14
Sep
12

Ilmu Baru: Mandikan Mayat

Pare (Kediri), 2011

Setelah sholat Dzuhur tadi ada kabar, di rumah sebelah kosan yang saya tempati, ada yang meninggal. Mantan Kapolres. Sudah sepuh, sekitar 70-an. Kami anak-anak kos datang melayat sebentar. Rencananya itu memang sebentar, qii. Bener deh.

Kami datang. Di sana sepi. Cuma ada sekitar dua puluh bangku Napoly, tapi cuma terisi empat bangku, ya kami anak kos ini. Selebihnya wara-wiri, ada yang nyari sabun, ada yang ngeliatin orang nyari sabun, ada yang pegang kain, ada yang ngeliatin orang pegang kain.

Terus datang satu mobil polisi. Mereka turun bawa rangkaian bunga, terus ngurus sound system, kelihatannya mau ada semacam upacara kecil. Beberapa polisi langsung jaga lalu lintas di depan rumah, biar gak macet. Puluhan ibu-ibu datang bawa makanan, terus langsung ke dapur. Kalau bukan mantan Kapolres, apa bakal ada polisi yang bantuin, qii? Apa bakal seramai ini?

Kami berempat kayaknya gak enak juga cuma duduk-duduk begini, padahal kami kan tetangga rumah!

Jadi kami ke belakang rumah si mayat. Saya baru tahu bahwa orang-orang yang biasa ngurusin mayat, sebutannya apa qii? Tim kematian, ya? Mereka lagi ikut pemilihan kepala desa. Nah, itu kenapa di rumah si mayat orang pada kalang kabut.

Beberapa orang lagi sibuk, gak tahu sibuk apa, qii, pokoknya sibuk. Kami langsung diminta tolong, “Nanti pas mayat datang, kalian yang mangku jenazah buat dimandikan ya, mas…” Satu orang kawan saya langsung kabur, qii. Jadi kami tinggal bertiga.

Kami bertiga gak ngomong beberapa saat. Shock! Tapi salah seorang kawan saya ada yang langsung “ngetek”: mas Iqbal kepala ya, mas Dhon pinggul, saya kaki. Kaki itu paling aman, qii. Saya sudah terlanjur pasrah, he eh aja lah.

Mayat datang. Betul, saya mangku kepala, qii. Ini pertama kalinya saya megang mayat, qii, jadi kamu bisa bayangkan perasaan saya, kan! Saya kepikiran, gimana kalau mayat bangun, terus kuping saya digigit, qii? Walaupun mayatnya sudah sepuh dan kelihatannya gak punya gigi, tapi digigit tanpa gigi itu tetep gak asik juga, qii.

Posisi paling mengerikan itu ya posisi saya, qii. Kalau dokter salah diagnosa, ternyata mayat belum meninggal, saya yang paling gampang ditangkap sama si mantan mayat, qii. Yang lain gampang saja kabur.

Mayat mulai disiram pakai air, dikasih sabun di sekujur tubuh, shampo di kepala. Yang mandiin ada sendiri, qii. Kami bertiga pokoknya mangku mayat saja. Mereka (tim mandiin) minta mayat dibalik ke kiri, jadi bagian kanan mayat yang dibersihkan dulu. Mulut mayat itu nempel sama perut saya, qii. Saya makin takut digigit. Walaupun gak mungkin, tapi ya begitu perasaan saya. Mungkin karena waktu kecil dulu sering dicekokin film Suzana kali ya?

Tubuh mayat ini udah kaku, qii. Padahal baru meninggal jam 10 tadi, baru 3 jam yang lalu. Walau dimiringin begini, tetap saja kepalanya tegak, gak jatuh lunglai begitu. Tapi bapak-bapak di sana tetap nyuruh paha saya nempel dengan kepalanya. Biar si mayat gak cape kali ya?

Tangan mayat posisi sedekap sholat. Itu gak bisa digerakin sama sekali, qii. Kaku banget. Lurusin jari saja, biar bisa dibersihin kuku-kukunya, itu gak bisa. Sebegitu cepatnya ya proses pembusukan, qii…

Tubuh kemudian dibalikkan ke kanan. Bagian kiri dibersihkan. Penjabaran “dibersihkan” di sini itu bukan cuma dibasuh gitu aja, tapi digosok-gosok, ya semua bagian, termasuk yang bau-bau itu.

Shodiqii, kamu tahu gak apa yang saya ingkari dari proses ini? Yaitu, mereka yang mandiin gak beraturan mensucikan mayatnya. Kalau di kitab-kitab Jana’iz kan dibilang mandiinnya 3 kali atau lebih, tapi hitungan ganjil. Nah, yang ini tuh enggak ada hitungannya, jadi asal mandiin gitu aja. Bodohnya, saya baru ingat itu setelah mandiin, jadi gak bisa ngingetin si tim mandiin. Yah, buat pembelajaran lah, qii.

Eh qii, Jangan lupa, nanti kalau kamu mandiin mayat, setelah selesai, kamu segera mandi juga, mandi junub. Sunnahnya begitu qii.

Lumayan, hari ini saya dapat ilmu baru, qii: ilmu mandiin mayat… =)


1 Response to “Ilmu Baru: Mandikan Mayat”


  1. 1 Avant Garde
    Juni 30, 2013 pukul 1:26 pm

    whaaaaa …. seram
    salam kenal yak


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


September 2012
S S R K J S M
« Jun   Feb »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

%d blogger menyukai ini: