24
Sep
08

Indonesia Tidak Sejelek Itu

bangkit Indonesiaku!

Di satu waktu, saya diberi kesempatan untuk meliput sebuah perusahaan yang bergerak di bidang propagasi tanaman secara vegetatif, tepatnya kultur jaringan. Nama perusahaan itu Monfori Flora. Saya berbincang dengan manajer marketingnya untuk mengorek segala macam hal tentang monfori, ya aspek bisnisnya, ilmu pengetahuannya, sampai ke segi social perusahaannya.

Setelah selesai wawancara, saya merasa kita (Indonesia) tidak seburuk yang kita bayangkan. Mungkin, karena insting jurnalis Indo yang menempatkan control social sebagai tameng terdepan maka kritikan lebih sering menghujam daripada pujian. Tidak ada yang salah dengan itu karena selama ini saya lihat kritikan yang memang kesalahan, tidak dibuat-buat. Tapi mungkin karena dengan seringnya muncul kritikan tersebut, masyarakat merasa Indo selalu dalam posisi yang buruk, padahal tidak juga.

Dibuktikan salah satunya dari Monfori ini. Kebetulan, saya pernah praktek tentang kultur jaringan di sebuah lab berskala nasional selama dua bulan. Jadi, sedikit banyak saya sudah paham dengan kultur jaringan. Monfori ini melakukan kultur jaringan dalam skala industry, bukan skala lab seperti yang saya lakukan. Tapi tentunya metode-metode dasar akan sama: mengedepankan sterilitas.

Namun, alat-alat dan mekanisme perusahaan Monfori sangat jauh di luar bayangan saya. Di lab, tingkat keberhasilan kultur jaringan sampai tahap aklimatisasi (tahap dimana membiasakan tanaman ke lingkungan yang sesungguhnya, yaitu tanah, setelah hidup di dunia yang serba steril) mungkin kurang dari 10% tapi di Monfori bisa lebih dari 90%. Mungkin Anda berpikir itu ditunjang dari SDM yang memadai. Tidak! Monfori hanya mempunyai dua orang ahli kultur jaringan, selebihnya hanya lulusan SMA yang diajari keterampilan bekerja di laminar air flow (ruang kerja yang mendukung kesterilan). Hanya dua orang!!! Dan keduanya adalah orang Indonesia.

Alat? Ya, mungkin. Autoklaf (alat untuk mensterilkan alat/bahan dengan suhu dan tekanan tinggi) yang Monfori gunakan besarnya puluhan kali lipat lebih besar daripada yang saya gunakan di lab, badak pun bisa masuk di dalamnya. Kemudian flow keluar masuknya orang betul-betul dijaga, ada pakaian khusus yang digunakan untuk masuk ke area propagasi. Laminar yang dipakai sama seperti yang banyak ada di lab, bedanya, Monfori punya puluhan. Ruang penyimpanannya biasa saja, hanya ada air flow khusus yang digunakan untuk membunuh jamur dan bakteri.

Factor yang menurut saya paling berpengaruh dari keberhasilan Monfori ini adalah keberanian negosiasi. Perusahaan ini bisa menjual Indonesia (hasil kuljar Indonesia) lebih tinggi dari harga biasanya dengan barrier yang lebih banyak juga. Istilah saya, jual mahal. Menurut manajer marketing Monfori, orang luar itu selalu menggencet pedagang Indo sesuai keinginan mereka. Itu yang selalu dijaga Monfori dengan selalu membuat barang dagangannya kualitas yahut. Walaupun banyak pemain internasional yang lebih besar, tapi Monfori masih masuk daftar yang paling dicari oleh breeder dunia.

Prestasi seperti Monfori sangat di luar dugaan saya. Indonesia yang selama ini dianggap Negara berkembang, teknologi rendahan, ternyata bisa menjadi pemain terdepan dunia dalam teknologi perkembangan vegetative.


0 Responses to “Indonesia Tidak Sejelek Itu”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


September 2008
S S R K J S M
« Jun   Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

%d blogger menyukai ini: