19
Nov
09

Kain Indonesia dalam LPM

Femina Group setiap tahunnya mengadakan Lomba Perancang Mode (LPM). Lomba fashion yang selalu ditunggu-tunggu ini cukup sibuk di hari ke-6 Jakarta Fashion Week 09/10. Eksplorasi kain Indonesia dipilih menjadi tema besar LPM tahun ini dengan harapan para desainer muda berbakat yag terpilih ini akan terus mengembangkan kekuatan kain Indonesia, terus dieksplorasi sehingga tidak mati. Mereka dibebaskan untuk mengeksplorasi segala jenis kain Indonesia, termasuk batik, tenun, lurik, dan songket.

Para finalis rata-rata berumur 23 tahun. Di tangan merekalah ke depannya fashion Indonesia akan dikembangkan. Mereka membuat kain-kain Indonesia menjadi karya desain yang kontemporer, chic, dan stylish. Kreatifitas dan desain inovatif sarat bermunculan.

Kesepuluh finalis itu adalah Albert Garry Yanuar (tema:Pelangi Khatulistiwa), Bethania Agustha Tamsir (Mood Swing), Elizabeth Myra Juliarti (Culture Rocks!), Kursien Karzai (Save the Forest!), Reviansyah Al Hamidi (National Trasure), Vonni Chyntia Kirana (Indonesian Beauty), Denise Kristi Trisna (Contradictive), Vinora Ng (Edito), Galih Prakarsa (Maha Dewata), Imelda Kartini (Impossible-Possible).

Sebelum kesepuluh finalis manunjukkan tajinya, ada beberapa alumni LPM yang memperlihatkan karyanya, yaitu Billy Tjong (pemenang kedua dan favorit 2005), Eny Ming (pemenang pertama 2007), Zacky Gaficky (pemenang kedua 2007), dan Hian (pemenang favorit 2007). Simpel. Itu penilaian saya untuk mereka berempat.

Saya suka dengan ide Albert di busana terakhir. Di tengah show, si model melepas lapisan luar rok panjangnya lalu dijadikan jubah. Mantap idenya. Desainnya yang banyak menggambarkan pura di Bali juga unik dengan kombinasi warna-warna cerah.

Bethania punya gaya sendiri. Dia campur gaya punk di pinggir jalan dengan kain anak remaja yang abis sunatan. Damn! Gila banget idenya. Saya dibuat merinding. Kostum khas anak punk yang compang-camping dicapur dengan motif kain sarung yang biasa dipakai anak-anak pedalaman setelah sunat (kalo anak kota kan gak pake sarung). Bethania favorit saya! Dia konsisten banget dengan tema yang dia usung.

Bethania diapit dua modelnya. Dok: JFW 09/10.

Elizabeth mengeksplorasi kain Sasirangan. Jadi ingat Kalimantan Selatan. Kain ini top banget dari Kalsel. Backsoundnya lagu Kota Baru, pas banget! Oh Kota baru! Bikin gemetar.

Vinora Ng yang baru berumur 20 tahun mengangkat kain tenun tradisional Sulawesi Utara. Dia juga terinspirasi dari makhluk-makhluk dalam laut. Desain-desainnya simple dan ready to wear.

Karya terakhir dari desainer terakhir, Imelda Kartini, mendapatkan banyak tepuk tangan. Susah menjelaskan di mana hebatnya. Mudah-mudahan dapat fotonya. Desainer terakhir ini juga favorit saya. Kental sekali unsure kain Indonesia yang dia bawa.

Sepertinya hanya di ajang inilah bisa ditemukan kain songket Makassar sebagai gaun 2 in 1, kain sarung bergaya kimono, kain lurik model ponco, modifikasi kain tenun Bali yang mewah, sampai kain Papua.

Mereka dinilai oleh para juri yang sudah tidak asing lagi namanya di dunia fashion, yaitu Sebastian Gunawan (desainer), Ninuk Mardiana Pambudy (wartawan senior mode), Timur Angin (fotografer), dan Agni Pratista (artis). Mereka yang menentukan siapa pemenang yang mendapatkan beasiswa sekolah fashion di Los Angeles selama 3 bulan dan uang tunai 3 ribu USD.

Selain juara yang dipilih oleh dewan juri, ada juga juara favorit. Sebelum-sebelumnya, juara favorit cuma berdasarkan suara penonton yang hadir. Kalau sekarang ada juga lewat vote di facebook dan juga SMS. Untuk SMS hanya dibuka satu jam menjelang penentuan pemenang.

Bagian ini yang menurut saya gak penting. Karena yang namanya voting, selama Cuma satu komunitas saja yang mengerti, pasti ujung-ujungnya Cuma banyak-banyakan teman. Tepat dugaan saya, saat show belum dimulai pun, orang-orang di sekitar saya sudah bicara kapan mereka akan SMS supaya masuk hitungan dewan juri. Pasti mereka adalah teman-teman dari salah satu finalis. Tapi, ya sudahlah, yang penting bukan juara terbaik yang ditentukan lewat voting.

LPM selalu menghasilkan lulusan-lulusan yang berkompetensi tinggi di dunia fashion. Maka kita patut berterima kasih pada Femina sebagai motor LPM. Semoga desainer-desainer muda berbakat ini akan terus konsisten mengeksplorasi kain tradisional nusantara.


7 Responses to “Kain Indonesia dalam LPM”


  1. 1 Marisa seravina
    November 19, 2009 pukul 12:30 pm

    Scra gw langganan cita cinta,so gw ngikutin bgt tu prjalanan finalis2 ñ mulai dr 20bsar
    yup gw stju ma lo,bethania punya ide yg orisinil..tp gw jga suka bgt ma impossible-possible ñ imelda..wrna ñ sger
    Hmph sypa y yg bkal menang??

  2. 2 safa_butterfly
    November 19, 2009 pukul 9:55 pm

    wah ternyata masih banyak nama2 kain khas indonesia yang belum saya tahu..

  3. November 20, 2009 pukul 1:40 am

    @marisa: wah, pelanggan cita cinta ternyata… maaf kmrn gak sampe beres udah balik duluan, ntar sore gw kasitau…

    @safa: ou tentu… kyknya tiap provinsi pny kainnya sendiri deh… gak sedikit juga satu provinsi punya macam2 kain… Indonesia itu kaya banget !

  4. 4 Jeremy Gemarista
    November 20, 2009 pukul 3:15 am

    Ide lombanya menarik juga, apalagi untuk desainer2x muda.

    Btw, kenapa tiap lomba sekarang mesti selalu pakai sms voting? Menurut gw terlalu jadi trend follower.

  5. November 20, 2009 pukul 12:54 pm

    dan hasilnya…
    Vinora Ng juara 1
    Kursien Karzai juara 2
    Bethania juara 3 sekaligus juara favorit

  6. Juli 16, 2010 pukul 2:13 am

    wow…keren fotonya 🙂
    Semoga desainer-desainer muda berbakat ini akan terus konsisten mengeksplorasi kain tradisional nusantara.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


November 2009
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

%d blogger menyukai ini: