Posts Tagged ‘soto kudus

14
Agu
11

Mencicipi Kudus Lewat Soto Kudus Jaya

(Harusnya tulisan diterbitkan tahun 2009, tapi gak ditagih-tagih sama bos, jadi masuk blog aja)

Bermacam soto yang ada di Indonesia bisa menggambarkan asal daerah tempat soto itu dilahirkan. Soto kudus yang dijajakan di daerah asalnya masih mengenal daging kerbau sebagai bahan isinya, selain ayam yang sudah dikenal luas. Penggunaan daging kerbau ini dikarenakan, sebelum ajaran islam masuk, masyarakat Kudus beragama Hindu yang dalam ajaran agamanya melarang memakan daging sapi sehingga masyarakat mengalihkannya ke daging kerbau. Sampai sekarang, daging kerbau itu masih dipakai di Kudus. Tapi, di luar Kudus, hanya ada daging ayam. Begitu pula yang dijajakan oleh tempat makan Soto Kudus Jaya.

Sajian Soto Kudus Jaya. Dok: Iqbal

Terletak tepat di pinggir Jalan D I Pandjaitan, Jakarta Timur, Soto Kudus Jaya bisa bertahan sampai hampir dua puluh tahun, “Kami sudah buka tempat makan ini sejak 1989. Tempat kami strategis sehingga dalam satu hari lebih dari seratus porsi pasti terjual,” kata Sutarti, atau yang lebih akrab dipanggil Wati, pengelola Soto Kudus Jaya. Pengunjung tidak hanya terbatas pada orang Jawa saja, tapi semua orang cocok lidahnya dengan soto kudus. Sebetulnya ada beberapa tempat yang juga menjajakan soto kudus, tapi biasanya tidak bisa bertahan lama.

Ketika ditanyakan apa resepnya sehingga bisa bertahan selama hampir dua puluh tahun, Wati mengaku tidak ada resep khusus. Sama seperti soto kudus di tempat lain. Komponen utama soto yang dipakai adalah daging ayam dan tauge, serta bawang putih goreng dan irisan kucai sebagai taburannya. Soto kudus, termasuk yang dijajakan di tempat ini, selalu menghadirkan kuah bening. “Ini karena kami tidak memakai santan. Banyak pengunjung yang suka ke tempat kami karena kuah bening itu,” aku Wati. Ia menggunakan sedikit kunyit tetapi tidak sampai mengubah warna bening pada kuah.

Pada awal berdirinya dulu, kapasitas pengunjung Soto Kudus Jaya hanya sekitar 20 orang, tapi dua tahun kemudian, yaitu tahun 1991, tempat makan ini diperluas sampai mencapai kapasitas 60 orang. “Tempat parkir kami yang luas memberikan nilai tambah tersendiri. Pengunjung tidak perlu kesulitan mencari tempat parkir,” tutur Wati. “Sebetulnya kami ingin buat cabang, tapi sampai sekarang belum ada tempat strategis yang kami dapat. Mungkin satu hari nanti kami akan ekspansi,” katanya. Untuk mengelola tempat makan yang sudah berdiri sekarang, diperlukan sepuluh orang karyawan. Soto Kudus Jaya buka setiap hari dari pukul 8 pagi sampai 8 malam. Dari jarak waktu itu, pengunjung kebanyakan mengincar waktu makan siang untuk berkunjung ke Soto Kudus Jaya. Malam hari relatif lebih sepi dari siang hari.

Soto Kudus Jaya juga menyediakan layanan pesan antar. “Untuk mempermudah konsumen kami, kami bisa mengantar pesanan asal pesanannya lebih dari 200 porsi. Tapi, jarakpun kita pertimbangkan,” kata Wati. Sudah banyak orang yang melakukan acara di rumah dengan memesan soto kudus dari Wati. Gurihnya Soto Kudus Jaya mungkin menjadi pemicu pelanggannya untuk tetap setia pada soto kudus.

Bisa Pisah Bisa Campur

Adadua pilihan soto kudus yang ditawarkan, yaitu pisah dan campur. Perbedaannya hanya pada penyajian nasinya saja. Kalau soto pisah, nasi diletakkan di satu piring khusus sedangkan kalau soto campur, soto dan nasi dicampur dalam satu mangkok. Harga keduanya berbeda. Untuk seporsi soto pisah dihargai 11 ribu rupiah sedangkan untuk soto campur dibandrol 8 ribu rupiah. Mungkin jumlah nasi yang banyaklah yang menyebabkan soto pisah lebih mahal. “Isi dari kedua soto ini tidak dibedakan, sama persis,” kata Wati. Harga-harga soto tersebut bisa dikatakan cukup terjangkau, apalagi jika melihat letak tempatnya yang strategis, tempat parkirnya yang luas, dan rasanya yang menggugah selera.

Menurutnya, pengunjung lebih banyak memesan soto campur. Mungkin karena soto campur lebih praktis, tinggal makan. Tidak ada makanan lain yang dijual Wati selain kedua soto tersebut. Jadi, Soto Kudus Jaya betul-betul hanya menjual soto kudus.

Untuk minuman juga tidak banyak variasi yang ditawarkan. Es blewahlah yang menjadi primadona Soto Kudus Jaya. Ada juga es teh, es jeruk, es kelapa, es susu jahe, dan berbagai soft drink.

Mangkok Khusus

Satu ciri khas lagi dari soto kudus. Entah siapa yang membuat aturan ini, soto kudus selalu disajikan dalam mangkok kecil tetapi tinggi. Diameter mangkok tidak lebih dari 10 cm, sedangkan tingginya lebih tinggi dari mangkok bakso. “Saya juga tidak tahu siapa yang memulainya, tapi memang soto kudus selalu disajikan dalam mangkok kecil dan tinggi,” jelas Wati.

Ketika soto disajikan, ada piring-piring kecil lain yang ikut hadir di meja makan. Setiap piring menghadirkan tambahan menu. Ada juga piring-piring kecil yang berisi jeruk nipis dan sambal. Keduanya bisa ditambahkan sesuai selera. Untuk Soto Kudus Jaya, tambahan menu yang disajikan yaitu hati ampela, otak, perkedel, tempe, tahu, dan sate telur. Setiap piring berisi tiga buah menu tambahan tersebut. Untuk sepiring perkedel kentang dan tempe masing-masing dihargai 2 ribu rupiah. Untuk sepiring otak dihargai 6 ribu rupiah. Hal ini mungkin dilakukan untuk memperkaya isi soto yang hanya terdiri dari daging ayam dan tauge tersebut.




Juli 2014
S S R K J S M
« Mar    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.