Ada Cinta dalam Batikku

logoJFW001Anne Avanti tampil gemilang di sesi keempat di hari ketiga Jakarta Fashion Week 09/10 ini dengan temanya “Kasmaran”. Sepertinya semua orang terkesima dengan karyanya. Selalu ada saja ide dari Anne. Percaya gak percaya, lumayan banyak yang keluar air matanya karena pagelaran Anne kali ini loh.

Taruna, ketua APPMI, sambil sesekali mengusap titik air matanya berkomentar, “Anne itu selalu konsisten, selain juga kreatif. Dan bukan orang yang tanggung-tanggung. Betapa kaya dan luwesnya tradisi Indonesia di tangan Anne Avanti. Asosiasi ini sangat berterima kasih pada keberadaan Anne. Semoga bisa menjadi motivator untuk kemajuan kita anggota APPMI. Very good job, I’m proud of you.”

Desy yang menjadi salah satu modelnya juga ikut menitikkan air matanya, “Ibu Anne bawa salak dan mangga untuk para model di pagi tadi. Beliau peduli betul dengan modelnya. Jadi bukan sekedar hubungan biasa, ada cinta di balik desain Anne. Kita jadi merasa bangga sekali bisa menggunakan karya Ibu Anne.”

Saking hebohnya karya batik Anne, banyak sekali yang meniru karyanya. Tentang itu, Anne berkomentar, “Saya juga kaget kok banyak sekali yang menjiplak karya saya, mulai dari KW 1 (Kualitas nomor 1, Pen) sampai KW 10. Kalau Anne pakai garis-garis, satu Indonesia ikut pakai garis-garis. saat saya naikin kerah tahun 97, semua juga ikut. Marah sih marah. Tapi saya merasa kalau saya hanya punya emosi saja, saya gak mungkin membentuk mental mereka, saya harus bersahabat dengan plagiator-plagiator saya. Akhirnya saya miliki plagiat2 saya ini jadi mitra bisnis.” Mendengar kalimatnya yang barusan, saya benar-benar langsung merinding. Begitu hebatnya Anne menanggapi plagiator-plagiatornya.

Anne punya rencana besar ke depan, “Melalui kebaya saya, saya ingin memperkenalkan batik Solo, batik Jogja, Semarang, Lasem, dan sebagainya. Itu benar-benar saya campur jadi satu, jadi tidak berdiri sendiri-sendiri. Sehingga harapannya nanti akan terbentuk Etnik Tapak Canting Jawa Tengah yang tidak mengkotak-kotakan Solo, Jogja dan sebagainya. Kesulitan saya justru karena Jogja punya karakter warna, Solo demikian, yang lain juga. Saya ingin dalam menggabungkan semuanya itu muncul kain Jawa Tengah, tapi tidak saya comot semua-muanya.”

“Saya menganggap acara ini adalah kompetisi. Saya ingin berkompetisi dengan teman-teman yang lain dengan cinta.” Selalu ada cinta dalam setiap batik karya Anne.

Batik dengan cinta. Dok: JFW 09/10.
Iklan

Penulis: Iqbal

cinta dunia jurnalistik dan rekayasa genatika...

4 thoughts on “Ada Cinta dalam Batikku”

  1. Great dress!!! I Love Batik! I Love Indonesia!!! just show off this thing to all the world! and Show Them all that we have a GREAT Fashion Trademark! not like the other country who want to steal our BATIK!! Tell them here we are… Tell the World Batik IS OUR!!!

    cheers,
    Why

  2. psatinya, kan emang udah dikukuhkan, batik punya Indonesia….
    tapi kalo bung wahyu dateng ke acaranya langsung, pasti gak akan puas kalo kita cuma bagus di batik, krn banyak banget di luar batik yang kita punya, tenun aja macem2 bgt….
    sayangnya gak ada yang beli, jd penenunnya gak kerja lg karena barangnya gak laku, mati pelan2 deh… itu fakta yg jd PR besar buat fashion kita…

    btw, thx udah mampir bung wahyu…=)

  3. Batik memang udah di patenkan milik Indonesia sekarang tinggal gimana “memanajemen” batik agar bisa tetap lestari. salut buat desainer2 batik yang ikut JFW. tapi perlu diinget batik indonesia itu batik yang di tulis, ada kekhawatiran batik2 sekarang ini lebih banyak batik cetak. kalau masih menggunakan batik cetak, batik memang akan menjadi tren dan bakal digandrungi,tapi tidak bagi pengrajin asli batik tulis, dan mungkin bakal sama seperti penenun2 yang ga kerja lagi.
    yuk mari perlu diperhatikan,para desainer pakai batik tulis,dapat pendapatan dari kretivitasnya, secara tidak langsung pengrajin batik tulis punya pasar, kesejahteraan pun bisa dia capai dan bakalan ga “ngga kerja lagi”, lalu batik indonesia bakal lestari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s