14
Nov
09

BRI untuk Fashion Indonesia

logoJFW001Terpampang besar-besar logo Bank BRI hampir di setiap media publikasi acara Jakarta Fashion Week 09/10. Benar saja, BRI menjadi sponsor utama dalam acara fashion paling bergengsi di tanah merah putih ini. BRI yang menjadi back up utamanya. Terlihat dari kata “Presents” di bawah logo BRI. Jadi kalau lengkapnya, “Bank BRI Presents Jakarta Fashion Week 09/10”.

Dalam konferensi pers perdana tadi siang, Perwakilan BRI ikut duduk di kursi-kursi nara sumber. Firman Taufick, General Manager Marketing Communication, rela dikerumuni pertanyaan-pertanyaan dari para wartawan.

Lembaran press release menyebutkan, BRI berharap dunia mode Indonesia akan terus berkembang seiring berkembangnya industri kreatif. BRI bangga karena bisa ikut andil mengembangkannya karena mode dan fashion merupakan industri yang turut melestarikan warisan budaya bangsa melalui penggunaan industry tradisional seperti batik dan tenun.

_MG_1488

Svida Alisjahbana (kiri) memperhatikan Firman Taufick Berbicara. Dok: JFW 09/10.

Firman banyak bercerita tentang program-program baru BRI. Salah satu yang menarik, dalam tiap gesekan kartu kredit Platinim BRI, ada jatah 0,1 % yang disumbangkan untuk aktivitas-aktivitas budaya Indonesia.

“Kita bekerja sama dengan beberapa lembaga untuk melestarikan salah satu jenis batik yang hampir punah,” kata Firman dalam konferensi pers. Setelah selesai konpres, Firman tetap dikerubungi beberapa wartawan yang berminat mengeksplorasi lebih dalam tentang jatah 0,1% tersebut.

Ada satu jenis batik yang saat ini dikuasai hanya oleh lima orang. Kalau lima orang ini tidak ada lagi, habis sudah. Namanya batik Kauman, asal Cirebon. BRI sejak tahun lalu sudah mendukung perjuangan Batik Kauman lewat sebuah lembaga bernama Nurani Budaya Indonesia dengan training-training yang intensif. Satu tahun sudah program ini berjalan.

Beberapa bukti komitmen lain juga dipaparkan Firman dalam mendukung khasanah budaya negeri kita. Christine Hakim dinobatkan sebagai icon budaya. Semua demi memberikan karakter pada dunia fashion kita.

Poppy Dharsono yang sudah lama sekali berkecimpung di dunia mode dan juga memiliki “Poppy Dharsono Fashion Studio” menegaskan pada Firman, bahwa desainer-desainer yang terlibat dalam acara ini masuk level UMKM. Apa BRI tetap siap untuk membantu? Firman dengan tegas menyatakan siap. “Selama bisnis itu visible dan bankable, pasti kita turut serta,” senyumnya. Nah, sekarang justru tantangannya pada dunia industri fashion, para penggiatnya diharapkan bisa menjadikan industry fashion ini bankable dan visible. Sekali lagi, pantas dikutip ucapan Svida Alisjahbana, ketua JFW 09/10, “Kalau kita punya niat yang kuat untuk mewujudkan mimpi bersama, kesulitan tidak akan terasa.”


0 Responses to “BRI untuk Fashion Indonesia”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


November 2009
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

%d blogger menyukai ini: