24
Feb
13

Hey Nike, Just Pay It!

IMG_8229Siapa yang tidak kenal sepatu Nike? Dia adalah produsen sepatu yang market share-nya paling besar di dunia. Bahkan kalau market share Reebok dan Adidas digabung sekalipun, masih tidak bisa menyaingi market share Nike.

Tapi ada sesuatu yang salah di dalamnya. Sekitar sebulan lalu, Jim Keady, direktur sebuah LSM Amerika memaparkan borok-borok yang ada pada Nike. Sedikit cerita, Jim ini dulunya adalah atlet sepak bola Amerika satu-satunya yang menolak memakai sepatu Nike. Kenapa? Karena berdasarkan pengalaman ketika menyusun Thesis-nya yang menganalisis bagaimana Nike memperlakukan buruh, Jim melihat banyak sekali ketimpangan. Karena dia menolak memakai sepatu Nike, maka dia dikeluarkan dari klub sepak bola-nya. Ini sempat menjadi berita besar di Amerika: seorang atlet menolak memakai sepatu Nike, lalu dikeluarkan dari klubnya.

Jim lantas menganalisis langsung apa yang terjadi dengan buruh Nike di Indonesia, tepatnya di Tangerang, pada tahun 2000. Dia mencoba hidup dengan uang gaji buruh Nike ketika itu yang upah minimumnya Rp 300 ribu. Selama sebulan, dia bisa bertahan dengan uang segitu, meskipun berat badannya turun 12 kg!

Nah, ini ringkasan pemaparan Jim kepada puluhan wartawan:

Indonesia adalah negara produsen Nike terbesar ketiga di Indonesia setelah China dan Vietnam. Saat ini, Nike mempunyai 40 pabrik di Indonesia. Sampai 2014, Nike berniat menambah 6 pabrik baru di Indonesia. “Itu berarti Nike merasa nyaman untuk berinvestasi di Indonesia. Kenaikan upah buruh seharusnya tidak menjadi kendala berarti,” jelas Jim Keady, direktur Educating for Justice, sebuah LSM dari Amerika Serikat, di Jakarta, Senin (14/1).

Kritisi dari Jim tersebut bermula dari PT Pratama Abadi, sebuah produsen sepatu Nike di Sukabumi. Upah Minimum kabupaten (UMK) Sukabumi sampai Desember 2012 adalah Rp 885 ribu, tetapi pada Januari 2013 naik menjadi Rp 1,2 juta.

Seharusnya PT Pratama tidak mengajukan penangguhan, kata Jim, karena ongkos produksi sepasang sepatu Nike yang dijual US$ 75 hanyalah US$ 16,25. Itu sudah termasuk biaya material US$ 10,75, biaya buruh US$ 2,43, overhead US$ 2,1, dan keuntungan pabrik US$ 0,97. Dengan menaikkan upah sesuai UMK Sukabumi Rp 1,2 juta, biaya buruh hanya naik US$ 0,96 per sepatu, alias hanya 1,3% dari harga sepatu yang US$ 75 tersebut. Namun, PT Pratama menolak menaikkan upah sesuai UMK.

Produsen Nike tersebut merasa tidak mampu untuk memenuhi kenaikan upah, sehingga manajemen perusahaan berniat mengajukan penangguhan kenaikan upah kepada Gubernur Jawa Barat, dari yang seharusnya Rp 1,2 juta menjadi Rp 1,1 juta.

Sayangnya, cari yang dilakukan PT Pratama adalah sebuah cara yang kotor. Perusahaan mengundang serikat pekerja perusahaan untuk makan siang dengan sebelumnya meminta tanda tangan kepada anggota serikat pekerja yang hadir. Ternyata kertas yang dikira daftar hadir tersebut dilampirkan oleh perusahaan untuk mengajukan penangguhan kenaikan gaji buruh.

Sontak buruh kesal. Dalam beberapa hari, 6.300 tanda tangan buruh terkumpul untuk menolak dilakukannya penangguhan kenaikan upah. Dua aktivis buruh dipanggil aparat Kodim dan satu aktivis lainnya ditekan manajemen perusahaan dengan memberi dua pilihan: mundur dari pekerjaannya atau menyetujui penangguhan.

Selang beberapa hari kemudian, manajemen perusahaan turun ke lini-lini produksi bersama aparat Kodim untuk meminta buruh menandatangani persetujuan penangguhan kenaikan upah. Terkumpul 5.000 tanda tangan. Bermodal 5.000 tanda tangan tersebut, PT Pratama mengajukan penangguhan kenaikan upah ke Gubernur Jawa Barat pada 29 Desember 2012.

Permohonan tersebut disetujui oleh Dewan Pengupahan di Bandung pada 13 januari 2013. Untuk itu, Jim mendesak pemerintah untuk menarik kembali izin penangguhan kenaikan upah yang diberikan pada PT Pratama.

Well, itu kan gerakan penolakan oleh Jim. Kita sebagai masyarakat biasa bisa melakukan gerakan konkret dengan tidak membeli produk-produk Nike.


2 Responses to “Hey Nike, Just Pay It!”


  1. 1 kipli stress
    Februari 20, 2014 pukul 9:03 am

    sama halnya seperti di PT KMK global sport.th 2012 KMK gaji buruhnya sesuai UMSK 2012.kenapa 2013 KMK melakukan penangguhan upah.
    apa bisa kami tuntut hak buruh yg di tangguhkam..?

  2. 2 kipli stress
    Februari 20, 2014 pukul 9:09 am

    th 2013 yang seharusnya gaji buruh kmk Rp 2.310.000; hanya di bayarkan Rp 2.000.000; selama 12 bulan (satua tahun) penuh.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Februari 2013
S S R K J S M
« Sep   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728  

%d blogger menyukai ini: