18
Nov
08

Hati-Hati Bom !

hati-hati bom !

hati-hati bom !

“Gw gak suka banget sama keadaan kereta api kita, semerawut! Jadi gw bom aja pintu keretanya,” Eit, jangan berpikir ini aksi terorisme. Itu adalah kata-kata yang keluar dari mulut kaum salah satu penggiat urban art.

Urban art, kalau dijabarkan dalam bahasa Indo, artinya adalah seni dari kaum perkotaan. Salah satunya itu Grafiti. Seni corat-coret tembok yang biasanya dilakukan di malam hari. Malam hari di sini artinya betul-betul malam hari, mungkin sama seperti jam kerja manusia malam.

Mereka memakai istilah ngebom untuk melakukan aksi mereka mencoret2 tembok yang kebanyakan adalah fasilitas umum. Jangan disamakan antara istilah ngebom di sini dengan mahasiswa yang kebelet ngebom waktu kuliah, atau alm.Imam Samudra yang ngebom dalam arti sesungguhnya.

Saat ini saya hanya mencoba menjadi komentator saja. Hanya ingin membandingkan hasil bom kaum urban di Indonesia dengan orang-orang bule itu lewat kacamata yang sangat subyektif.

Tulisan2 Wake Up! Atau nukilan Think! Terlihat manis menghiasi tembok-tembok dalam video clip John Mayer-Waiting on The World to Change. Tulisan tersebut dikemas dengan desain apik sehingga bisa membuat kita terbius sejenak dan Think!

Ada juga beberapa iklan dari luar, waktu itu saya melihatnya di salah satu pameran iklan TV, yang menggunakan bomber2 bule itu secara komersil. Artinya, mereka betul-betul membuat iklan di tembok. Mungkin mereka membayar semacam pajak tembok kepada pemerintah agar bisa beriklan di tembok. Saya juga kurang tahu.

Sekarang kita bandingkan dengan bomber dari Indonesia. Kalau hasil bomber2 Indo, hanya dijadikan bukti kalau itu merupakan daerah kekuasaan si bomber dan gengnya. Mirip kencing kucing di tiang listrik. Itu yang saya dengar dari salah satu stasiun TV swasta yang sedang mengangkat topic tentang Grafiti. “Gambar-gambar itu merupakan symbol dari daerah kekuasaan kami,” Pas liat gambarnya, boro-boro bikin mikir, ngerti juga engga. Abstrak dalam arti yang sesungguhnya. Itu sih yang saya liat di sepanjang jalan dari Cawang sampai Rawamangun. Kalau yang di pelosok2 kampung tempat saya tinggal lebih parah lagi, modal pilox (bener gak ya tulisannya?) satu warna aja, urban artis tak bermodal. Haha. Tapi mungkin sayanya aja yang kurang bergaul, jadi kurang tahu tempat Grafiti yang bagus di Indo.


1 Response to “Hati-Hati Bom !”


  1. November 19, 2008 pukul 7:56 am

    kalo yang bagus2 emang enak diliat, bikin kagum gw malah kadang.. tap yg cuma coret2 ya bikin jelek.. di jogja tuh kayaknya banyak ya yg bagus2? seinget gw sih..

    nah kalo grafitinya bisa ngasi sentilan2 sosial, itu yang paling kereeen.. ^^


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


November 2008
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

%d blogger menyukai ini: