Hai para Remaja, Lihatlah Lennor

logoJFW001Leny Agustin. Dia lah tokoh di balik brand Lennor yang akhir-akhir ini tenar, terutama di kalangan remaja. Hari ini khusus satu sesi sendiri, fashion tent Jakarta Fashion Week 09/10 dikuasainya. Kesan pertama kali, meriah banget. Ternyata waktu konpres, Lenny memang bilang targetnya adalah teenager. Tema yang diusung kali ini: PLAYFUL LIFE.

Playful life yang menggambarkan anak-anak muda Indonesia yang playful. Memang targetnya khusus untuk remaja. Tadi itu cuma 1/5 dari yang ada di toko. Kalau ngeliat di toko,  akan banyak terlihat batiknya. Hampir di setiap toko seperti itu. Kali ini kebetulan banyak rajutan, karena memang banyak rajutan yang ada di Indonesia. Pokoknya yang ada di Indonesia deh yang diangkat. Nanti kalau ketemu hal Indonesia yang lain ya kita pakai.” kata Lenny yang rambut cepaknya diwarnai cokelat emas.

Nanda, pemilik  Batik Semar langsung tertarik untuk bekerja sama dengan Lenny. “Desainnya sangat out of the box, sangat unik, sangat menarik. Ke depannya, kami akan memasarkan Lennor dalam bentuk outlet-outlet di mal-mal besar. Kita akan berusaha menggarap market pasar hi-end teenager. Banyak sekali permintaan market kita, ‘Kenapa gak pasang barang-barang yang oke gitu buat anak-anak muda?’ Maka kami akan semakin serius. Kita rencana pada Desember 2009 ini akan buka di Central Park, dan Januari 2010 di Plaza Indonesia. Targetnya 10 outlet di 2010. Kita mau bawa brand kita ini ke luar pada 2011. Di 2010 kita matangkan dalam negeri dulu.”

Mendengar Nanda menggebu-gebu, Lenny juga ikut semangat, “Kita punya tim kreatif. Ada yang menggambar desainnya. Saat ini memang masih saya 90% yang desain tapi ke depannya akan ada yang desain. Satu warna satu desain itu cuma 6 pieces. Lennor yang sekarang turun 60% dari harga yang dulu. Saat ini rangenya masih 150-900rb.”

Sepatu yang digunakan waktu show barusan semua murni karya Piero. Memang sudah ada perjanjian kerja sama sebelumnya untuk itu. “Piero tadi saya buatin khusus untuk fashion barusan. Kalau Lennor yang nantinya akan kita garap, saya pakai brand Lennor juga, bukan Piero,” kata seorang jubir Piero.

Taruna ikut berkomentar, “Desainer kawin dengan industri besar itu memang cita-cita kami. Kalau kerja sendiri memang ngos-ngosan. Jadi ini juga cita-cita dari asosiasi.”

Di akhir preskon, Lenny berjanji akan tetap mengunakan bahan tradisional dari Indonesia. Wah, sangat patut ditiru nih semangatnya. 100% Cinta Indonesia. Kalau Etnik Kontemporer selalu rujukannya ke Carmanita, Etnik biasa selalu ke Ghea, Batik selalu ke Iwan Tirta, sepertinya tidak berlebihan kalau tren remaja selalu merujuk ke Leny…=))

_RVN2079
Leny (kanan depan) diikuti model-modelnya. Dok: JFW 09/10.

Iklan

Penulis: Iqbal

cinta dunia jurnalistik dan rekayasa genatika...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s