20
Nov
09

Di Balik Layar

Fashion tent yang menjadi ajang pentas utama di Jakarta Fashion Week 09/10 punya banyak cerita di balik fungsi utamanya, sebagai tempat penonton melihat hasil karya para desainer. Kapasitas bangku panjang yang berundak-undak mampu menampung 600 orang. Ini tidak termasuk tempat khusus untuk wartawan foto yang ada segaris dengan catwalk.

Pencahayaan menurut saya cukup maksimal. Ada 10 lampu tembak utama yang mengarah ke cat walk. Ada 108 lampu pembantu yang sepertinya bisa menghasilkan cahaya meriah tapi dalam JFW 09/10 tidak pernah digunakan. Delapan lampu yang tersebar di ujung-ujung ruangan adalah yang paling semarak karena bisa menyorot cahaya panjang yang berwarna dan juga punya kemampuan berjoget ria.

Layar besar di pangkal cat walk adalah satu-satunya hiburan kalau show ditunda karena para unsur pentas yang belum komplit atau karena penonton belum kumpul. Layar bisa terbelah vertikal menjadi empat bagian. Biasanya, para model keluar dari belahan-belahan layar itu. Waktu layar terbelah, gambar yang sedang diputar di layar ikut terbelah, wow… Baru kali ini saya ngeliat yang beginian (*Iqbal Norak).

Kertas A4 bertuliskan “Pers” banyak ditempel di podium kursi paling ujung. Pers selalu mendapat tempat spesial dalam JFW. Tidak jarang, pers diberikan jalur masuk khusus ke fashion tent, jadi tidak perlu mengantri seperti pengunjung lain. Setelah show pun, selalu pers diberi kesempatan bertemu para desainernya langsung. Tidak sedikit desainer yang memberikan goodie bag berisi macam-macam aksesoris.

Namun, podium pers tidak selalu menyenangkan. Kamera dari panitia yang dilengkapi dengan semacam tiang sepanjang 5 meter (entah apa namanya) suka mengganggu kursi yang dikhususkan buat pers. Tiang itu bergerak ke sana kemari. Kalau tidak hati-hati, batok kepala bisa beradu dengan tiang besi itu.

Wartawan foto menjadi unsur yang paling cepat hadir di tempat. Mereka mendapat tempat khusus di ujung, segaris dengan cat walk, tentunya supaya gambar yang didapat bisa maksimal. Tidak sembarangan orang bisa masuk ke tempat khusus ini, blogger yang mau ikut motret juga tidak diperkenankan.

Mereka suka sekali mengeluarkan celotehan yang membuat penonton tertawa. Apalagi kalau ada penonton yang melintas di ujung cat walk, maka keluarlah apa yang bisa keluar dari mulut, cacian, serapah jenaka, dan ungkapan kekesalan lain. Mereka juga riuh kalau sang model berbusana minim. Haha. Betul-betul bonus hiburan di fashion tent dari mereka.

Iklan

0 Responses to “Di Balik Layar”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


November 2009
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

%d blogger menyukai ini: