17
Jan
10

Perpanjang SIM di Samsat Cipinang Cuma 30 Menit dengan Biaya 60-80 Ribu, Jangan Tertipu !

Sekedar mengingatkan, umur SIM itu Cuma 5 tahun. Setelah basi, kalau tidak mau kena tilang di jalan maka harus diperpanjang. Terkadang kita lupa untuk memperpanjang. Baru sadar setelah berbulan-bulan kemudian atau setelah polisi lalin yang menegur bahwa SIM sudah basi.

Image mahal dan ribet untuk perpanjang SIM sepertinya sudah bisa dihapus. Akhir Oktober 2009 lalu, saya berangkat ke SAMSAT Cipinang untuk mengurus SIM yang sudah mati 5 bulan. Sesampainya di tempat parkir motor, petugas parkir langsung nembak, “Cuma 250 ribu tinggal foto.” Wah, calo nih sepertinya.

Masuk ke ruangan, saya langsung disambut dua petugas informasi (sepertinya Polwan) yang mengingatkan syarat-syaratnya, yaitu SIM lama, KTP asli, dan fotocopy KTP 3 kali. Lalu mereka menunjukkan alurnya, “Urus asuransi dulu, tes kesehatan, baru masuk loket-loket secara berurutan (ada nomor loketnya, satu sampai empat).”

Di depan ruang asuransi, sebelum orang asuransinya menyapa, saya langsung tembak (karena teringat asuransi2 gadungan di Airport), “Ini wajib gak?”. Dia bilang tidak. Ya sudah, saya langsung ke tempat cek kesehatan. Dokternya cukup ramah (mungkin karena ini saya jadi tidak kritis). Dia bilang dengan suara yang halus, “Kalau di asuransi memang tidak wajib, tapi tes kesehatan wajib. Dari sini nanti ada surat pengantar ke loket.” Oke, saya turuti. Sang dokter kemudian memperlihatkan buku kecil bergambar abstrak yang di tengahnya ada angka. Saya diminta untuk menyebutkan angka di dalam gambar abstrak itu. Sangat mudah bagi yang tidak buta warna. Singkat sekali tesnya, mungkin hanya 1 menit. Lalu saya dimintai 20 ribu untuk biaya tes kesehatan (yang ternyata Cuma tes buta warna). Dengan mudah saya bayar.

Lanjut je loket BRI. Sebelum sampai ke loket, ada petugas berseragam yang mengingatkan untuk bayar asuransi dulu. Dengan agak keras saya jawab, “Kan gak wajib!” Lalu dia menjawab lagi dengan nada menantang, “Nanti urusannya di sini (menunjuk salah satu loket yang setelahnya baru saya tahu itu loket 2 untuk menyetor persyaratan).”

Sampai di loket BRI, saya dimintai 60 ribu untuk biaya perpanjangan. Penjaga loket mengingatkan, “Walaupun telat mengurus perpanjang SIM, Bapak tidak kena denda, tetap 60 ribu.” Saya bayar lalu menandatangani entah apa itu. Karena saya buru-buru dan sang petugas juga mengatakan tinggal tanda tangan saja, ya sudah, isian di atasnya (ada nama dsb) tidak saya isi, langsung saya tanda tangan. Selesai di loket ini.

Ternyata BRI ini baru loket 1. Jadi asuransi dan kesehatan tidak dihitung loket. Barulah saya mulai curiga, jangan-jangan si dokter muda itu bohong, bilang wajib padahal tidak. Ya sudahlah. Lain kali harus lebih kritis kalau berurusan dengan dokter.

Loket selanjutnya loket 2 untuk urusan administrasi non rupiah. Di situ saya berikan SIM lama, fotocopy KTP 3 kali, KTP asli, tanda bukti pembayaran dari loket 1, dan surat dari hasil tes kesehatan di loket kesehatan (sepertinya yang terakhir ini tidak termasuk syarat). Lagi-lagi saya diminta untuk urus asuransi terlebih dahulu. Berikut dialog singkatnya:

Petugas: Bisa urus asuransi dulu mas.

Iqbal: Katanya gak wajib ?!

Petugas: Sudah, mas urus saja dulu.

Iqbal: Memang betul wajib Pak?

Petugas: Mas ini pekerjaannya apa sih?

Iqbal: Saya wartawan, Pak !

Petugas: Coba mana kartu identitas kamu? Kamu fotocopy dulu.

Iqbal: Ini ! (saya pertunjukkan dari luar, tapi tidak saya berikan)

Petugas: Coba saya lihat sini.

Iqbal: Apa ini jadi syarat buat SIM ?

Petugas: Saya lihat sebentar, nanti kamu fotocopy dulu.

Iqbal: Bapak namanya siapa (press card tetap tidak saya berikan) ?

Petugas: Bukan begitu… Ini buat laporan untuk atasan saya.

Iqbal: (Sadar posisi di atas angin) Jadi saya gak bisa ngurus SIM nih Pak ?

Sadar posisinya terdesak. Rekan petugas itu langsung ambil sikap. “Sudah Bapak tunggu saja di depan, nanti kami panggil. Lalu si rekan itu terlihat buru-buru mengurusi kelengkapan saya. Di tempat saya duduk sudah ada seorang pemuda yang suda menunggu lebih awal. Sedikit berbincang.

Pemuda: Abis berapa mas ?

Iqbal: Delapan puluh ribu. Dua puluh di kesehatan, enam puluh di BRI. Emang mas berapa ?

Pemuda: Saya nambah asuransi 30 jadi 110.

Iqbal: Itu kan gak wajib mas. Kita harus tegasin biar mereka gak mainin kita.

Baru 1 menit duduk, nama saya dipanggil duluan, padahal pemuda itu sudah menunggu lebih awal. Di loket 2 itu saya diberikan KTP asli yang ditempel secarik kertas dengan tulisan ceker ayam, tidak bisa saya baca. Lanjut ke loket 3.

Sepertinya saya benar-benar dilayani. Baru memberikan KTP dan secarik kertas itu langsung disuruh cap jempol, tanda tangan, dan foto. Loket 3 memang untuk foto, tanda tangan, dan cap jempol. Dua menit kemudian, di loket 4 (loket pengambilan SIM baru) nama saya sudah dipanggil. SIM barunya sudah jadi! Karena masih belum yakin bisa selesai secepat itu, saya tanya petugas, “Ini sudah selesai ya Bu?” Petugas mengiyakan. “Wah, cepat betul.”

SIM C fresh from the oven. Dok: Iqbal

Kurang lebih, waktu yang saya habiskan dari parkiran sampai parkiran lagi Cuma 20 menit. Memang di depan pintu terpampang jelas tulisan bahwa perpanjang SIM hanya 30 menit. Sepertinya petugas di SAMSAT itu dituntut untuk memperpendek birokrasi. Atau bisa jadi (pikiran jahat saya), mereka takut dengan press card yang saya tunjukkan, takut saya tulis kalau mereka mempermainkan pengunjung. Semoga saja memang mereka betul professional.

Semoga bermanfaat.

About these ads

37 Responses to “Perpanjang SIM di Samsat Cipinang Cuma 30 Menit dengan Biaya 60-80 Ribu, Jangan Tertipu !”


  1. 1 Rudi
    Mei 19, 2010 pukul 4:45 pm

    Saya tadi mengurus perpanjangan SIM A dan C yg telat (habisnya tgl 30 Mei 2009). Berarti 11 hari lagi telat 1 tahun.
    Lokasi di kantor Polsek Kemayoran (Jakarta Pusat)
    Beli asuransi Rp 30.000,-
    Tes kesehatan Rp 25.000,-
    Utk SIM A= 120.000,- (bayar di loket SIM bukan di BRI??)
    Utk SIM C= 120.000,-

    Total Rp 295.000,-

    Dan tadi saya yg terakhir. Karena mau tutup jam 14.00.
    Wah kalau begitu apakah saya dibohongi ya?
    Ataukah memang segitu biayanya?
    Karena saya tadi juga buru2 jadi gak sempat ngecek.

  2. 3 Romi
    Juli 7, 2010 pukul 5:29 am

    Saya baru saja memperpanjang sim A.7 Juli 2010 di polres jakarta selatan.
    Pembayaran yang dikenakan pada saya dan diwajibkan adalah :

    Pembayaran ke BRI : Rp. 80.000,.
    Pembayaran Kesehatan : Rp. 20.000,.
    Pembayaran Asuransi : Rp. 30.000,.

    pertanyaan saya apakah semua tersebut diatas merupakan wajib saya bayar selain ke BRI.

    Saya bingung disana tidak diberitahu kepada masyarakat mana yang wajib dan mana yang tidak.

    Mohon aparat yang terkait untuk meluruskan dan menindak apabila hal ini tidak benar.

    Jadi yang salah tida ada lagi dikasih peringatan, apalagi minta maaf itu lagu lama.

    Trims.

    • Juli 9, 2010 pukul 1:58 am

      sampai sekarang pun sy jg bingung mana yg wajib mana yg nggak, tp betul memang tiga komponen itu yg dimintakan ke kita, ketika saya tanya, ketiganya wajib, tp sy kurang yakin untuk kesehatan dan asuransi itu wajib

  3. 5 Anton
    September 6, 2010 pukul 9:37 am

    saya merasa tertipu dgn oknum polisi di SIM keliling untuk urus SIM A + masih minta sogokan! tanpa dikasih kwitansi lagi!

    kenapa POLRI tidak mencantumkan perincian biaya pembuatan & perpanjangan SIM & STNK di website?? khan kita bisa doble cek, tapi memang dasarnya aja POLISI mau akalin kita2 semua penduduk… memang TONG KOSONG NYARING BUNYINYA… gombal ttg BERANTAS KORUPSI !!

    berikut ini info blog tetangga yg baru saya dapat:

    Berikut Biaya SIM dan STNK 2010 berdasarkan PP 50/2010
    1. Pembuatan SIM A/BI/BII/BII Baru: Sebelumnya Rp 75 ribu sekarang menjadi Rp 120 ribu.
    2. Perpanjangan SIM A/BI/BII/BII : Sebelumnya Rp 60 ribu sekarang menjadi Rp 80 ribu.
    3. Pembuatan SIM C: Sebelumnya Rp 75 ribu sekarang menjadi Rp 100 ribu.
    4. Perpanjangan SIM C: Sebelumnya Rp 60 ribu sekarang menjadi Rp 75 ribu.
    5. Pembuatan SIM D: (Penyandang Cacat): Rp 50 ribu.
    6. Perpanjangan SIM D: (Penyandang Cacat): Rp 30 ribu.
    7. Pembuatan SIM Internasional: Rp 250 ribu.
    8. Perpanjangan SIM International: Rp 225 ribu
    9. Pengurusan STNK roda 2: Sebelumnya Rp 25 ribu sekarang menjadi Rp 50 ribu
    10. Pengurusan STNK roda 4: Sebelumnya Rp 50 ribu sekarang menjadi Rp 75 ribu

    Jangan mau tertipu !!!

  4. 7 Djunaedi
    Oktober 4, 2010 pukul 6:57 pm

    Hari ini tgl 04 oktober 2010, saya perpanjang SIM C di samsat kebon nanas jakarta timur:
    di loket 1 : bayar Rp. 30.000,-
    diloket 2 : bayar Rp. 20.000,-
    diloket 3 : bayar Rp. 75.000,-
    diloket 4 : bayar Rp. 50.000,-

    total perpanjangan SIM C saya Rp. 175.000,-

    memang tidak lama hanya sekitar 15-20 menit, tapi apa bener jumlah uang yg mesti dikeluarkan sebesar itu? atau jangan-jangan…????

  5. 8 billydekoy
    November 10, 2010 pukul 5:55 am

    lain lagi di medan bang
    sim A 425rb tinggal foto,perpanjangan di samsat keliling 150rb
    sim c 325rb tinggal foto,perpanjangan di samsat keliling 125rb
    sim b1 500rb tinggal foto,tdk bisa perpanjangan di samsat keliling,perpanjangan lebih kurang 400rb tinggal foto, urus perpanjangan sendiri:tes kesehatan 20rb,tes psikologi 50rb,tdk ikut tes tambah 30rb,tes simulator 5orb,tdk ikut tes 80rb,beli formulir 75rb..tinggal pilih mau yg mana jalur ekspres 15mt siap,jalur sendiri mungkin duduk seharian,kalau nga lulus ulang minggu depan bayar lagi

    billy dekoy

  6. 9 Gunawan
    Desember 24, 2010 pukul 7:19 am

    Dipenghujung Desember 2010, saya perpanjang SIM A di samsat kebon nanas jakarta timur:
    Asuransi : bayar Rp. 30.000
    Kesehatan : bayar Rp. 20.000
    BRI : bayar Rp. 80.000 (SIM A)
    Loket 1 : bayar Rp. 50.000 ( yang ini enggak jelas )

    total perpanjangan SIM A saya Rp. 180.000,-

    pelayanan cepat dan tidak pakai lama – lama. Tapi yang di Loket 1 itu saya memang hanya diminta tanda tangan saja tanpa ngisi formulirnya, dan saya tanya “biaya 50.000 ini untuk apa ?” petugas yang kebetulan wanita dan tidak memakai seragam sehingga saya tidak mengenal namanya itu pun mengatakan “untuk biaya pembuatan SIMnya”. Lalu saya diberi sobekan kertas dan disurun untuk ke loket 3 agar di foto. Tapi ketika baru duduk menunggu giliran untuk di foto ada orang yang dipanggil namanya di loket pengambilan SIM dimintai Rp. 50.0000. Waduh saya jadi kaget lagi apa nanti saya juga di mintai uang lagi. Namun setelah foto dan dipanggil, saya tidak di mintai uang Rp. 50.000 lagi seperti orang sebelum saya itu. Dari sini saya mulai curiga apa mungkin saya sudah ditagih di muka sedangkan orang sebelum saya ini belum ditagih sehingga di tagih di loket terakhir. Menurut saya uang Rp. 50.000 ini uang siluman yang tidak jelas peruntukannya.

    Sangat disayangkan tidak ada papan pengumuman biaya – biaya resmi untuk pembuatan SIM terpampang, yang ada hanya pengumuman di loket Asuransi untuk biaya klaim asuransi kalau terjadi kecelakaan.

    Mungkin mas Iqbal sebagai wartawan bisa di berexperimen lagi biar bisa masuk di media :)

  7. 10 revandi
    April 19, 2011 pukul 11:51 am

    a td perpanjang sim c kena biaya 180rb+5000rb jasa.a g th brp asli biaya administrasinya.a lp lihat dinternet kmarin.stlh a bc dinternet g thnya cm 80rb aja.a kna tipu ternyata m org informasinya.a kira org penipu adanya dipenjara/dluar g thnya org yg ngurusin penipu juga y.a doain smg dampuni dosanya&dberi jalan yg lurus,bner,dsadarkan dbukakan pintu hati& pikirannya.aminnnn y robbalalamin….

  8. Mei 3, 2011 pukul 2:22 am

    Cma mw bilang makasih atas info y smua d atas, jd bisa lbih hati2 lg untk buat sim baru / perpanjang, yg ga jelas berapa biaya sebenarnya ,,,,,!!!!

  9. 13 jons
    Mei 5, 2011 pukul 6:30 am

    wah…..gawat… nih….berarti aku udah dibohongin polisi.

    dasar kurang ajar….
    2 hari yang lewat saya perpanjangan SIM A dan SIM C
    total pembayarannya 470.000 gila benar …
    polisi sekarang ya…
    tunggulah tanggal mainya… aku berharap bisa ajukan pertanyaan nanti ke pihak yang terkait

  10. 14 Epion
    Juni 15, 2011 pukul 1:28 pm

    Hari ini ( tgl. 15 Juni 2011) saya Perpanjang Sim A dan Sim C di Arta Gading Mall.
    datang jam 13 wib diminta ttd form perpanjangan sim and serahin SIM A dan SIM C Asli dan fotocopy KTP, lalu di suruh balik lagi jam 14 untuk foto. tetapi pas jam 14 saya datang ke loket dan tanya ke petugasnya dia bilang tunggu aja.
    sampai jam 15 lewat 20 baru di panggil foto…itu pun setelah sedikit ribut dengan petugas nya karena saya tanya ke orang sebelah yg daftar jam 14..sudah di panggil foto tapi saya yg daftar jam 13 belum dipanggil juga. akhirnya saya di panggil foto dan petugas bilang sory terselip form nya.

    Setelah foto selesai….Sim A dan Sim C langsung jadi di sertai 1 kartu Asuransi kecelakaan. dan petusan meminta uang Rp. 280.000,-

    Untuk sim A Rp. 140.000,-
    untuk Sim C Rp. 140.000,-
    katanya sudah paket jadi Total Rp. 280.000,-

    Saya tanyakan rincian biaya nya tetapi petugas tidak mau kasih tau rincian biayanya..katanya itu semua sudah Paket.

    Ko bisa ya petugas tidak tau rincian biaya nya and tidak mau memberi tau biaya resminya ?

    begitulah pelayanan petugas Samsat di Arta Gading Mall….sangat…sangat…mengecewakan.

    Bagaimana ini….begitukah pelayanan Petugas samsat kita yg sangat di banggakan, ternyata tidak sesuai dengan slogan nya.

    Kepada pihak2 yg berwenang..dan bertanggung jawab tolong…di tertibkan praktik2 seperti diatas..dan mohon pelayanannya bisa lebih di tingkatkan agar semaunya tidak kecewa lagi.

    terima kasih.

  11. Juni 23, 2011 pukul 3:26 am

    Biaya SIM (PP No. 44 /1993).
    Penerbitan SIM oleh Polri dipunggut biaya, besarnya biaya untuk penerbitan SIM sejak diberlakukannya PP No. 31 Tahun 2004 tentang Jenis tarif PNBP yang berlaku di Polri dan dijabarkan melalui Surat Keputusan Kapolri No. Pol.: Skep/ 1008 / XII / 2004 tanggal 29 Desember 2004 tentang Petunjuk Administrasipengelolaan PNBP dilingkungan Polri, biaya penerbitan /pembuatan SIM adalah :
    a) Pembuatan SIM baru : Rp 75.000,-
    b) Perpanjangan SIM : Rp 60.000,-
    c) Pelayanan tes klipeng : Rp 50.000,-
    d) Pemeriksaan dokter bisa dilakukan oleh Dokter Polri atau Dokter umum.
    e) Berdasarkan Surat Telegram Kapolri No. Pol. : ST / 183 / II / 2005 tanggal 11 Pebruari 2005 tentang diberlakukannya Peraturan Pemerintah No. 31 Tahun 2004 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak dilingkungan Polri dengan ketentuan :
    1) Putor hanya memungut biaya yang berkaitan dengan jenis tarif sesuai dengan yang tercantum dalam PP No. 31 Tahun 2004.
    2) Biaya yang selama ini dipungut untuk Rikkes, sidik jari, asuransi Bhakti Bhayangkara ditiadakan.
    3) Semua ketentuan yang bertentangan dengan PP No.
    31 Tahun 2004 tentang Tarif atas jenis PNBP yangberlaku pada Polri dinyatakan tidak berlaku.

    Penolakan dan pencabutan SIM (PP No. 44/1993 Pasal 228)

    Pemohon SIM, ditolak dan dicabut apabila:
    1) Tidak memenuhi kelengkapan persyaratan yang ditentukan.
    2) Pemohon telah memiliki SIM dari golongan yang sama dengan yang dimohon.
    3) Masa pencabutan SIM yang bersangkutan berdasarkan keputusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hokum tetap, belum berakhir.

    SIM dinyatakan tidak berlaku (PP No. 44/1993 Pasal 230) bila:
    1) Habis masa berlakunya.
    2) SIM dalam keadaan rusak sehingga tidak terbaca lagi.
    3) Digunakan oleh orang lain.
    4) Diperoleh dengan cara tidak sah.
    5) Data yang terdapat dalam SIM diubah.

    informasi lengkap :
    jatim.polri.go.id/lantas/panduansim/in…

    semoga bisa membantu

  12. Juni 27, 2011 pukul 2:03 am

    sebentar lagi saya akan menghadapi anjing anjing birokrasi, karena saya telat perpanjang sim C 8 bulan. terima kasih atas tulisannya sangat membantu.

  13. Juni 29, 2011 pukul 4:28 pm

    Di mana-mana, punglinya “yang benar” ya cuma pemeriksaan kesehatan itu. Cuma besarnya beda-beda. Dikatakan pungli, karena tidak ada tanda terima atau kuitansi yang dikeluarkan.

  14. 19 Yuliani
    Juli 2, 2011 pukul 9:12 am

    Saya punya sim c daerah sudah telat krang dr 1 blan kira2 klau d perpanjang kna denda berapa ya???????

  15. 21 Azzy
    Juli 16, 2011 pukul 2:56 pm

    Saya tgl 14 Juli 2011 mau memperpanjang SIM A saya ke SIM keliling di Tangerang lokasi di Plaza Sinta. Sebelumnya saya tidak menanyakan biayanya langsung minta formulir, setelah di isi dan di kembalikan saya menanyakan ke pada orang sekitar biaya Perpanjang SIM dari orang yang telah selesai. Orang tersebut bilang Rp 180.000 lalu saya naik ke atas mobil menanyakan biaya tersebut, saya minta rincian pembuatan petugas tersebut tidak bisa menjawab, saya tanyakan asuransi di jawabnya tidak ada kalau di SIM keliling, biaya kesehatan juga tidak ada, saya tanyakan biaya resi Bank berapa katanya Rp 75.000 lalu kenapa harus Rp 180.000 tetap ga menjawab.
    lalu saya putuskan untuk mengambil kembali SIM lama saya untuk mengurus ke Polres TNG, Saya mau membeli formulir perpanjangan di mintanya untuk tes kesehatan dan membeli asuransi juga (menurut peraturan sebenernya bagaimana ada yang bilang ga wajib ada yang bilang wajib) dan saya urus 2 syarat ini, setelah itu saya membeli formulir perpanjang (di sana tertulis Perpanjangan SIMA Rp 80.000, Perpanjangan SIM C 75.000, Baru A 120.000 Baru C Rp 100.000) saya di loket tersebut di minta untuk membayar Rp 130.000 (Rp80.000+50.000) katanya Rp 50.000 itu admin.
    Saya berdebat administrasi apa ini, semenjak kapan ada amin tahun lalu aja saya bikin SIM C baru ga ada biaya admin segala dan membayar biaya Bank Rp 75.000, dia tetap bersikeras dari dulu ada biaya Admin Rp 50.000 itu.
    Ga selesai juga udah saya kasih aja Uang yang ga pernah saya Iklasin itu ke petugas. Biar saja Uang itu jadi suatu hal yang buruk bagi dia.
    Mengurus SIM baru/perpanjang tidak sulit, dan waktunya pun tidak lama. Biayanya pun tidak mahal!
    SIM A baru = Rp 120.000 (biaya Bank+Formulir) + Asuransi Rp. 30.000 + Cek Kesehatan Rp. 20.000 jadi Rp180.000
    SIM C Baru = Rp 100.000 (biaya Bank+Formulir) + Asuransi Rp. 30.000 + Cek Kesehatan Rp. 20.000 jadi Rp 160.000
    SIM A Perpanjang = Rp 80.000 (biaya Bank+Formulir) + Asuransi Rp. 30.000 + Cek Kesehatan Rp. 20.000 jadi Rp 130.000
    SIM A Perpanjang tanpa Asuransi dan Kesehatan seharusnya Rp 80.000 saja
    SIM C Perpanjang = Rp 75.000 (biaya Bank+Formulir) + Asuransi Rp. 30.000 + Cek Kesehatan Rp. 20.000 jadi Rp 125.000
    SIM A Perpanjang tanpa Asuransi dan Kesehatan seharusnya Rp 75.000 saja
    Jadi mengurus SIM di SIM keliling seharusnya biayanya Rp 80.000 untuk SIM A dan Rp. 75.000 untuk SIM C kalau petugas ga bisa menjelaskan rincian biaya tersebut

  16. 22 eL
    Agustus 9, 2011 pukul 6:38 am

    baru aja perpanjang sim A.. dengan biaya 115rbu.. 25rbu buat kesehatan, 80rbu buat perpanjang.. bahkan saya tidak diminta untung membayar asuransi dll, padahal saya telat 3bulan.. :)

  17. 23 eL
    Agustus 9, 2011 pukul 5:21 pm

    ralat 105rbu total yg saya habiskan.. :)

  18. 24 tyo
    Agustus 12, 2011 pukul 3:15 am

    KURANG AJAR……..!!!!
    TGL 12/08/2011 PERPANJANG SIM C DI SAMSAT KEBON NANAS JAKARTA TIMUR SY DIKENAKAN TARIF ASURANSI 30RIBU DAN TARIF 180RIBU TANPA PENJELASAN YANG JELAS DARI PETUGAS SAMSAT (YANG MENGAYOMI MASYARAKAT)…..!!! TOTALNYA 210RIBU….GIIIIILLLLAAAAA……….
    PADAHAL LAGI BULAN RAMADHAN…SEMOGA YG MAKAN UANGNYA PERUTNYA BUNCIT, HIDUPNYA MERANA DUNIA AKHIRAT…..AMIIIIIIINNN…………

  19. 26 SAM
    September 2, 2011 pukul 3:47 am

    wah…. semua ini adalah informasi yang sangat berguna sekali. Saya rencana mau urus perpanjangan SIM B1 + C di Daan Mogot. Semoga saja buka & bukan setengah hari. Apakah ada info apa mereka buka hari ini (Jumat, 2 September 2011), dan besok (Sabtu, 3 September 2011)? Mohon informasinya dari teman2……

  20. 27 khk
    Oktober 27, 2011 pukul 4:44 am

    calo no way!!>>>slogan taek neh,,w baca di iklannya yg dipajang di tembok pas pengurusan sim…gimana kalo yg jadi calonya polisi yang disana..ujung2 sama aja calo,,kampret tuh polisi..jangan percaya sama polisi lgi..gw sumpahin anak bininya akan susah hidupnya,,biar dia tau rasa,,emang gampang cari duit…main minta aja biaya se enakanya jidatnya,,babi!!

  21. 28 miranda
    November 2, 2011 pukul 1:32 am

    Thanks for sharing, infonya membantu sekali :)

    Tanggal 17 Okt 2011 saya memperpanjang SIM A yang sudah mati selama 1 bulan di SAMSAT Bekasi. Tiba di SAMSAT pk 10, terima SIM baru pk 11. Lima tahun yang lalu saya juga mengurus SIM sendiri, hanya saja waktu itu SIM belum kadaluwarsa jadi tidak terlalu khawatir.

    Dari segi fisik tidak banyak kemajuan di SAMSAT Bekasi. Lahan parkir masih sulit, ruang tunggu masih pengap, dan belum ada kawasan bebas rokok. Tetapi dari segi pelayanan ada sedikit perubahan. Calo berseragam dan tidak berseragam masih ‘menyambut’ di sepanjang gang menuju pintu masuk dengan penawaran ‘bantuan’ pengurusan ekspres. Hanya saja jumlah mereka lebih sedikit dibanding saat saya mengurus 5 tahun yang lalu.

    Yang membuat saya salut, kali ini seorang provost yang tegas dan bersih menjaga pintu masuk. Sayang saya lupa untuk menanyakan namanya. Seorang diri ia mengatur dan melayani pertanyaan dari para pengunjung. Kontras sekali dengan rekan2nya yang duduk2 di motor dan ‘menawarkan bantuan’ di luar pintu sana. Kalau 50% aparat kita punya mental dan komitmen seperti provost ini, saya yakin Indonesia masih bisa maju..

    Di dinding SAMSAT terpasang bagan alur pengurusan SIM baru maupun perpanjangan SIM (PP No. 44 Thn 1993 Pasal 224, pls cmiiw). Nah di situ jelas tertulis untuk SIM yg mati lebih dari 1 tahun dapat diperpanjang dengan ujian tulis dan praktek. Jadi untuk kasus mati sebelum 1 tahun seperti saya kemarin bisa perpanjang seperti biasa.

    Berikut langkah2 dan biaya pengurusan perpanjangan SIM (PP No. 50 Th. 2010 tentang Jenis & Tarif atas Jenis PNBP yang berlaku sejak 26 Juni 2010).

    1. Teori: ke klinik untuk tes kesehatan
    Praktek: hanya dites buta warna, biaya 22ribu, serahkan 2 fotokopi KTP. Lokasi klinik dipindah di bangunan belakang jadi sebelum masuk ke SAMSAT langsung ke klinik dulu yang letakknya di belakang bangunan SAMSAT, pintu masuknya berada setelah pintu masuk ke SAMSAT

    2. Teori: asuransi tidak wajib dan tes kesehatan bisa dilakukan dimana saja
    Praktek: setelah tes buta warna saya iseng coba ambil formulir, petugas meminta bukti bayar asuransi. Karena malas berargumen saya ke loket asuransi, membayar 30ribu dan menyerahkan 1 fotokopi KTP

    3. Ke LOKET BRI membayar sesuai tarif yang tertulis di papan yakni 80ribu untuk biaya perpanjangan SIM A (75ribu untuk SIM C, kalau pembuatan SIM baru 120ribu untuk SIM A dan 100ribu untuk SIM C)

    4. Ke LOKET 1 menyerahkan seluruh tanda terima dari langkah 1-3 untuk mendapatkan formulir. Isi formulir dari LOKET 1 dan dari BRI di tempat yang telah disediakan, ada contoh formulir yang telah terisi di sana

    5. Serahkan formulir2 yang sudah terisi dan 1 fotokopi KTP ke LOKET 2 untuk mendapatkan nomor antrian. Tunggu di tempat yang sudah disediakan sampai nama dipanggil

    6. Masuk ke ruang foto untuk cek data, difoto dan tanda tangan. Kemudian tunggu kembali di luar sampai nama dipanggil untuk mengambil SIM. Jika pengurusan dengan calo begitu selesai tanda tangan print out SIM langsung bisa diambil :(

    7. Ambil SIM baru di loket pemanggilan nama

    Total biaya pengurusan 132ribu
    Total fotokopi KTP yang diminta 4 lembar
    Total waktu pengurusan 1 jam

  22. 30 Edi tanuwijaya
    Januari 6, 2012 pukul 6:28 am

    Kemaren tgl 5 Januari 2012 saya urus perpanjangan SIM A/C di Denpasar Bali, saya baru pindah tugas 3 bulan dari Batam ke Denpasar.
    Katanya tidak bisa karena SIM saya Batam punya, dan harus buat baru di Denpasar
    Untuk SIM A Rp. 260.000
    Untuk SIM C Rp. 235.000

    Syarat2 : KTP asli lokal, Surat Kesehatan & Asuransi

    Pertanyaan saya ke Polwan yg lumyan imut :
    Kenapa tidak bisa perpanjangan SIM walau SIM saya dari luar Denpasar ?
    Jawab Polwan : Tidak bisa pak karena belom on line …. dan bapak harus urus SIM baru

    Barusan saya dapat info juga di Surabaya juga tidak bisa perpanjang SIM dari luar daerah….
    Alasanya sama belom on line …..

    Saya berpikir proses pembuatan SIM adalah kebijakan masing2 POLDA dan mereka buat peraturan sendiri2 untuk urusan SIM, jadi tidak ada itu yg namanya ON LINE di kantor POLISI
    Untuk di jaman se modern seperti sekarang SIM aja ga bisa on line ?!? ke laut aja bos……

  23. 31 irvan
    Januari 13, 2012 pukul 11:21 am

    Mas wartawan sih. Pantesan aja cepet

  24. 32 ken
    Januari 24, 2012 pukul 4:44 pm

    hari ini, td jam 11.00 berangkat dari kayu manis ke gedung SATPAS jaktim, tepatnya disebelah gedung SAMSAT jakarta timur,
    dng maksud untuk mengurus perpanjangan sim C saya yg sudah kadaluarsa dr agustus tahun lalu
    (itupun “ngeh” krn diingatkan oleh petugas yg “baik hati” di kemayoran).
    krn sempat browsing/cari2 info, kalau biayanya dikisaran 200rb…
    terusterang saya jd agak2 “spook”, krn dikantong saya hanya ada 110rb saja… maklum.
    tp kalau gak diperpanjang..? penghasilan hanya dari roda dua yg saya kendarai dan resiko keluar pasti lebih besar :D

    sampai disana, saya ke bagian informasi, letaknya persis di sebelah pintu masuk.
    dijelaskan oleh bagian informasi:
    “keloket asuransi dulu, terus cek kesehatan dibelakang, lalu ke loket 1/input data untuk minta formulir”
    lalu saya tanya “biaya totalnya berapa ya pak..?”
    dia jawab “langsung aja keloket masing2 saja tanyanya..!”

    krn merasa belum mendapatkan jawaban,
    maka saya ke loket terdekat untuk kembali bertanya, kebetulan loket yg saya datangi adalah loket 1/input data.
    disini saya dijelaskan oleh bapak petugasnya;
    “mas ke loket asuransi dulu untuk bayar asuransinya sebesar Rp 30.000,-
    kemudian ke ruang cek kesehatan,biaya sebesar Rp 20.000,-
    lalu bayar biaya adm perpanjangan sebesar Rp 75.000,- diloket BRI
    kemudian kembali kesini untuk isi formulir.” begitu jelasnya.

    karena saya merasa sudah memiliki asuransi (selain uangnya “gak” cukup sih :D)
    maka saya tanyakan “apakah asuransinya itu wajib..?”
    petugas tsb menjawab “tidak wajib sih… cuma dihimbau saja…” terus terang saya agak lega.
    lalu saya lanjut ke loket asuransi untuk mengkonfirmasi jawaban tersebut dng tidak lupa berterimakasih kpd bapak petugas loket 1 tsb

    jawaban yg sama saya dapatkan di loket asuransi… tanpa pikir panjang,
    langsung saya berterimakasih dan langsung meluncur ke ruang cek kesehatan

    di ruang cek kesehatan saya diterangkan oleh ibu petugasnya soal prosedur keseluruhan walaupun saya tidak bertanya.
    lalu saya setuju untuk di “cek”… yg menjadi fokus hanya mata, mungkin krn saya berkacamata.
    langsung saya bayar Rp 20.000,-

    balik lagi ke loket 1…
    saya ditanya kembali soal asuransi… saya kemudian menjawab “gpp pak, saya ngerasa sudah cukup dng asuransi saya aja”
    kemudian dia bertanya notelp saya, saya berikan “0858……..”
    lalu bapak petugas tsb jawab “ooo, ya sud….” belum selesai beliau menjawab,
    langsung salah seorang petugas yg berada luar loket/di dalam ruangan tsb memotong pembicaraannya.
    “pak, kamu direkam…” katanya sambil berusaha “memegang” hp saya, tapi tidak bicara ke saya.
    (memang saya dari awal memegang hp untuk merekam :D)
    lalu saya tunjukkan sendiri ke petugas yg diloket 1 itu, sambil menjawab “iya pak, maaf pak tanpa mohon izin terlebih dulu”
    beliau kelihatannya tidak berkeberatan krn “alasan tertentu” dan saya tau “alasan tertentu” itu

    sambil melihat vid yg saya play kemudian dia bertanya “mas ini kerja apa mas..?”
    saya jawab “saya wiraswasta pak”, dia hanya sedikit tersenyum sambil melihat ktp saya
    dan terus terang disini saya suka dengan “sifat” beliau.
    tetapi petugas yg berada diluar loket ini berkeberatan dan terus meminta beliau untuk menyuruh saya menghapus file videonya.
    krn beliau didesak terus oleh rekannya… saya tanyakan saja ke beliau “kalau bapak minta dihapus, saya hapuskan pak”
    akhirnya beliau mengangguk dan minta tolong saya saja yg menghapusnya. akhirnya file vid tsb saya delete.

    saya kemudian diberi formulir untuk diisi…
    pada saat mengisi form ada seorang petugas lagi yg berada diruangan/diluar loket mendekati saya…
    (pada akhirnya saya tahu nama beliau adalah Pak Nawir, kemudian saya panggil dia Om Nawir -semoga tidak salah-)
    Om Nawir memberitahu saya cara mengisi form tersebut,
    dan menyuruh saya ke loket pnbn(kalau gak salah, yg jelas ada tulisan BRI) setelah selesai mengisi form tsb
    untuk membayar adm perpanjangan sim C sebesar Rp 75.000,-

    setelah membayar, Om Nawir membantu saya untuk memeriksa kembali kelengkapan data saya sebelum dimasukkan ke loket input data
    (form, ktp asli+fotocopy, sim lama asli+fotocopy dan surat keterangan sehat).

    setelah diperiksa di loket 1 tsb, kepada saya dikembalikan ktp asli beserta sobekan ujung form yg di staples dari awal.
    lagilagi Om Nawir memberitahukan “loket foto ada dibelakang sebelah kiri” katanya.

    lanjut di loket foto, saya scan sidik jari (jempol kiri dan kanan) terus tandatangan elektronik lalu foto.
    kemudian saya keluar dr loket foto… duduk sebentar kemudian sudah dipanggil untuk menerima sim C perpanjangan saya. SELESAI

    lanjut sebelum keluar ruangan saya ditanya kembali oleh Pak Abdul (beliau salah satu yg membantu memberi penjelasan/loket BRI)
    beliau sambil tersenyum menanyakan “tadi kenapa…?”
    lalu saya ceritakan semuanya… dan dia tersenyum.
    pada OTW keluar saya menyempatkan diri untuk menegur dan berterimakasih kpd Om Nawir…

    jadi total biaya yg saya keluarkan Rp 95.000,- dan total waktu 20mnt
    saya tidak ikut asuransinya, krn saya anggap saya sudah tercover dr asuransi saya kalau saya apes kecelakaan.
    mohon jangan dijadikan acuan..! memiliki asuransi itu baik… apalagi jika anda sama sekali tidak memilikinya
    tp mintalah kejelasan sejelas-jelasnya jika anda menginginkan ikut asuransi tsb. jangan beli barang tp tidak tau bentuknya.

    satu lagi yg saya sayangkan, rekaman tersebut terpaksa dihapus…
    padahal jelas-jelas bisa untuk membangun CITRA BAIK “amongs them”.
    saya berterimakasih banyak kepada Om Nawir, Bapak petugas yg ada di loket 1 dan Pak Abdul.

    secara lambat tapi pasti sudah mulai terasa “perubahannya”

    -sesuatu yg baik hanya diceritakan maksimum ke 3 orang saja, sesuatu yg tidak baik diceritakan minimal ke 12 orang-
    jadilah sebaliknya…!

    BR
    ken

  25. 34 rizl
    Februari 10, 2012 pukul 9:07 am

    sorry klo beda konteks… :-)

    emangx kenapa kartu persx gak dikasih ke polisix mas?

    saya barusan kena tilang tadi (10/2/2012), awalx gak nyalahin lampu, tapi ujung2x kena pasal 281 jo 77 (1)..(saya memang blum punya sim sih) n itu juga gak ngerti pasal2 tilangx, tau2 pas browsing di internet pasalx, baru ngeh

    kartu saya gak ngaruh tadi kayakx…sebelum2x sih bisa lolos klo pake itu…n saya gak debat juga sih tadi, soalx lagi gak konsen…

  26. 35 Ir. Sahala M Sihombing, MT
    Februari 11, 2012 pukul 8:03 am

    PELAYANAN SIM DI SAMSAT JAKARTA TIMUR, SUDAH BAIK

    Salam buat semua.

    Hari ini, 10 Feb 2012, saya mengurus perpanjangan SIM A dan C yang sudah tidak berlaku lagi sejak 4 Juli 2011 (kelupaan & akhirnya kelamaan diurus), telat 7 bulan lebih 6 hari. Karena masih kurang dari 1 thn, menurut pasal 224 ayat 3 dalam PP No. 44 thn 1993, tidak perlu mengikuti ujian teori & praktek, saat memperpanjang SIM. Tepat jam 10.30 Wib, saya sampai di SAMSAT Jakarta Timur di Kebun Nanas, di gedung yang terpisah dari bangunan utama.

    Seorang petugas di resepsionis yang saya sapa, menyarankan saya langsung mengurus Surat Keterangan Dokter ke ruangan di sebelah kiri gedung (dibelakang tempat potocopy), dan di sana langsung dilayani petugas yg ramah, saya dites Buta Warna & Ketajaman Mata, kemudian menyerahkan uang Rp 40.000 (SIM A + C), dan petugas menyarankan saya ke loket BRI utk membayar biaya perpanjangan SIM. …..selesai dalam 3 menit.

    Di loket 1, BRI, saya bayar Rp 80.000 utk SIM A dan Rp 75.000 utk SIM C (sesuai dgn Lampiran PP No. 50 thn 2010), mendapat bukti pembayaran….hanya 1 menit

    Ke loket 2, Loket Pendaftaran, saya serahkan KTP asli + Copy 2 lbr, SIM A asli + copy 1 lbr, SIM C Asli + 1 copy, dan Surat Keterangan dari Dokter 2 lembar yg asli.
    Tetapi petugas meminta bukti pembayaran asuransi:
    Petugas : Bukti bayar asuransinya mana pak?
    Saya : Saya gak bayar pak, karena sudah punya asuransi sendiri, kan boros pak buat asuransi lagi.
    Saya : Bolehkan pak tidak pakai asuransi yang di sini lagi? Gak apa-apa ya pak?
    Petugas : Tidak dipaksa sih pak. Boleh bapak sebutkan no telepon bapak?
    Saya : menyebutkan no telp, dan dicatat petugas di kertas bukti bayar BRI yg saya serahkan
    Selanjutnya petugas memberikan 2 buah form perpanjangan SIM + KTP Asli saya, saya isi dan kembalikan ke loket 1 lagi, selanjutnya saya disarankan menunggu panggilan dari petugas Input Data (masih loket 2)….selesai dalam 5 menit.

    Hanya dalam 1 menit saya dipanggil dan mendapat nomor SIM + KTP Asli serta disarankan ke Loket 3 utk sidik jari, tanda tangan dan photo.

    Di loket 3, sidik jari kiri & kanan 2 kali, tanda tangan 2 kali dan dijepret 2 kali, ……hanya 3 menit.

    Kemudian saya menunggu panggilan dari loket 4 untuk mendapatkan SIM A+C yang baru…2 menit kemudian.

    Kesimpulannya:
    Dibutuhkan waktu 15 menit utk perpanjangan SIM A dan Sim C (dgn kondisi hanya 5 orang yg sedang mengurus pada saat yg bersamaan)
    Biaya Perpanjangan SIM A = Rp 20.000 + Rp 80.000 = Rp 100.000
    Biaya Perpanjangan SIM C = Rp 20.000 + Rp 75.000 = Rp 95.000
    Total Rp 195.000,-

    Menurut saya kejadian ini merupakan salah satu indikator sudah terjadi perbaikan pelayanan SIM di Samsat Jakarta Timur, semoga semua masyarakat dapat merasakannya.

    Salam
    Ir. Sahala M Sihombing, MT

  27. 36 Jujuk Haryono
    Januari 7, 2013 pukul 7:28 am

    hari ini saya mengurus perpanjangan sim B1 di polres Bontang
    biaya yang harus dikeluarkan
    1. cek dokter Rp.20.000
    2. tes psikologi rp. 200.000
    3. Bayar Bank BRI Rp. 80.000
    4. bayar sertifikat uji ketrampilan mengemudi Rp. 200.000
    sudah jam 14.30 saya sudah tidak dilayani foto SIM alasannya sudah tutup
    total Rp.500.000
    itulah pengalaman saya memperpanjang SIM di Bontang KalTim
    Jujuk saya tidak tahu , apakah itu prosedur yang sebenarnya.
    tapi saya rasakan sangat berat, semoga ada teman yg mampu membantu
    memberikan info yang sebenarnya.

    • 37 Ria
      Februari 14, 2013 pukul 11:14 pm

      Saya baru mau perpanjang SIM A yg kebetulan akan habis bulan maret di kebon nanas jaktim, salah satu persyaratan adalah ktp asli, yg saya mau tanyakan : (bbrp thn lalu saya menikah dan pindah ke depok, jadi saya ganti ktp depok, jadi ktp yg akan saya pergunakan berbeda dgn ktp yg saya gunakan 5 th lalu) apakah saya tetap bisa memperpanjang SIM saya di kebon nanas, atau harus ke depok?
      Trus, pertanyaan lain, kalo KTP sama2 mau habis masa berlakunya, apakah saya harus perpanjang ktp dulu baru perpanjang SIM?

      Sorry ya pertanyaannya agak nyimpang dari penjelasan diatas, mungkin ada yg tahu ttg masalah ini?
      Tx ya :)


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Januari 2010
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: