Belajar dari Kasus VOC dan Monsanto

salah satu kapal yang dipakai VOC, bisa untuk dagang, perang juga jadi
salah satu kapal yang dipakai VOC, bisa untuk dagang, perang juga jadi

Indonesia Tidak Pernah Dijajah Pemerintah Belanda! Yang betul adalah VOC yang menjajah Indonesia. VOC kepanjangan dari Vereenigde Oostindische Compagnie, orang Indonesia merasa sebutan itu terlalu rumit, maka diambil bagian akhirnya saja: KOMPENI.

VOC ini bentuknya swasta. Kumpulan dari Perusahaan Dagang. Namanya orang berdagang tentunya butuh banyak barang dagangan untuk bisa lebih profitable. Mereka ekspansi ke Asia, termasuk Indonesia.

Karena memberi pajak yang cukup besar buat Negara, VOC dibela mati-matian oleh pemerintah Belanda. Militernya dibantu. Betul-betul dilindungi. Bahkan diberi hak untuk memiliki tentara. VOC seperti Negara di dalam Negara.

Pada 1669, VOC merupakan perusahaan pribadi terkaya sepanjang sejarah, dengan lebih dari 150 perahu dagang, 40 kapal perang, 50.000 pekerja, angkatan bersenjata pribadi dengan 10.000 tentara, dan pembayaran dividen 40% (Wikipedia).

Hebat sekali, sampai segitunya pemerintah membela sektor swasta sampai berkembang demikian pesat.

Ada lagi contoh, Monsanto, sebuah perusahaan Amerika di bidang industry pertanian. Pada perang Vietnam tahun 1961, dia salah satu pensuplai “Agent Orange”, sebutan untuk salah satu herbisida. Agent orange dipakai sebagai senjata biologis yang membuat 400.000 orang mati, 500.000 bayi dilahirkan cacat. Tapi kejadian ini tidak terlalu terekspos karena pemerintah Amerika betul-betul melindungi Monsanto. Sampai sekarang pun, walaupun orang sudah menuding-nuding Monsanto sebagai biang keladi muramnya nasib rakyat Vietnam, Monsanto masih gagah berdiri. Lagi-lagi karena Monsanto punya penghasilan yang besar sehingga bisa memberi pajak yang besar juga.

Poinnya bukan di kejamnya swasta, tapi kok bisa pemerintah membela swasta sampai segitunya? Lain betul dengan kejadian di Indonesia. Swasta seperti dijadikan sapi perah. Sudah membayar pajak yang besar, tapi perhatian yang didapat belum sebesar pajak yang dikeluarkannya.

Iklan

Penulis: Iqbal

cinta dunia jurnalistik dan rekayasa genatika...

5 thoughts on “Belajar dari Kasus VOC dan Monsanto”

  1. Eh, sebenernya mulai awal tahun baru 1900 indonesia dijajah belanda kok, karena voc pas hari itu dibubarin. CMIIW

    Kejadian monsanto adalah satu dari sekian banyak kesuksesan neoliberalisme. Di mana kewajiban negara untuk mensejahterakan rakyatnya telah dikebiri secara sistematis melalui kedok kebebasan yang bernama pasar bebas.
    Pemerintah (amrik) menjadi begitu bergantung dengan langkah-langkah swasta bahkan sampai harus ngelindungin. Di indonesia juga sama aja kok. Korporasi Bakrie selalu aja di’tolong’ pemerintah, mulai dari kasus lapindo kemaren sampe yang terakhir ini soal intervensi pemerintah atas tidak sehatnya bakrie sebagai ekses krisis ekonomi global. (Bah, udah macem aviliani aja cakap awak ini :p)

  2. mirip kok,sama2 ada IPBnya…
    Aviliani lulusan IPB, Rae akan lulus dari IPB
    hehee

    wah, gw gak tau tuh ttg kasus Bakrie itu…
    klo ttg lapindo, gw rasa itu karna mreka gak sanggup ganti rugi aja, bukannya dibela, wong SBY udah brapa kali manggil bakrie kok…

  3. wah-wah bener-bener luas pengetahuan mas yang satu ini..
    hebat-hebat g cm pelajaran dikampus aja yang dikuasai..
    pelajaran tentang sejarah pun manstab abiizzz….
    sesuai dengan profesinya..(sukses kawan…!!!) 🙂

  4. @iqbal
    Cuma dipanggil kan? Gak pernah dijewer, gak pernah dikasih sanksi. Coba buka http://www.perspektif.net. Di postingan blog itu akhir-akhir ini lagi seneng ngomongin Bakrie. Masa sih gak pernah denger? Yang sampe sempet ada gosip kalo sri mulyani ngancem resign karena pemerintah ngambil langkah ‘pilih kasih’.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s