Posts Tagged ‘busana muslim

15
Nov
09

Anne Rufaidah Bicara Fashion Muslim

logoJFW001Waktu lagi santai-santai ngeteh sambil update blog setelah ikut konpres Jakarta Fashion Week 09/10, di depan saya ada salah satu wartawan dan dua orang desainer. Satu di antaranya Anne Rufaidah. Mereka bicara fashion muslim. Saya diam tapi tetap terus memperhatikan. Di sela-sela wawancara, Anne mampir ke spot minuman. Lalu si wartawan ini (mungkin) karena ngeliat saya serius banget merhatiin, dia teriak, “Ibu Anne ini ada yang mau nanya-nanya.” Lah ???

Karena Bu Anne nya nanggapin dengan baik, saya gak enak buat cabut begitu aja. Jadi saya Tanya satu pertanyaan yang terus merambat karena Bu Anne semakin serius menjelaskan. Lagi-lagi, gak enak kalau mutusin di tengah-tengah. Tapi takutnya gak boleh sama pembuat lomba blog, karena salah satu aturannya, gak boleh narik nara sumber secara special buat kita Tanya-tanyain. Tapi ini keadaannya susah, gak enak banget sama bu Anne kalau ditinggal gitu aja. Mudah-mudahan gak dianulir.

Jadilah kita ngobrol banyak hal tentang fashion muslim di Indonesia. sebelum masuk ke busana muslim, Ibu Anne bicara tentang seleksi ketat APPMI. “Seleksi terakhir kemarin dari 30 pendaftar Cuma 9 yang berhasil dinobatkan jadi anggota APPMI.” Wah, sepertinya ketat nih…

Ibu Anne mulai bercerita, “Busana muslim yang trendi sudah mulai ada sejak tahun 80-an, Cuma yang make kan baru sedikit, jadi belum kelihatan. Tapi setelah diperkenalkan di Festival Istiqlal, setelah depstore-depstore mau jual, jadi mulai bagus…”

“Festival Istiqlal itu sebetulnya bagus sekali, hasil kerja sama Departemen Perindustrian dan Masjid Istiqlal. Pertama kali ada pada tahun 1991, yang kedua Festival Istiqlal pada tahun 94, tapi saying sekali sampai sekarang gak ada lagi.”

Bingung mau nanya apa, saya teringat baju koko Itank Yunasz di rumah. Dengan bodohnya saya Tanya, “Itank Yunasz aja yang saya tahu, Bu. Kayaknya dia yang paling top di Indonesia buat busana muslim ya?” Pertanyaan paling blunder hari ini. Bu Anne sabar menjawab, “Oh, enggak. Itank Yunasz itu termasuk baru. Masih banyak yang juga bagus-bagus dan sudah lama seperti Ida Royani.”

“Kalau bicara perkembangan tren busana muslim di Indonesia, wah agak sulit. Karena wanita-wanita khususnya Ibu-Ibu pada umumnya bukan orang yang stylish dan nurut dengan tren yang baru. Makanya sampai sekarang masih banyak sekali busana muslim yang bordirnya di depan dada, itu-itu aja dari dulu. Kalau ada sesuatu yang baru, misalnya dikasih gembung di pundak, dia akan bilang, ‘ah gak usah deh, yang ini aja,’ gitu. Cuma Ibu-Ibu di Jakarta yang menonjol untuk busana muslim yang trendi. Itupun karena tuntutan lingkungan. Kalau model baru yang dikeluarkan itu baru dua tahun kemudian popular, itupun kalau popular. Ibu-Ibu itu menunggu sampai di lingkungannya mengadopsi tren baru, baru dia ikut.”

“Nah, tren busana muslim di kita pun sedikit banyak terpengaruh oleh Carlin, seorang Perancis. Dia gak hanya ngeluarin tren busana aja, tapi juga interior, arsitektur, tren motif lantai, dan sebagainya. Kemudian oleh APPMI, termasuk Mas Taruna dan Ibu Dian yang mengelaborasi dengan budaya-budaya lokal.”

Begitulah Anne Rufaidah bicara tentang fashion muslim. Sekarang Ibu Anne punya empat tempat yang menjual produk-produknya; Pasaraya, Sarinah, Muntaz Boutique, dan Rumah Ayu. Semoga sukses, Bu !




April 2014
S S R K J S M
« Mar    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.