31
Jul
15

Said

Kebetulan purnama. Said senang sekali dengan indahnya purnama. Apalagi dengan keadaan hatinya yang sedang sendu, atau kata anak sekarang, galau. Dia tidak habis pikir, mengapa justru hujatan masuk kepada pihak yang menyerukan kebenaran dan mengingatkan apa yang keliru. Padahal yang dihujat hanya bermaksud mengingatkan. Jelas bukan mencari sensasi.

Ini terkait dengan pemberitaan yang sedang marak mengenai pengharaman BPJS oleh MUI (atau mungkin bisa diperhalus dengan “tidak sesuai syariat”). Said termenung sambil menatap purnama, seakan solusinya ada di bulan yang pernah terbelah dua itu. Seolah bulan itu akan memberi tahu lembaga mana lagi yang bisa lebih kuat dari MUI untuk menyampaikan syariat yang harusnya dijalankan. Said pun berandai, mungkin bulan akan membelah lagi, lalu keluar ukiran di langit “Tinggalkanlah riba”. Kemudian bulan menyatu kembali.

Said teringat, sebelas tahun lalu hal serupa pernah terjadi. MUI mengeluarkan fatwa nomor 1 tahun 2004 tentang pengharaman bank konvensional (ini juga bisa diperhalus dengan “tidak sesuai syariat”). Ramai di saat itu, lalu semua lupa. Semua merasa tidak ada salahnya dengan bank konvensional. Lebih menguntungkan kok. Lebih praktis, ATM-nya di mana-mana.

Sepuluh emiten terkuat di pasar saham didominasi sektor perbankan atau sektor riba lainnya. Perusahaan-perusahaan mewajibkan karyawannya mempunyai rekening di bank konvensional (kalau masih mau digaji). Mayoritas karyawan bank tidak berkeinginan hijrah ke sektor non riba. Bekerja di bank hampir sama elitnya dengan bekerja di perusahaan minyak. Bank konvensional tumbuh dengan sangat subur. Semua lupa dengan fatwa sebelas tahun lalu.

Betapa Said menyadari kondisinya dan semua orang di sekelilingnya. Banyak, tetapi tidak berkekuatan, seperti buih. Seperti yang sudah diprediksi empat belas abad lalu.

Hati Said iri sekali dengan keteguhan pemuda Kahfi puluhan abad lalu. Bagaimana mungkin mereka berani hijrah ke sebuah goa yang gelap demi meninggalkan keburukan. Betapa iman mereka begitu tinggi, sehingga langit pun luluh menidurkan mereka, lalu membangunkannya ketika kondisi sudah baik. Tiga ratus tahun mereka tidur. Anjing yang mereka bawa hanya tinggal tulang. Tapi tubuh mereka masih tetap utuh. Said menggelengkan kepalanya, “Seperti dongeng,” dia berkata lirih.

Hanya satu yang membuat hatinya agak terangkat. Sedikit. Sedikit sekali. Yaitu kabar bahwa penentangan dari hati masih tergolong dalam kumpulan iman, meskipun yang paling lemah. Masih ada rasa syukur, bahwa hatinya diberikan penentangan. Meski sedikit. Meski dia menyesali betapa lemah dirinya? Betapa sistem yang ada begitu kuat mencengkram?

Said masih beruntung mempunyai hati yang menentang dan tahu bahwa keterpaksaannya adalah sesuatu yang salah. Wajahnya sedikit tersenyum sinis melihat lingkungannya yang malah setuju dengan adanya BPJS. Sebagai pembelaan, oou.. mudah saja bagi mereka. Cari berita tentang seorang ulama atau tokoh agama terkenal yang menyuarakan bahwa BPJS itu boleh. Lalu jadikan itu tameng. Kicaukan. Sebarkan di media sosial.

Tidak perlu takut dengan tudingan riba. Tidak perlu menentang BPJS. Dan tidak perlu merasa bersalah jika nantinya ada BPJS Syariah tetapi dirinya masih di BPJS konvensional. Tinggal cari berita lagi, tentang tokoh agama yang menyatakan BPJS Syariah itu sama saja dengan yang konvensional. Lalu jadikan itu tameng. Kicaukan. Sebarkan di media sosial.

Senyuman masih muncul di wajah Said. Namun senyuman itu segera hilang. Said kaget melihat sebuah berita di tangannya. Said kaget sekaget-kagetnya. Matanya terbelalak ketika membaca bahwa salah satu penghujat MUI punya nama yang sama dengannya: Said. “Kenapa namanya disama-samakan dengan saya?!” sambil melipat dahinya dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


0 Responses to “Said”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Juli 2015
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

%d blogger menyukai ini: