30
Nov
09

Penyembelihan Kurban di Mata Ilmu Sains

Hewan memamah biak, menurut hukum islam, halal untuk dimakan. Masih banyak lagi yang halal, tapi saya mau cerita hewan memamah biak karena sedang suasana hari raya kurban. Aturan islam memerintahkan untuk menyembelih hewan pada lehernya dengan cepat dan dengan pisau yang tajam (intinya supaya cepat juga).

Ada dua penjelasan utama dari segi sains yang menyepakati cara tersebut. Pertama, dengan disembelih di leher, darah akan keluar dengan cepat. Darah penting untuk dikeluarkan segera karena bisa dibilang darah adalah sumber penyakit. Kebanyakan (atau mungkin semua) virus disebarkan ke seluruh tubuh lewat darah. Dengan mengeluarkan darah sebanyak-banyaknya, maka daging berpenyakit dapat direduksi. Leher dipilih karena di situ terdapat arteri (pembuluh darah) paling besar selain aorta, yang itu berarti darah akan keluar dengan lebih cepat.

Kedua, karena disembelih dengan cepat, maka tingkat stres hewan dapat diminimalisir. Stres hewan yang akan disembelih bisa menyebabkan otot-otot banyak berkontraksi, akibatnya banyak ATP (atau sebut saja energi) yang berubah menjadi asam laktat. Peningkatan jumlah asam laktat dalam otot/daging menyebabkan pH daging turun sehingga daging menjadi alot. Ini yang juga menyebabkan daging menjadi merah kehitaman (daging yang baik berwarna merah cerah).

Saya pernah baca di sampul kaset Gold Finger, band yang sangat peduli lingkungan. Mereka memerangi penyiksaan hewan yang marak terjadi di negaranya. Salah satu contoh yang masih saya ingat, mereka (para penyiksa hewan) memukul kepala sapi sampai mati untuk kemudian mereka konsumsi. Dari sisi kehewanan (padanan kata kemanusaiaan untuk hewan) sepertinya kurang sekali ya. Kalau dibahas dari sisi ilmu pangan, ini juga sangat tidak sehat. Darah tidak keluar dari tubuh si sapi. Walaupun ujung-ujungnya sapi akan dipotong-potong, tapi darah dalam beberapa menit saja sudah membeku berbentuk padatan seperti daging. Nah, waktu memotong-motong sapi tidak akan bisa beradu cepat dengan membekunya darah sapi di dalam tubuh. Dengan begitu, darah beku akan bercampur dengan daging. Penyakit yang dibawa sapi akan lebih riskan untuk tertular ke manusia.

Semoga menambah wawasan…=)


6 Responses to “Penyembelihan Kurban di Mata Ilmu Sains”


  1. 1 kepinghidup
    November 30, 2009 pukul 2:20 am

    Penyembelihan secara islam pasti yang terbaik dari segi keilmuan maupun agama.. salam kenal

  2. November 30, 2009 pukul 2:23 am

    tergantung sudut pandang, Bung… Yap, salam kenal jg…=)

  3. November 30, 2009 pukul 7:37 am

    kak iqbal.. foto yang lo pajang horor euy.. =P cieee, keluar nih identitas aslinya sebagai alumnus biokim.. gw aja kemaren sempet lupa istilah ATP pas denger temen gw ngedumel; “tu orang kelebihan ATP banget yak?” haha..

  4. November 30, 2009 pukul 10:59 am

    iya, gw jg berpikir buat buang aja fotonya, iya deh, buang aja ya…

  5. Desember 7, 2009 pukul 1:07 am

    Gw blum berani nyembelih hewan apapaun, bahkan ikan sekalipun +_+

    *beraninya makan dowang* :mrgreen:

  6. Maret 30, 2010 pukul 2:28 am

    Sama kayak nyang di atas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


November 2009
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

%d blogger menyukai ini: