Fashion Berbalut Islam 1

logoJFW001Sore tadi, satu sesi khusus buat desainer-desainer muslim unjuk gigi. Yessi Riscowati, Henny Noer, Merry Pramono, Iva Lativah, dan Irna Mutiara memajang busana hasil karyanya masing-masing dua belas set. Ini kali pertama dalam acara Jakarta Fashion Week 09/10 secara khusus mengangkat busana wanita muslim. Besok jam 4 sore masih ada sekali lagi sesi yang khusus memajang busana-busana muslim di fashion tent.

Yessy mengangkat tema Oplosan African. Yang menonjol adalah kekuatan warna dan detail aksesori Afrika yang dipadu dengan sentuhan lembut pada potongan lurik yang merupakan busana sehari-hari masyarakat Jogja. Bayangkan, dua karakter yang beda dicampur jadi satu.

_RVN1349
Salah satu hasil karya Yessy. Dok: JFW 09/10.

Henny Noer mengangkat tema Culture Touch. “Yang ingin saya tonjolkan adalah kesan elegan, meskipun yang saya gunakan adalah bahan tradisional Jawa Tengah seperti Tenun torso,” begitu kata Hennie. Inspirasinya dari suasana bangunan Yunani lengkap dengan relief ukirannya. Bisa dibayangkan seperti pilar-pilar besar yang kokoh, bentuk atap yang terlihat bervolume, dan detail ukiran khas Yunani. Itu semua dijadikan busana, bisa dibayangkan ?

_RVN1507
Karya Henny dengan "Culture Touch"nya. Dok: JFW 09/10.

Merry Pramono berkarya dengan tema Emotional Atmosphere. “Saya menampilkan desain perpaduan antara kostum matador dari Spanyol dengan busana muslim kontemporer, kata Merry yang tahun lalu menjadi Parade Designer Terbaik dalam acara yang digodok Mumtaz Jakarta. Konsep desainnya merupakan busana yang berbalut cutting simple yang lebih memperlihatkan detail seperti patchwork, creative fabric, atau warna acak. Sisi feminimnya terlihat betul dalam tiap busana yang ditampilkan. Hijau merah coklat menjadi dominan warna yang disajikan dalam show tadi.

_RVN1551
Matador itu Merah! Salah satu karya Merry. Dok: JFW 09/10.

Iva Lativah punya tema unik, Flowering. Memang di setiap lenggak lenggok modelnya selalu ada saja bunganya. Ada yang dua dimensi alias dibordir, ada juga yang tiga dimensi, bentuk bunga betulan. Ikat pinggang warna-warni yang ditampilkan modelnya cukup menarik perhatian. “Agar motif bunga lebih menonjol, saya menggunakan bahan organdi. Tekstur organdi yang khas membuatnya lebih mudah dilukis. Bukan hanya menggunakan teknik lukis, saya juga menyempurnakannya dengan ornament manic-manik, payet, dan full border,” kata Iva.

_RVN1683
Flowering, karya Iva. Dok: JFW 09/10.

Terakhir, Irna Mutiara. Tema yang diangkat adalah Ode to Life. “Saya ingin menampilkan indahnya kontradiksi,” semangatnya. Warna dominan yang keluar dari catwalk adalah abu-abu, sebagian lagi cokelat muda. Irna terinspirasi dari rancangan gaun pesta yang mengacu pada sesuatu yang berlawanan tetapi menimbulkan kesan indah.

_RVN1771
Kontradiktif! Karya Irna. Dok: JFW 09/10.
Iklan

Penulis: Iqbal

cinta dunia jurnalistik dan rekayasa genatika...

11 thoughts on “Fashion Berbalut Islam 1”

  1. di pacific place, semanggi, dateng aja, sampe hari jumat masih lanjut….
    kalo mau ngeliat sesi yg busana muslim, hari ini jam 4 ada ida royani, snne rufaidah, dsb…
    ayoooo ayooooo…..

  2. hi Iqbal,

    what a marvelous event that you attend.

    i wish i was there, since i realize my self as a fashion addict, i mean i like to see those new and fresh idea on how people dressing themselves and trying to give an identity from the way they dress.

    fashion is not only about trend. for me, fashion is more on how we, as human, can be ourselves without following whatever that people tend to wear nowadays, because whatever that tend to be trend nowadays are not always be fit in our personality.

    from these pictures that you show me, i can see that, muslimahs are elegant, outspoken, bright, and dare to be different, without leaving their core to be humble and always on dignity. showing that the designers were giving their ideas totally. smart.

    keep on writing!

  3. yes… absolutely agree ! muslimah seharusnya gak cuma pake kebaya yang bermotif itu itu aja, jilbabnya bisa dimacem2in, aksesoris bisa ditempel di sana sini…
    wah, kalo mba’ Ruby bisa ngeliat langsung pasti bakal bilang “wowwww” lebih panjang lagi…
    thx anyway udah mampir…

  4. gw nyariin Iva Lativah ternyata ada di session 1 yah bal?!hehe.. gw suka sama rancangannya, pertama kali gw liat waktu nganterin si Bunga ikutan TMM 2009 di Bandung kemaren-kemaren. Rancangannya Iva dinamis banget, eeh..pas gw liat foto rancangannya yang disini dengan tema ‘flower’ yang feminim ternyata oke juga, walaupun kesan dinamisnya tetep keliatan di warna-warna yang dipake.. cinta perancang busana Indonesia dah pokoknya..^^

    1. emang sih, iva lativah termasuk papan atas untuk desainer busana muslim, tapi masih ada yang juga gak kalah hebatnya nda, ada anne rufaidah, ida royani, dsb…
      iya, iva lativah emang dinamis banget karyanya…

  5. full of creativity and elegant…gw suka ngeliat rancangan2x diatas…ngebuat wanita muslimah terlihat lebih cantik…gw pikir bentuk wajah muslimah asia termasuk indonesia kurang cocok pake baju muslim ala arabic or african…and now…see that…keren…lagian sekarang model gamis panjang bukan hal yang menakutkan lg…perpaduan warna yang cerah n design yang elegant…ngebuat semuanya indah…….I love that…

    1. pastinya, desainer busana muslim Indonesia termasuk yang oke di dunia internasional…
      jadi keunggulan Indonesia emang di busana muslim sama batik… kalo main modern kalah telak lah Indonesia…

  6. Ping-balik: baju modern
  7. Pretty portion of content. I simply stumbled upon your blog and
    in accession capital to say that I acquire in fact loved account your blog posts.
    Any way I’ll be subscribing on your augment or even I achievement you get admission to consistently quickly.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s