10
Apr
08

Burung Terbang dengan Gayanya Masing-Masing

setiap burung punya gaya sendiri untuk terbang, begitu juga manusia

setiap burung punya gaya sendiri untuk terbang, begitu juga manusia

Dua tahun yang lalu, saya berkenalan dengan seorang kawan di salah satu organisasi jurnalistik kampus. Ketika itu, dia melamar untuk menjadi anggota organisasi tersebut. Seperti biasa, ada beberapa tahap untuk sukses menjadi anggota, diantaranya magang di satu edisi penerbitan.

Tidak ada yang spesial dari hasil wawancara dengannya. Sampai satu ketika, ada satu rubrik yang harus saya kerjakan bersama dengannya. Berbekal sebuah kamera, kami hunting foto keliling kampus.

Tiba-tiba seorang anak 7 tahunan menyapa kawan saya ini. Mereka bercengkrama sejenak lalu saya tanyakan siapa anak kecil itu, dia katakan bahwa itu adalah anak kecil yang biasa berjualan donat di lingkungan kampus. Setelah saya gali lebih dalam, ternyata kawan ini selalu menyisihkan waktunya di tiap weekend dan uangnya untuk membelikan alat-alat tulis dan untuk mengajarkan apa saja yang bisa dia ajarkan ke anak-anak ini, dan hebatnya, dia melakukan ini semua sendirian. Dia melakukan ini karena senang membantu banyak orang, tidak ingin diblow up, apalagi dipuji.

Selang beberapa bulan kemudian, ketika saya sedang berkumpul dengan teman-teman jurusan, ada seorang anak penjual donat (bukan yang dulu saya temui ketika hunting), dia menawarkan donatnya kepada kami. Ada diantara kami yang memang sedang lapar lalu membelinya. Saya coba tanyakan kepada si penjual donat cilik, apa dia mengenal kawan saya yang suka mengajarkan beberapa anak kecil penjual donat? Ternyata dia kenal, bahkan dia menambahkan bahwa baru beberapa hari yang lalu dia ditraktir oleh kawan saya itu. Dia mengatakan bahwa kawan saya itu sangat baik. Bangga sekali saya bisa mempunyai kawan seperti itu.

Sekarang sudah hampir setahun saya tidak bertemu dengannya secara langsung. Hanya bertegur sapa lewat dunia maya saja. Dia tetap sering mengirim tulisan2nya ke blognya. Dialah Azka Madihah (azkamadihah.wordpress.com).

Cerita lain, di tempat saya tinggal, Asrama Mahasiswa Aceh Leuser, tinggal seorang kawan yang tidak terlalu peduli dengan akademiknya, dia baru belajar di hari ujian berlangsung, pekerjaannya hanya main game. Tapi anehnya, banyak orang yang datang ke asrama hanya untuk bertemu dengannya, banyak yang menelepon ke asrama hanya untuk berbicara padanya. Ternyata dibalik ketidakpeduliannya itu, dia sangat memperhatikan orang lain. Tidak jarang dia dimintai bantuan oleh mahasiswa2 Aceh. Dengan senang hati dia pasti akan membantu sebisa dia. Pernah suatu ketika, ada salah satu mahasiswa Aceh yang orangtuanya sakit. Tapi mahasiswa ini tidak mempunyai uang agar bisa pulang dan menjenguk orangtuanya tersebut. Anak ini meminta bantuan kepada kawan saya itu. Dengan sigap, kawan ini langsung mencari uang untuk membeli tiket. Dia tidak mengambil dari tabungannya, karena memang tidak ada, tapi dari teman-teman yang lain (saat itu, mengumpulkan uang sangatlah sulit). Dengan cepat uang terkumpul sehingga mahasiswa Aceh tersebut dapat menjenguk orangtuanya. Karena sifatnya ini, orang-orang tidak sungkan untuk meminta tolong padanya. Dengan demikian, semakin banyak benih yang ia tanam. Salut untuk penanam bibit sejati: Arifka Yusri.

Melissa, salah seorang sepupu saya yang lebih akrab disapa k’Cica, adalah orang yang paling populer di keluarga besar kami. Dia seringkali menjadi mediator ketika ada perselisihan antara sepupu2nya yang lain. Namanya sering dipanggil tidak hanya oleh om2 dan tante2nya, tetapi juga oleh sepupu2 dan keponakan2nya ketika keluarga besar sedang berkumpul. Hal penting dan tidak penting selalu melibatkan k’Cica. Tapi dia tidak pernah mengatakan, ”Koq Cica lagi Cica lagi sih!” Mungkin itu yang membuat orang-orang senang berada di dekatnya dan sering meminta bantuannya. Gelar mapres FKG UI tidak pernah membuatnya sombong. Dia tetap mau membantu menyuapi makan keponakan2nya, menjadi pihak yang paling netral, dan menyiapkan namanya untuk dipanggil oleh semua orang….


0 Responses to “Burung Terbang dengan Gayanya Masing-Masing”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


April 2008
S S R K J S M
    Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

%d blogger menyukai ini: