Pengemis Memang Salah

Pengemis salah kalau dilihat dari segi tatanan masyarakat

Kalau kita melihat dari sisi egoisitas diri kita sendiri, memang pengemis meningkat berimplikasi pada semakin besarnya ladang untuk beramal. Kalau dalam ilmu ekonomi, mungkin ini yang disebut ekonomi mikro, tapi bagaimana dengan bagian besarnya? Ekonomi makronya? Atau efek kepada tatanan masyarakatnya?

Meningkatnya kaum urban tidak dapat dipungkiri lagi akan meningkatkan tingkat kriminalitas. Pengemis temasuk kaum urban yang saya maksud. Jadi, meningkatnya pengemis meningkatkan pula tingkat kriminalitas.

Masih ingat tentang Perda Jakarta yang melarang mengemis dan melarang memberikan uang atau barang kepada pengemis? Kalau melanggar, 20 juta bisa melayang. Kalau tidak salah, itu perda yang dikeluarkan akhir 2007 lalu. Tujuannya untuk mengurangi kriminalitas.

Bahkan, pedagang asonganpun yang menurut saya tidak lebih berbahaya daripada pengemis dianggap pemerintah dapat meningkatkan angka kriminalitas. Baru sore tadi, ada larangan pedagang asongan untuk masuk ke stasiun Jatinegara. “Tujuannya untuk menekan angka kriminalitas,” tegas Kepala Stasiun Jatinegara Ahmad Fauzi, Rabu (24/9/2008).

Beramal tidak harus lewat pengemis, bukan? Banyak lembaga amal yang siap menampung. Uangnya tentu lari ke tempat yang semestinya.

Iklan

Penulis: Iqbal

cinta dunia jurnalistik dan rekayasa genatika...

3 thoughts on “Pengemis Memang Salah”

  1. Ping-balik: Hakuna Matata
  2. Hmm. saya setuju jika di zaman sekarang pengemis itu tak layak untuk diberi sedekah. Teramat banyak kerusakan yang ditimbulkan jika memberikan sedekah untuk pengemis di zaman sekarang.

    Namun agaknya kita juga jangan mengeneralisasi bahwa semua pengemis itu seperti itu. Mungkin ada satu atau dua, Allahu a’lam, yang memang dia benar2 tak mampu.]

    Untuk lebih selamatnya lebih baik memang tak memberikan uang pada pengemis…

    Good job!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s