Teruntuk Rachel Corrie

Rachel Corry. Doc: http://www.flickr.com

Salam untukmu di sana.

Beberapa hari ini, Aku kerap mendengar namamu dari beberapa media. Sekelompok orang menamakan sebuah kapal dengan namamu karena mereka ingin menularkan semangatmu kepada tiap orang yang ada dalam kapal itu. Rupanya berhasil, semangatmu berkobar tegas. Walau Marvi Marmara ditembaki tentara Israel beberapa hari lalu, tapi kapal dengan namamu itu tetap meluncur ke Gaza tanpa gentar. Persis seperti semangat mudamu dulu. Pidatomu waktu masih sangat belia membuat kepalaku gemetar. Apalagi setelah mereka mengabarkan bahwa kamu mati terlindas tank Israel ketika kamu menghalangi tank itu melantakkan sebuah rumah milik satu keluarga Palestina yang kamu pun tak kenal.

Dua puluh tiga tahun. Dalam usia semuda itu, kamu telah berbuat sangat banyak demi sebuah cita-cita yang sudah kamu kukuhkan sejak kecil, menyelamatkan orang tertindas yang jumlahnya selalu bertambah 40 ribu orang per hari. Kamu telah berbuat sangat banyak sampai meluberkan isi dalam gelasmu sendiri dan membasahi gelas-gelas lain dengan semangatmu.

Aku tidak tahu apa yang membuatmu begitu kuat memegang prinsip dan cita-cita. Kamu meninggalkan hidupmu di Amerika yang penuh dengan kemudahan lalu beranjak ke Gaza. Di saat banyak negara hanya mengecam, engkau berani pasang badan langsung di pusat konflik. Di saat banyak orang hanya mendengar cerita-cerita, engkau melihat langsung seorang anak dibom saat ia tidur dan seorang pemuda yang ditembak mati dengan mata tertutup dan tangan terikat.

Aku sangat lemah. Tidak terbersit sedikitpun pikiran untuk berbuat seperti yang kamu perbuat. Aku hanya bisa menganalisis mana saja produk buatan Yahudi lalu mencoretnya dari daftar belanjaku. Harapannya, Aku bisa mengurangi satu peluru yang kusumbangkan untuk tentara Israel. Ya, hanya satu peluru, dan hanya berupa sebuah harapan. Jauh lebih kecil dibanding apa yang sudah kamu perbuat. Aku hanya memikirkan kehidupan diriku dan orang-orang di sekelilingku, sedangkan engkau memikirkan orang-orang tertindas yang tidak kamu kenal, ratusan ribu kilometer dari rumahmu. Aku sangat jauh dari apa yang sudah kamu perbuat.

Terima kasih atas tamparannya untuk menyadarkanku dan mungkin banyak orang lain.

Muhammad Iqbal

Iklan

Penulis: Iqbal

cinta dunia jurnalistik dan rekayasa genatika...

6 thoughts on “Teruntuk Rachel Corrie”

  1. saya seorang muslim, tapi saya harus belajar peduli dari seorang rachel corrie. tak ada kata mutiara yang pantas diucapkan kecuali… ‘ hatimu cantik sekali ‘ kirimkan hati itu untukku dari surga.

  2. Sungguh luar bias pengorbanan mu Rachel
    Sungguh Saya harus belajar darimu Rachel
    Sunguh Aku tak dapat berucap selain itu Rachel
    Hari kemarin,Hari ini,Esok,akan bermunculan jutaan Rachel
    Sungguh
    Selamat Jalan

  3. Mudah2an, Allah sediakan banyak jiwa2 seperti Rachel Corrie, yang dengan kemampuannya peduli dengan Palestina. Mudah2an juga Allah tidak menyia-nyiakan setiap amal kebaikan yang mampu dilakukan oleh orang2 seperti kita, yang mungkin hanya bisa dengan doa, infaq dan sedekah, atau upaya memboikot produk kaum zionis. Slm kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s