentosa Island-nya ini mirip Ancol. Masuk Ancol kan bayar dan masuk wahananya bayar lagi, sama seperti masuk Sentosa bayar dan masuk wahananya bayar lagi.

Istri cuma beli oleh-oleh permen di Candylicious, toko permen di Sentosa. Habis itu balik lagi deh ke Harbour Front, untuk kemudian ke Stasiun Woodsland naik MRT.

Di Woodsland, kita urus imigrasi. Beda dengan masuk Singapura yang saya sempat ditanya macam-macam, pas keluar Singapura itu ya langsung saja dicap.

Candylicious, Sentosa Island

Candylicious, Sentosa Island

Nah, sekarang masuk Malaysia nih. Ngecapnya bukan di Woodsland, tapi naik bas (sebutan bis/bus di Malaysia) dulu ke Johor Baru Sentral. Cepat juga sih prosesnya. Tidak ditanya macam-macam, langsung dicap. Sepertinya saya barengan dengan pulang kerjanya orang Malaysia yang kerja di Singapura, jadi antriannya lumayan. Mereka cuma bawa tas kerja saja, atau tidak bawa tas sama sekali. Berarti kan sudah biasa keluar masuk Singapura.

Kami sholat dulu di Johor Baru Sentral. Di sini mushola dipisah antara laki-laki dan perempuan. Dipisah di sini bukan hanya diberi hijab pemisah, tetapi benar-benar pisah ruangan. Pisah ruangannya juga bukan sebelah-sebelahan, agak jauh. Kalau mau tanya di mana letak mushola, tanyanya di mana langgar? Langgar berarti mushola.

Sedikit tips lagi, katakan “kereta” dengan “kereta api”. Karena “kereta” di Malaysia berarti mobil. Maka pantas saja petugas bea cukai nya bingung-bingung waktu saya tanya, di mana kereta ke Kuala Lumpur? Baru bisa jawab setelah saya bilang “train”.

“Ooh kereta api…” katanya.

Sejak itu saya lebih milih pakai Bahasa Inggris daripada Bahasa Indonesia.

Waktu itu sudah pukul 21.30 waktu setempat. Saya minta istri saya untuk istirahat di tempat tunggu penumpang kereta (di tulisan ini, saya sebut kereta maksudnya kereta api). Biar saya yang cari tiket ke Kuala Lumpur. Sejak awal rencananya saya naik sleeping train, yaitu gerbong kereta yang ada tempat tidurnya, jadi bisa tidur di jalan. Daripada duduk tapi tidak bisa lihat apa-apa, karena sudah malam.

Tadinya si petugas bilang tiket sleeping train untuk keberangkatan 22.30 sudah habis. Lalu istri saya datang sambil dorong stroller yang diisi anak saya.

“Ooh ada bayi,” kata si petugas.

Lalu dia ngutak ngatik komputernya, tiba-tiba jadi ada lagi tiket sleeping train. Wah, alhamdulillah. Rezeki anak ini namanya. Harga tiket RM45 untuk tempat tidur bawah dan RM39 untuk tempat tidur bawah. Kami hanya menunggu setengah jam. Pukul 22.00 sudah dipanggil masuk kereta. Nama keretanya romantis deh: Senandung Sutera.

Saya sempat beli makanan di KFC. Dua paket burger-kentang-soft drink dan semacam roti isi semua harganya RM20 alias Rp70.000. Wah ini mah murah banget dibanding Singapura. Kami makan di kereta. Istri dan anak saya tidur di bawah, saya di atas. Saya langsung tidur dan bangun-bangun sudah subuh pukul 6 pagi. Kereta sampai KL Sentral pukul 7 pagi. Jadi perjalanan sleeping train Johor Baru ke KL adalah 8,5 jam.


0 Responses to “Singapura – Kuala Lumpur 6 Hari Bersama Bayi; Day 3/6”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


September 2015
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

%d blogger menyukai ini: