23
Des
08

Mahasiswa Tersenyum Lebar Akibat Penurunan Tarif

Ketika ditanya tentang total pengeluaran untuk komunikasi selulernya jika dibandingkan dengan sebelum terjadinya penurunan tarif, 43% mahasiswa menjawab tetap, 32% berkurang, dan 25% justru bertambah.

polling11

Survey dilakukan melalui polling yang disebarkan ke 100 orang mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), kampus yang terkenal dengan keberagaman mahasiswanya, baik asal daerah maupun tingkat sosial ekonominya. Mahasiswa adalah satu golongan kecil masyarakat yang bisa dikatakan melek terhadap dunia informasi dan komunikasi. Jadi, bisa dikatakan mahasiswa cukup mewakili golongan yang responsif terhadap pergolakan dunia komunikasi.

Sebagian besar (75%) mahasiswa merasakan adanya efek penurunan tarif. Walaupun sudah sedemikian besarnya promosi penurunan tarif berbagai operator seluler, termasuk provider kakap, tetap saja seperempat mahasiswa tidak merasakan efek penurunan tarif tersebut.

polling21

Walaupun penurunan tarif cukup dirasakan mahasiswa, tapi hanya 32% mahasiswa yang total pengeluarannya berkurang untuk pos komunikasi. Sisanya menganggarkan biaya yang tetap atau bahkan bertambah. Kenyataan ini mengindikasikan semakin banyaknya penggunaan telepon seluler karena tarif turun sedangkan pengeluaran tetap atau bertambah.

Mahasiswa yang mengaku pengeluarannya berkurang pun menyatakan bahwa hubungan sosial mereka tidak dikurangi. Tarif yang turunlah yang menyebabkan pengeluaran mereka berkurang namun dengan intensitas pemakaian tetap atau lebih banyak. Hanya 6% mahasiswa yang mengatakan hubungan sosial lewat telepon selulernya berkurang.

Bisa dikatakan, hubungan sosial mahasiswa semakin tinggi akibat turunnya tarif telepon seluler. Hubungan sosial tersebut bisa ke sesama temannya bisa juga ke keluarga, mengingat sebagian besar mahasiswa IPB merupakan mahasiswa rantau. Tentunya mahasiswa tersenyum semakin lebar dengan adanya penurunan tarif tersebut.

polling3

Pos pengeluaran komunikasi mereka sebelum kenaikan tarif terkonsentrasi pada kisaran Rp25.000 – Rp50.000 per bulan. Keadaannya masih sama ketika tarif sudah diturunkan. Jadi, kalau dilihat dari sisi ekonomi mahasiswa, turunnya tarif tidak berpengaruh terhadap kantong mereka.

Namun, bisa jadi, dengan semakin meningkatnya hubungan sosial lewat telepon seluler, mahasiswa bisa menghemat pos-pos lain. Kerinduan akan kampung halaman bisa digantikan dengan saling menelepon dibarengi dengan mencoret anggaran transportasi untuk pulang.

polling4polling5

Yang termurah belum tentu menjadi pemenangnya. Mungkin karena perbedaan tarif murah tersebut tidak terlalu lebar, maka sebagian mahasiswa enggan untuk mengganti providernya. Walaupun lingkungannya sudah sepakat untuk mengunakan satu jenis provider, tapi 68% mahasiswa memilih untuk tidak bergeming, tetap dengan nomor yang lama.

polling6

Iklan

4 Responses to “Mahasiswa Tersenyum Lebar Akibat Penurunan Tarif”


  1. Desember 31, 2008 pukul 8:55 pm

    siapa yang bikin pollingnya kak? dalam rangka?

  2. Januari 12, 2009 pukul 2:29 pm

    Wah bal, kok tumben postinganmu ga dipublish lewat milist biokim?

    Kirain lagi liburan posting, ternyata masih toh…

  3. Januari 12, 2009 pukul 2:36 pm

    @azka: gw yg bikin ka, dlm rangka ikut lomba dr XL

    @rismaka: ya, emang ada bbrp yg gak diposting ke milist k’..

  4. Januari 25, 2009 pukul 8:03 am

    Ehm, calon mahasiswa mencoba jd mahasiswa nh..
    Amin..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Desember 2008
S S R K J S M
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

%d blogger menyukai ini: