Kenapa bermain yoyo? Kenapa harus mengomentari orang yang bermain yoyo? Kenapa sampai 38? Kenapa merasa dirinya paling bersih? Kenapa harus saling silang?
Padahal, kalau M dan timnya betul-betul bisa memberikan sembako murah (walaupun ini masih kontroversi), kemudian K bisa membuatnya lebih cepat dan lebih baik (ini juga masih kontroversi), lalu S bisa melanjutkan prestasinya (lagi-lagi ini juga kontroversi), maka semua (semoga) akan berjalan ideal seperti yang digaungkan akhir-akhir ini.
Mungkin, ini cuma mungkin loh, karena sifat ke-Aku-an yang sudah luar biasa tinggi di negeri ini. Aku sudah membuktikan prestasi yang baik. Aku yakin, aku bisa bekerja lebih baik dari prestasinya. Aku merasa mereka belum pro rakyat. Aku merasa, akulah yang paling bersih. Semua serba Aku, aku, dan aku. Belum ada yang berani berbesar hati mengatakan, kamu memang hebat, seperti yang sudah terjadi di negeri kulit putih sana yang dipimpin oleh kulit hitam.
Saya rasa, kita terlalu banyak mengeluarkan energy di ke-Aku-an itu, tidak efisien, seperti mesin dua tak yang sudah lama dilarang di Jakarta, kota yang efisien itu.
Ahhh, sudahlah… Perutku sudah lapar.
Lebih merakyat, lebih membela kebenaran, itu lebih baik.