Backpacker Indonesia Copot Semua Identitas

Sekitar dua tahun yang lalu, saya membaca satu buku yang sangat inspiratif, judulnya 5 cm. Setelah menutup halaman terakhir buku itu, adrenalin saya seakan meningkat. Tiba-tiba ada energy yang besar, siap untuk melakukan dua hal. Pertama, mencintai bangsa ini sebesar-besarnya. Kedua, menjelajahi Indonesia seluas-luasnya.

Untuk hal menjelajahi Indonesia, terkadang banyak kendala yang menghadang. Ketika ada keinginan dan teman jalan, uangnya tidak ada. Ketika ada uang dan teman jalan, waktunya tidak ada. Atau yang paling sering, ketika ada keinginan, waktu, dan uang, sayangnya tidak ada teman jalannya. Sehingga mau tidak mau perjalanan ditunda karena kalaupun dipaksa jalan sendirian, bisa jadi akan berisiko tinggi (mis: naik gunung), kurang seru, atau akan banyak menghabiskan uang akibat trip tidak efisien.

Kabar baiknya, keluh kesah itu sudah dapat dinetralisir dengan adanya komunitas Backpacker Indonesia (BI). Saya masuk komunitas ini sejak Februari 2009 kemarin. Saya ikuti aktivitasnya di facebook. Ramai diperbincangkan cerita-cerita trip, bagaimana membuat sebuah trip yang hebat sekaligus murah, dan tips dan trik dalam melakukan trip.

Padat sekali aktivitas yang ada di grup ini. Topic di Discussion Board(DB)-nya pun sangat aktif. Ternyata ada semacam semi-kepengurusan yang sudah dibentuk dalam komunitas ini. Awal komunitas ini terbentuk adalah dari seorang mahasiswi Bandung bernama Ilma Dityanngrum. Ia membuat satu trip perdana awal 2009 kemarin ke Pulau Sempu, Bromo, Pananjakan, dsk. Semua persiapan tetek bengek dibahas di DB. Komplit! Mulai dari jadwal trip, rincian prediksi biaya yang akan dikeluarkan, sampai barang-barang apa yang harus dibawa.

Sebagian besar yang aktif di DB ini belum pernah kenal sebelumnya. Sama sekali belum pernah bertatap muka. Semua komunikasi bermula dari DB dan tidak ada komunikasi langsung. Ketika pendaftaran trip ditutup, mereka yang ikut mulai berkomunikasi via HP masing-masing. Mereka berkumpul di tempat yang sudah disepakati (trip pertama kumpul di Malang). Anggota yang dari Jakarta, Bandung, Jogja, dan Surabaya berkumpul di Malang. Mereka berkenalan lalu menghabiskan waktu bersama selama beberapa hari. Setelah selesai, mereka membuat semacam kepengurusan kecil. Ilma sebagai inisiator awal diberi jabatan Bu Lurah. Kemudian setiap cabang daerah punya ketua RW nya masing-masing (ada RW Jakarta, RW Bandung, dsb). Dari situlah, grup ini mulai melakukan pergerakan yang lebih besar.

Beberapa trip lagi dibuka kemudian. Ada trip yang dibuka untuk menjelajahi 5 negara hanya dengan 5 juta rupiah. Yang membuat saya tertarik adalah trip ke Kepulauan Seribu. Adhit yang membuka trip ini. Ia dengan lugas memberitahukan tujuan-tujuannya, kemudian rincian costnya (mulai dari ongkos perahu sampai sewa penginapan), dan juga detail waktunya per jam. Untuk yang berminat, bisa kirim uang Rp 50 ribu untuk DP sewa penginapan, sewa kapal, dsb.

Pagi itu, pukul 7 pagi di pom bensin Muara Angke, sekitar 30 orang sudah berkumpul dan siap berangkat. Sesuai jadwal yang diberikan Adhit, kapal berangkat pukul 7 pagi. Kapalnya sangat sederhana, lebih mirip kapal ikan (ya iyalah, kalo kapal pesiar bukan backpacker namanya), tapi tidak ada yang mempermasalahkannya, perjalanan tetap seru.

Singkat cerita, kami diajak snorkeling di beberapa tempat, jalan-jalan ke beberapa pulau, melihat taman nasional, dsb. Untuk itu semua, saya cuma keluar tidak lebih dari 200 ribu, tidak jauh dari prediksi yang Adhit paparkan. Sangat lain ceritanya kalau trip dilakukan sendiri, karena untuk penginapan dan sewa kapal akan jauh lebih murah kalau beramai-ramai.

Sebagian besar (sekitar 70%) yang ikut adalah mahasiswa, ada yang dari UI, IPB, UGM, ITB, Unpad, UNJ, dsb. Sebagian lagi sudah kerja, sebagai konsultan, PNS, jurnalis, banker, perpajakan, dsb. Di balik itu pasti masih banyak keragaman lain, perbedaan suku, agama, cara pandang, ideology, pergaulan, dsb. Tapi kami melepas semua itu, demi satu hobi yang sama, hobi menjelajahi sudut-sudut indah di bumi ini.

Sepulangnya dari trip itu, saya membawa oleh-oleh pengalaman, foto-foto hebat, dan sekian banyak kenalan baru. Komunikasi tetap dilanjutkan lewat facebook.

BI punya satu acara besar demi langkah yang lebih besar, yaitu Gathering pertama BI (tentunya ada jalan-jalannya donk), akan dilaksanakan di Bandung, 30-31 Mei ini. Bagi yang berminat silakan join grup BACKPACKER INDONESIA, lalu baca DB-nya untuk gimana-gimananya.

Salam ransel !

Iklan

Penulis: Iqbal

cinta dunia jurnalistik dan rekayasa genatika...

13 thoughts on “Backpacker Indonesia Copot Semua Identitas”

  1. inspirasinya buku 5 cm yah…emang tuh buku keren abiez…..gatheringnya biasa hari libur kan??

    sy lagi kepengen bacpacking ke solo-jogja taun ini..ada info2 seru disana ga??

  2. saya sudah dari setahun yang lalu ikutan milis ibp di yahoogroup, namun karena alasan kesibukan, maka tidak pernah ikutan even yang diadakan rekan ibp….

  3. Bagi yang lagi backpacking ke Jogja, Qt punya penginapan murah ni. Cuman 50rb semalem. Lokasinya deket banget sama Malioboro, Kraton Jogja, dan Benteng Vredenberg. Tepatnya cuman 5 menit jalan kaki ke sana (depan RS PKU Muhammadiyah).
    Klo mo yg mewah 300rb semalam Qt jg punya.

    Hubungi aja 085729753351(Artha)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s